Kompasnasional l Seorang pria di Atlanta mengaku bersalah telah melakukan penipuan yang merugikan perusahaannya ratusan ribu dollar.
Ia memalsukan diagnosis COVID-19 menjadi positif, kata Departemen Kehakiman AS (DOJ) pada hari Senin (14/12/2020).
Ia juga mengaku bersalah atas penipuan bank karena memalsukan dokumen ke perusahaan hipotek saat masih terikat untuk tuduhan penipuan COVID-19 nya.
Pada Mei 2020, seperti yang dilansir Insider, pejabat mengumumkan bahwa Santwon Antonio Davis (35), didakwa menipu perusahaannya yang masuk dalam daftar Fortune 500.Davis mengajukan rekam medis palsu yang mengklaim bahwa ia telah tertular COVID-19.
Karena sangat berhati-hati, perusahaan akhirnya menutup kantor untuk pembersihan.
Sementara itu, karyawan dirumahkan sambil terus menerima gaji..DOJ mengatakan klaim COVID-19 palsu Davis merugikan perusahaannya lebih dari $ 100.000.
Rekan kerja Davis juga dikarantina sia-sia.
“Terdakwa menyebabkan kerugian ekonomi yang tidak perlu bagi bosnya dan kesusahan bagi rekan kerja dan keluarganya,” kata Pengacara AS Byung Pak dalam sebuah pernyataan.William Barr mengirim memo kepada pengacara AS yang memperingatkan tentang kegiatan penipuan yang memanfaatkan pandemi COVID-19.
“Pandemi cukup berbahaya, apalagi ditambah orang-orang yang mencari keuntungan dari kepanikan publik. Perilaku semacam ini tidak dapat ditoleransi,” tulis Barr.
“Setiap Kantor Kejaksaan AS dengan ini diarahkan untuk memprioritaskan deteksi, penyelidikan, dan penuntutan semua tindakan kriminal yang terkait dengan pandemi saat ini.”(TN/Red)








