Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Nasional / Reviews

Senin, 26 September 2016 - 13:44 WIB

Rupiah Masih Diposisi Rp 13.000-an per USD

Viewer: 1187
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih berada di level Rp 13.000-an per USD. Rupiah dibuka di Rp 13.076 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 13.081 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah sempat menguat ke level Rp 13.069 per USD. Namun, saat ini Rupiah kembali berada di Rp 13.086 per USD.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juli 2016, nilai tukar (kurs) Rupiah di 34 provinsi di Indonesia melemah (depresiasi) terhadap empat mata uang dunia yang beredar di Tanah Air, yakni Dolar Amerika Serikat (USD), Dolar Australia (AUD), dan Euro (EUR), dan Yen Jepang.

Baca Juga  Pemain Judi Ini Milih Masuk Parit daripada Masuk Sel

Deputi Bidang Statistik, Distribusi, dan Jasa Sasmito Hadi Wibowo mengatakan Rupiah terdepresiasi paling tinggi terhadap Yen Jepang, sebesar 3,41 persen, di mana Maluku Utara menjadi provinsi dengan level terendah kurs tengah yang mencapai Rp 132,74 per Yen Jepang.

“Level tertinggi rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 130,74 per Yen Jepang. Ini karena ada intervensi dari pemerintah Jepang dan terhadap pasar keuangan Jepang,” kata Sasmito di Gedung BPS, Jakarta, Kamis (15/9).

Terhadap Euro, Rupiah terdepresiasi sebesar 2,42 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 14.912,91.

Baca Juga  Sadis, Pelaku Karungi Tasir Sekeluarga Lalu Diceburkan ke Sungai

Rupiah juga terdepresiasi terhadap Dolar Australia (AUD) sebesar 1,59 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu keempat Agustus 2016 yang mencapai Rp 10.033,89 per AUD.

Sedangkan untuk Dolar Amerika (USD), Rupiah terdepresiasi sebesar 1 persen. Dengan level terendah rata-rata nasional kurs tengah terjadi pada minggu kelima Agustus 2016 yang mencapai Rp 13.237,81 per USD.

“Kondisi di Amerika yang pengangguran menurun memberi dampak ke semua negara. Australia karena pertumbuhan ekonominya bagus. Uni Eropa juga mata uangnya menguat terhadap Rupiah,” pungkasnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Nasional

KPU: Hari Pemungutan Suara Pilkada 2020 Akan Jadi Libur Nasional

Arsip

Foto-Foto Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air Tergelincir di Papua, Korbannya…

Arsip

Begini Cara Sandiaga Uno Ejek Ahok di Depan Politikus PDIP

Berita

Identitas Perempuan Tanpa Lengan dan Kaki di Hutan Mangrove Terungkap

Berita

KPK Panggil Dirjen Daglu Kemendag Terkait Kasus Dugaan Suap Impor Ikan

Arsip

Dunia Kembali Berduka, Penyanyi Legendaris Prince Meninggal

Arsip

Pamer Cincin, Rossa dan Afgan Syahreza Tunangan?

Arsip

Doakan Indonesia, Cinta Laura Malah Dibully Netizen