Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Demi mewujudkan pendidikan yang merata dan berkeadilan, Cabang dinas pendidikan Siantar wacanakan pembangunan gedung sekolah menengah atas(SMA) negeri baru, hal ini dikatan kepala cabang dinas pendidikan(Kacabdisdik) Siantar James Andohar Siahaan SSTP saat di jumpai diruang kerjanya Kamis,(22/7/21).
Lebih lanjut James mengatakan, Bahwa dalam hal penerimaan peserta didik baru (PPDB) di cabdisdik Siantar-Simalungun ada banyak pelajaran yang ia dapat, juga animo warga simalungun terlalu tinggi untuk belajar atau seolah di kota siantar sehingga sekolah-sekolah di siantar itu tidak hanya tertuju bagi warga siantar, bahkan warga simalungun yang sudah kalah dalam sistem zonasi pasti juga memaksakan diri untuk mendaftar di sekolah yang ada di kota siantar.
“Intinya saya lihat ada kurang seimbangan. mungkin mutu, prestasi dan kwalitas sekolah di simalungun sehingga ada sedikit kekwatiran orang tua bahwa ketika anak mereka bersekolah di simalungun kurang maksimal”. Ujar James.
Kemudian lanjut James, Bahwa di kota siantar dengan jumlah sekolah menenga pertama dengan kapasitas sekolah menengah atas yang kita miliki tidak berimbang auputnya dengan jumlah daya tampung SMA yang kita miliki, hal ini sudah kita suarakan melalui komisi II DPRD Pematangsiantar.
“Hal ini juga sudah disarankan dan mermohon kepada DPRD agar kiranya masukan dan saran kita bisa dipertimbangkan supaya tahun depan kita sudah bisa menyiapkan sekolah baru , karena kita melihat beberapa daerah lain calon peserta didik baru selalu kalah dalam jalur zonasi ,contohnya seperti di Siantar Marimbun mau ke SMAN 6 juga kalah bersaing, ke SMAN 1 juga kalah, jadi kita masih membutuhkan kurang lebih tiga gedung baru SMAN di kota siantar agar pendidikan yang berkeadilan bisa tercapai juga disamping itu SMAN yang ada di simalungun agar lebih meningkatkan mutu maupun prestasi”. ucap James.
Saat disinggung terkait masih banyak lulusan SMPN yang tidak dapat menikmati atau masuk ke SMA Negeri seperti di daerah kecamatan Tanah Jawa juga Kecamatan Hatonduhan, menanggapi hal ini James menjelaskan, Bahwa hal itu pihaknya sudah menyiasati dengan pertimbangan , karena SMAN Tanah Jawa berada di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Tanah Jawa, Kecamatan Hatonduhan dan Kecamatan Jawa Maraja, Sekolah tersebut mengakomudir tiga kecamatan yang penduduknya lumayan padat,padahal cabdis sudah menambah dua ruang belajar tetapi tetap masih kurang.
Dalam kesempatan ini juga James meminta kepada orang tua maupun warga bersabar. ” Saya sedang berjuang mengajukan supaya berdiri satu SMAN di kecamatan Hatonduhan, karena apapun ceritanya kalau secara zonasi daerah ini pasti kalah untuk masuk ke SMAN Tanah Jawa, sedangkan untuk CPD untuk daerah Tanah Jawa SMAN Tanah Jawa sudah full”.
Untuk itu, kata James, bahwa ia sudah berkoordinasi dengan Bupati Simalungun menyangkut pembangunan SMAN di Hatonduhan dan mereka sudah menyiapkan lahan,artinya kami harus meyakinkan gubernur bahwa pemkab simalungun bersedia menyiapkan lahan sehingga ada dasar gubernur melalui dinas pendidikan provsu untuk menyiapkan anggaran untuk membangun sekolah tersebut.
Kalaupun nanti bertahap pembangunannya kita harus bersabar yang pasti ini harus direalisasikan. Pungkas James Andohar Siahaan.
Toni Tambunan.







