Home / Internasional

Minggu, 24 Januari 2021 - 19:55 WIB

Tse Chi Lop, ‘El Chapo dari Asia’: Belanda tangkap gembong narkoba paling diburu di dunia

Viewer: 520
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Kompasnasional l Kepolisian Belanda menangkap pria yang diduga sebagai gembong narkoba terbesar di dunia, berdasar surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Australia.

Tse Chi Lop, warga negara Kanada kelahiran China, disebut sebagai pemimpin The Company, yang mendominasi pasar obat-obatan terlarang senilai US$70 miliar, atau sekitar Rp 981,4 triliun di seluruh Asia.

Saat ini, Tse ditahan di bandara Schiphol Amsterdam.

Ia terdaftar sebagai salah satu buronan paling diburu di dunia, dan kini Australia akan mengkstradisinya untuk diadili di negara itu.

Polisi Federal Australia (AFP) meyakini The Company, yang juga dikenal sebagai Sindikat Sam Gor, bertanggung jawab atas 70% dari semua obat-obatan terlarang yang memasuki negara itu.

Baca Juga  Bom Meledak di Gereja Kongo, 10 Tewas-39 Luka

Pria berusia 56 tahun ini kerap disandingkan dengan gembong narkoba Meksiko, Joaquin “El Chapo” Guzman karena skala dari bisnis perdagangan narkobanya.

Kepolisian Australia dilaporkan telah melacak Tse selama sepuluh tahun terakhir sebelum akhirnya ia berhasil ditangkap pada Jumat.

Keterangan polisi, yang tidak menyebut nama Tse, mengatakan surat penangkapan itu dikeluarkan pada 2019, dengan polisi di Belanda bertindak berdasarkan pemberitahuan Interpol.

“Ia masuk dalam daftar buronan paling diburu dan ia ditahan berdasarkan [laporan] intelijen yang kami terima,” juru bicara polisi Belanda dalam penangkapan pada Jumat.

Kantor berita Reuters menerbitkan investigasi khusus tentang Tse pada 2019, menggambarkan Tse sebagai “pria yang paling diburu”.

Baca Juga  Trump Berkeras Meksiko Harus Bayari Pembangunan Tembok Perbatasan

Kantor berita itu mengutip perkiraan PBB yang mengatakan pendapatan sindikat dari penjualan metamfetamin saja bisa mencapai US$17 miliar, atau sekitar Rp238,3 triliun pada 2018.

Upaya penangkapan Tse, yang dinamai Operasi Kungur, dipimpin oleh AFP dan melibatkan 20 lembaga dari berbagai benua di seluruh dunia, menurut Reuters.

Tse dikabarkan hidup berpindah-pindah, antara Makau, Hong Kong dan Taiwan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya ia menghabiskan sembilan tahun di dalam penjara setelah divonis dalam kasus perdagangan narkoba di AS pada 1900-an.

Media Australia menggambarkan penangkapannya sebagai penangkapan “paling penting” bagi kepolisian federal negara itu selama dua dekade.
(BBCI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Kanye West Jadi Pria Kulit Hitam Terkaya dalam Sejarah Amerika

Internasional

Wanita Arab Ini Dapat Donor Ginjal Milik Orang Yahudi yang Tewas dalam Kekerasan Massa

Berita

Main Petak Umpet, Bocah 3 Tahun Tewas Terjebak di Dalam Mesin Cuci

Internasional

Polisi Jepang Salahkan Anjing Kencing Sehingga Tiang Lampu Lalu Lintas Ambruk

Arsip

Cerita Pengakuan Pembunuh Bayaran Duterte Habisi Pelaku Kriminal

Arsip

Mengenang 20 Tahun Kematian Putri Diana

Arsip

Pangeran Arab Saudi Dieksekusi Mati Karena Tembak Warga

Internasional

Singapura ‘Lockdown’ Lagi Imbas Lonjakan Kasus, Batal Damai dengan Corona?