Medan – Kompasnasional.com
Tim Anti Begal Polresta Medan tampaknya harus kerja keras untuk memberantas kejahatan jalanan itu. Meski sudah ada pelaku begal yang ditembak mati, namun hal itu belum membuat takut komplotan begal lainnya.
Seperti yang dialami Raja Paratama (17), ABG keponakan Kanit Intel Polsek Tiga Juhar, Aiptu Sahat Lasmian Ginting, ini jadi korban begal usai mengantar pamannya ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali, Jalan Bhayangkara, Kecamatan Medan Tembung.
Informasi yang dihimpun , Rabu (27/7/2016) menyebutkan, kemarin malam sekira pukul 19.00 WIB, usai mengantar pamannya untuk mengikuti pelatihan di SPN Sampali, korban hendak pulang ke rumah.
Saat melintas di Jalan Mandala By Pas, persis di Simpang Jalan Tangguk Bongkar V, Kecamatan Medan Denai, ia dipepet tiga pelaku begal yang bonceng tiga mengendarai sepeda motor. Saat bersisian, salah seorang pelaku menendangnya hingga terjatuh.
Para pelaku kemudian berhenti dan turun dari sepeda motornya. Tapa banyak cakap, para pelaku memukuli korban hingga babak belur. Korban mengaku sempat berteriak minta tolong, karena jalanan ramai. Namun tak satu pun pengguna jalan yang memberikan pertolongan.
Korban pun pasrah saat sepeda motor Honda Supra X 125, BK 3730 AAT yang dikendarainya digondol komplotan begal itu. Akhirnya korban didampingi tantenya melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Area.
Saat dikonfirmasi wartawan, Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Benres Tarigan mengatakan, kasus tersebut masih diselidiki untuk menangkap pelakunya.
“Pelaku masih dalam penyelidikan,” terangnya. (kn-msc)








