Home / Internasional

Jumat, 26 Februari 2021 - 11:49 WIB

Tak Tinggal Diam, China Kerahkan 10 Pesawat Pembom Rudal untuk Atasi Provokasi Asing di Laut Natuna Utara

Viewer: 455
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Kompasnasional l Banyaknya kapal perang dari negara lain yang diturunkan di Laut Natuna Utara ternyata tidak membuat China hanya tinggal diam.

Sedikitnya 10 pesawat pembom dari Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) milik China baru-baru ini mengadakan latihan serangan maritim di Laut Natuna Utara.

Pengerahan pesawat itu dilakukan untuk menunjukkan China memiliki lebih dari sekadar rudal balistik anti-kapal untuk mencegah kapal musuh, kata para analis, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari Global Times, Kamis, 25 Februari 2021.

Latihan itu dilakukan di saat negara-negara dari luar kawasan, termasuk Amerika Serikat dan Prancis dianggap melakukan provokasi di Laut Natuna Utara.

Resimen pesawat pembom yang berafiliasi dengan PLA mengatur lebih dari 10 jet dari dua jenis untuk melakukan serangan maritim dan latihan penyerangan setelah liburan Festival Musim Semi berakhir pekan lalu, seperti dilaporkan China Central Television (CCTV) pada Selasa, 23 Februari 2021.

Baca Juga  Ketua Neo Fasis AS Ditangkap dan Dilarang Masuk Washington

Latihan tersebut menampilkan serangan rudal terhadap target maritim dan tujuan pelatihan lainnya dengan skenario taktis, dan menguji kemampuan koordinasi tempur antara pilot baru dan veteran, tulis laporan CCTV mengutip Li Haitao, selaku komandan resimen pembom.

Dilihat dari cuplikan laporan, pengamat militer mengidentifikasi dua jenis pembom terdiri dari pesawat H-6J yang merupakan pesawat paling canggih Angkatan Laut PLA, yang dilaporkan mampu membawa enam rudal jelajah anti-kapal.

Selain itu ada juga pesawat H-6G, pembom angkatan laut generasi tua yang dapat membawa empat rudal.

Kedua jenis pesawat pembom tersebut secara resmi diperkenalkan oleh Kementerian Pertahanan Nasional China pada Juli 2020 lalu.

Baca Juga  Gempa Bumi 6,7 M Guncang Kanada

Pakar angkatan laut yang berbasis di Beijing, Li Jie mengatakan pengerahan pesawat pembom di Laut Natuna Utara penting dalam hal menekan provokasi militer AS.

Pada 9 Februari 2021 lalu, kapal perang AS Theodore Roosevelt Carrier Strike Group melakukan operasi kapal induk ganda dengan Nimitz Carrier Strike Group di Laut Natuna Utara.

Dia menambahkan latihan itu untuk menunjukkan bahwa China memiliki keunggulan militer yang besar di China-Selatan”>Laut China Selatan.

“AS berusaha untuk menahan China dengan mengumpulkan sekutu Baratnya ke China-Selatan”>Laut China Selatan, tetapi ini tidak lebih dari penggilingan untuk kehadiran dan tidak memiliki kepentingan militer,” kata ahli tersebut. (PRC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Iran Negara Pertama Larang Main Pokemon Go

Internasional

Tolak Penumpang Buta, Uber Dituntut Bayar Rp 15,95 Miliar

Internasional

India Tuduh China Culik 5 Warga Sipil di Perbatasan Himalaya

Internasional

Irak Gantung 21 Terpidana Teroris dan Pembunuh
Ket/Fot: Tengah baju kuning Vice President Lions Club Golden Estate Lion Tan A Lie dan Lion Agustina, didampingi Bupati Asahan Surya, B.Sc, Kepala dinas Kesbang Sorimuda Siregar, Bapak kepala dinas dinkes dr aris, Camat kisaran Barat Agus jaka ginting dan Sekretaris PKK Nora.

Asahan

Bupati Asahan Berterima Kasih atas kepedulian Lions Club Golden Estate dalam kesehatan warga Kisaran

Arsip

Ryamizard Sebut 40 Anggota Abu Sayyaf Tewas Diserbu Militer Filipina

Berita

Aldrich Virgo, Bocah 6 Tahun yang Piawai Main Drum

Berita

Rapat Konsultasi GPEI Sumut Bahas Permasalahan di Pelabuhan