Kompasnasional l Banyaknya kapal perang dari negara lain yang diturunkan di Laut Natuna Utara ternyata tidak membuat China hanya tinggal diam.
Sedikitnya 10 pesawat pembom dari Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) milik China baru-baru ini mengadakan latihan serangan maritim di Laut Natuna Utara.
Pengerahan pesawat itu dilakukan untuk menunjukkan China memiliki lebih dari sekadar rudal balistik anti-kapal untuk mencegah kapal musuh, kata para analis, seperti dikutip Pikiran-rakyat.com dari Global Times, Kamis, 25 Februari 2021.
Latihan itu dilakukan di saat negara-negara dari luar kawasan, termasuk Amerika Serikat dan Prancis dianggap melakukan provokasi di Laut Natuna Utara.
Resimen pesawat pembom yang berafiliasi dengan PLA mengatur lebih dari 10 jet dari dua jenis untuk melakukan serangan maritim dan latihan penyerangan setelah liburan Festival Musim Semi berakhir pekan lalu, seperti dilaporkan China Central Television (CCTV) pada Selasa, 23 Februari 2021.
Latihan tersebut menampilkan serangan rudal terhadap target maritim dan tujuan pelatihan lainnya dengan skenario taktis, dan menguji kemampuan koordinasi tempur antara pilot baru dan veteran, tulis laporan CCTV mengutip Li Haitao, selaku komandan resimen pembom.
Dilihat dari cuplikan laporan, pengamat militer mengidentifikasi dua jenis pembom terdiri dari pesawat H-6J yang merupakan pesawat paling canggih Angkatan Laut PLA, yang dilaporkan mampu membawa enam rudal jelajah anti-kapal.
Selain itu ada juga pesawat H-6G, pembom angkatan laut generasi tua yang dapat membawa empat rudal.
Kedua jenis pesawat pembom tersebut secara resmi diperkenalkan oleh Kementerian Pertahanan Nasional China pada Juli 2020 lalu.
Pakar angkatan laut yang berbasis di Beijing, Li Jie mengatakan pengerahan pesawat pembom di Laut Natuna Utara penting dalam hal menekan provokasi militer AS.
Pada 9 Februari 2021 lalu, kapal perang AS Theodore Roosevelt Carrier Strike Group melakukan operasi kapal induk ganda dengan Nimitz Carrier Strike Group di Laut Natuna Utara.
Dia menambahkan latihan itu untuk menunjukkan bahwa China memiliki keunggulan militer yang besar di China-Selatan”>Laut China Selatan.
“AS berusaha untuk menahan China dengan mengumpulkan sekutu Baratnya ke China-Selatan”>Laut China Selatan, tetapi ini tidak lebih dari penggilingan untuk kehadiran dan tidak memiliki kepentingan militer,” kata ahli tersebut. (PRC/Red)








