Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Reviews

Rabu, 20 April 2016 - 09:56 WIB

Diduga Dokter Lalai, Bayi Pasien BPJS Meninggal di RSUP Malalayang

Viewer: 596
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 26 Detik

Seorang bayi pasien BPJS berusia 4 bulan meninggal di RSUP Prof Kandouw Malalayang, Manado, Selasa (19/4) sekitar pukul 22.00 WITA. Kematian diduga akibat kelalaian dokter yang lambat melakukan penanganan medis.

Menurut pengakuan Dwi Ima Parmawati, ibu korban, Senin (18/4) lalu, dia membawa anaknya tersebut ke RSUP Prof Kandouw dengan keluhan sesak napas.

Saat itu, dokter UGD hanya melakukan tindakan mengukur tekanan darah dan memberi resep obat puyer. Selanjutnya bayi pasien BPJS kelas II bernama Novaldi Gracelo Berkipas ini dianjurkan pulang berobat rawat jalan.

Keesokan harinya, Selasa (19/4), sesak napas Novaldi kambuh. Meski telah memberikan obat puyer kondisi bayi Novaldi tak mengalami perubahan.

Baca Juga  Bappeda Fasilitasi Penyusunan Baseline Penetapan Kawasan Pemukiman Kumuh Kabupaten Kapuas Hulu

Bersama suami dan keluarga lain, warga Desa Raprap, Tatapaan, Minahasa Selatan ini kembali membawa Novaldi ke Rumah Sakit yang sama. Dwi sempat terlibat adu mulut dengan dokter yang menangani anaknya tersebut.

Saat di UGD saya sempat rebut dengan dokter yang menangani. Saya bilang, kalau sempat ditangani kemarin, mungkin tidak akan begini, tutur Dwi kepada wartawan di halaman tempat pemulasaran jenazah rumah sakit, Rabu (20/4) dini hari.

Di ruang UGD yang sama, kembali bayi Novaldi yang menderita kelainan jantung sejak lahir, hanya mendapat penanganan bantuan napas melalui tabung oksigen. Setelah sempat mendapat perawatan selama kurang lebih 8 jam, bayi malang ini akhirnya menghembuskan napas terakhir.

Baca Juga  Polres Ketapang Gelar Vaksinasi Merdeka Serentak Sasar Mahasiswa di Kampus Politehnik

Keluarga pun memutuskan membawa pulang korban untuk dimakamkan dengan menggunakan kendaraan pribadi. Bayi mungil tersebut terbujur kaku dalam dekapan ibunya. Orang tua Dwi dan suaminya Marson Berkipas tak henti-hentinya meratapi jasad bayi.

Meski mengaku pasrah, keluarga berencana akan menempuh jalur hukum untuk melaporkan kelalaian dokter ke Mapolda Sulut.

Harus (ditempuh jalur hukum). Kita sudah ikhlas dengan kepergian Novaldi namun ini harus menjadi pembelajaran supaya pasien-pasien lain dilayani dengan baik, pungkas Dwi (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Lakukan Penanaman Pohon Pinang bersama Di Perbatasan

Berita

Babinsa Kelam Sosialisasikan “Ayo Pakai Masker”

Berita

Bupati Dolly Sebut Syahrul M Pasaribu Sebagai Tokoh Inspirator Masyarakat Tapsel

Berita

Wujud Kepedulian Personil Polresta Pontianak Laksanakan Bhakti Riligi

Berita

Polresta Pontianak Kota Laksanakan Giat pengamanan Vaksinasi di Cafe Selambe

Berita

Kasus Dugaan Korupsi Perjanjian Jual Beli BBM Non Tunai yang Rugikan Negara Rp 451,6 Miliar Naik Penyidikan 

Berita

Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polda Kalbar Gelar Lomba Menembak Bagi Seluruh Pejabat Utama

Berita

HOTMAN PARIS LIBURAN DI BALIGE TANPA BERLIAN