Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Selasa, 12 April 2016 - 12:44 WIB

Gagal Bebaskan 10 WNI,18 Pasukan Elite Tewas Ditembaki Teroris Abu Sayyaf

Viewer: 554
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 32 Detik

KompasNasional.Com

Philipina – Sebanyak 18 personel pasukan elite tewas ditembak Kelompok Abu Sayyaf dalam pertempuran pembebasan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera di Basilan, Pulau Jolo, Minggu (10/4/2016).

Dalam pertempuran yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga pukul 17.00 waktu setempat itu, 50 personel pasukan elite lainnya juga mengalami luka parah.

Upaya pembebasan sandera asal Indonesia yang dilakukan pasukan elite dari Batalyon Infanteri ke-44, pasukan infanteri 14 itu, tak membuah hasil.

“Pasukan Joint Task Grup Basilan melakukan operasi militer di Provinsi Basilan dan melakukan kontak dengan 120 orang pasukan Abu Sayyaf di bawah pimpinan Hapilon dan Furuji Indama,” ujar juru bicara militer Mayor Filemon Tan.

Sementara itu, Kolonel Benedict Manquiquis menyebutkan, kontak senjata terjadi saat pasukan sedang dalam perjalanan ke lokasi kelompok Abu Sayyaf.

Baca Juga  Polisi Ungkap Ratna Sarumpaet Tak Dianiaya, Tapi ke RS Bina Estetika

Saat berada di tengah jalan, pasukan pemerintah disergap. Kelompok Abu Sayyaf disebut berada dalam posisi yang menguntungkan karena berada di wilayah perbukitan tinggi.

“Musuh berada dalam posisi yang lebih tinggi. Jadi di mana pun tentara kami mencari perlindungan, mereka masih bisa terkena senjata berat dan peledak dari kelompok Abu Sayyaf,” terangnya.

Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin dan Kepala Militer Filipina Jenderal Hernando Iriberri bahkan langsung terbang menuju markas komando di Zamboanga City untuk melakukan peninjauan usai baku tembak.

“Operasi Militer akan terus berlanjut dan mereka harus bertanggung jawab atas kejahatan mereka,” ujar Iriberri.

Iriberri yang berada di Zamboaga juga menyempatkan diri untuk menjenguk pasukan elite yang luka dan dirawat di rumah sakit usai baku tembak dengan kelompok Abu Sayyaf. Dirinya juga memberikan medali penghargaan kepada 53 tentara yang dirawat.

“Selama ini informasi yang diterima, 10 WNI yang disandera tidak terindikasi bahwa mereka berada di lokasi sekitar Basilan,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri, Armanata Natsir.

Armanata juga mengatakan pemerintah Indonesia telah mengetahui adanya bentrok senjata dengan kelompok Abu Sayyaf di Basilan.

“Kami mengetahui dari media,” ucapnya.(kn/msc/detik)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Bisnis Vaksin Palsu Tebongkar dari Kasus Kematian Bayi-kompasnasional

Arsip

Bisnis Vaksin Palsu Tebongkar dari Kasus Kematian Bayi

Arsip

Kasus Kopi Beracun, Jessica Justru Dijadikan Merk Kopi

Arsip

Mendikbud : “Siswa Jangan Diberikan PR Matematika”

Arsip

Suzuki Ertiga Diskon Gede Jelang Ramadhan
Dirampok 2 Pria, Nasabah BRI Ngaku Kehilangan Rp150 Juta-KompasNasional

Arsip

Dirampok 2 Pria, Nasabah BRI Ngaku Kehilangan Rp150 Juta
Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh-kompasnasional

Arsip

Kacang-kacangan, Sumber Nutrisi Sahabat Tubuh

Arsip

Ahok Bantah Kabar bahwa Ia Akan Deklarasi Cagub Lewat Jalur Partai Saat Lebaran

Berita

Papan Reklame Berukuran Besar Milik PT Multigrafindo Diduga Berdiri Tanpa Ijin