Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Daerah / Ekonomi / Kriminal / Nasional / Reviews

Senin, 7 Maret 2016 - 13:36 WIB

Perusahaan Pialang Berjangka Diduga Tipu Nasabah

Viewer: 956
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 50 Detik

Kompasnasional.com. MEDAN |  Perusahaan Pialang Berjangka  PT  Top Growth Futures (PT TGF)
dilaporkan Mariati cs  ke Badan  Pengawas  Perdagangan   Berjangka   Komoditi  (Bappebti)  di
Jakarta.  Pasalnya,  senilai  Rp 2,9  miliar   milik   korban    selaku   nasabah  program  investasi
deposito di perusahaan tersebut, belum dikembalikan sejak jatuh tempo perjanjian.

“Kami  melaporkan  Perusahaan   tersebut   karena   menipu   kami.  Perusahaan  menimpakan
kesalahan  kepada  bawahannya,  padahal   uang   kami   setorkan   ke  rekening  milik  PT  Top
Growth    Futures    Pusat   di   Jakarta,  ”lapor Mariati  didampingi  kuasa   hukum  dari Lembaga
Bantuan Hukum (LBH)  Permai, Dr Arief  Sugiarto  SH MM LLM, Darmawan  Yusuf SE  SH  MPd,
Abednego Panjaitan SH dan Lintong Sihombing SH

“Saat itu Branch Manager dari PT Top growth  Futures yang ada di   Medan   menawarkan  saya
dua program, yakni program  konvensional  dan  investasi.  Mereka    bilang  ada   jaminan  dari
Lembaga Penjamin  Simpanan. Makanya  kita  percaya dan setuju mengikuti  program investasi
berjangka satu tahun sebesar Rp300 juta sesuai dengan yang ditawarkan  kepada   kami,” ujar
Mariati, Sabtu (5/3/2016) di Medan.

Dikatakan   penduduk   Jalan   Jenderal   Sudirman Bagan Batu, Kelurahan  Bagan Batu  Kota,
Kecamatan   Bagan   Sinemba, Kabupaten   Rokan   Hilir,   Riau  itu,   pada  4  November 2014
tersebut,   Mariati   menyetorkan  uang  sebesar  Rp 300 juta  ke  nomor   rekening   Ban k BCA
Sudirman ; 035-311-8568 atas nama PT Top Growth Futures yang berada di Jakarta.

Baca Juga  Wujudkan Pendidikan Yang Berkeadilan, Cabdisdik Siantar Wacanakan Bangun SMAN Baru

“Setelah ditransfer, bunganya berjalan lancar setiap bulan. Kalau  yang  didepositokan Rp300
juta, maka bunga perbulannya Rp3.750.000 yang saya terima,” ujarnya.

Namun setelah deposito  tersebut  jatuh  tempo, dan korban meminta uangnya kembali, sampai
saat ini uang tersebut tidak bisa diberikan perusahaan broker tersebut.

“Kita sudah lapor  ke perusahaan  PT TGF di Jakarta. Tapi dia bilang uangnya sudah tidak ada.
Sampai saat ini uang saya juga belum dikembalikan,” ujarnya.

Bukan hanya dia, temannya yang lain juga  menjadi  korban  di  perusahaan  yang  sama. “Jadi
klien saya bukan hanya dia. Ada  tiga  lagi  klien  saya  yang ditipu. Satu ada yang ditipu Rp1,8
miliar. Ada juga yang  ditipu  Rp 500 juta. Ada  juga yang ditipu  Rp 300   juta.   Sehingga   total
kerugian  korban yang  ditipu  perusahaan itu Rp2,9 miliar,” jelas Darmawan Yusuf SE SH MPd
dan Abednego Panjaitan SH selaku kuasa hukum korban.

Pihaknya   sudah   melakukan   somasi  terhadap  perusahaan  itu dan meminta agar uang para
korban dikembalikan.

“Klien kita juga  sudah  menyurati  Bappebti  pada  20 Januari 2016. Hal itu sesuai surat Nomor :
Ist.01/ Dumas / I / 2016   tentang   mohon     perlindungan   hukum  atas  dugaan   penipuan  dan
penggelapan  uang  nasabah   PT  Top  Growth  Futures, ”   imbuhnya.

Baca Juga  Garuda Indonesia Segera Menambah 30 rute penerbangan

Lebih  lanjut  Panjaitan  berharap  Bappebti  segera  mencabut izin perusahaan itu  dan menyita
asset PT TGF agar para korban mendapatkan jaminan.

Bukan   hanya   itu,   para   korban   juga   telah   melaporkan   perusahaan   tersebut   ke DPR RI,
Kementerian Keuangan agar tidak beroperasi kembali.

“Jangan sampai banyak lagi korban dari perusahaan tersebut,” ujarnya.

Dia   menjelaskan,   pada   27  Januari  2016   pihaknya menerima tembusan surat dari Bappebti
yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Topgrowth Futures.

“Sesuai   surat   Nomor  :  25 / BAPPEBTI.2 / SD /01/2016,     Bappebti     sudah    menindaklanjuti
pengaduan   nasabah.  Namun   hingga   kini klien kita belum  ada   menerima   itikad   baik   dari
perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Terpisah,   salah   satu    perwakilan    PT Top Growth Futures,    Imam yang dikonfirmasi berulang
kali via telepon seluler tidak menjawab.

Dilayangkan   pesan   singkat  (SMS)  akan  tudingan  nasabah   terhadap  PT Top Growth  Futures
diduga  melakukan  penipuan  dan  penggelapan  uang  nasabahnya  dan apakah tidak ada itikad
baik, Imam menjawab silahkan menghubungi lawyer perusahaan.

“Silahkan   hubungi  lawyer  perusahaan   bapak   Aloy   Samosir,”  sebutnya dalam pesan singkat
menjawab Wartawan, kemarin.

Dikonfirmasi terpisah, Aloy Samosir tidak menjawab (Radja)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Status Tersangka Eddy Hiariej Gugur, MAKI Bakal Cabut Gugatan

Arsip

MPB Desak Pungli Diknas Paluta Diusut

Arsip

Pesawat Jatuh Di Rumah Tetangga, Korban Dilarikan Ke Rumah Sakit

Berita

WAKIL BUPATI SINTANG PANTAU UJIAN SELEKSI  BAKAL CALON KADES TAHUN 2022

Daerah

Survei Pontianak Kota Layak Huni Dimulai

Berita

Gelar Apel Operasi Bina Karuna Kapuas 2022, Polda Kalbar Serius Tangani Karhutla

Berita

Rencana KBM Tatap Muka Langsung Cabdis Siantar Beserta Ketua MKKS, Berkoodinasi Dengan Satgas Covid-19

Berita

Bupati Tapsel Pimpin Apel Gabungan Siaga Bencana Dan Kesiapan Pengamanan Pilkada 2020