Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Sabtu, 27 Agustus 2016 - 14:08 WIB

Pengusaha Aljazair Rela Bayari Denda Wanita Berhijab di Eropa

Viewer: 599
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Rachid Nekkaz menggelar kampanye unik memprotes kebijakan pelarangan hijab terhadap perempuan muslim. Pengusaha asal Aljazair itu sengaja membayari denda yang diterima para wanita di Eropa hanya karena menjalankan perintah agama.

Huffington Post melaporkan, Sabtu (27/8), Nekkaz mengaku bersedia membayar denda untuk setiap perempuan dilarang mengenakan burkini. “Prancis telah menjadi negara diktator bagi perempuan muslim,” ujarnya.

Saat merespon larangan memakai burkini, Nekkaz langsung mengirim surat kepada 26 wali kota di seantero Prancis yang menerapkan kebijakan diskriminatif itu. Dia minta tagihan denda langsung dikirim padanya untuk langsung dibayar. Tawaran Nekkaz belum direspon sampai sekarang.

Baca Juga  Viral Sopir Taksi Kerja Sambil Gunakan Selang Oksigen, Sampai Harus Cuci Darah Sambil Menyetir

Kendati begitu, pengusaha 44 tahun ini mengaku sudah ada lima kasus larangan burkini yang dia bayari dendanya secara swadaya.

Perjuangan Nekkaz mendukung hak muslimah mengenakan hijab sudah dimulai sejak 2011. Pada tahun itu, Pengadilan Tinggi Prancis mulai melarang perempuan muslim memakai niqab di ruang publik. Dia kemudian menggelar kampanye penggalangan dana senilai 1 juta Euro.

Berbekal dana itu, Nekkaz membayar 1.165 denda perempuan berhijab di Prancis saja. Sisa uangnya masih cukup membayar denda untuk 268 perempuan muslim di Belgia, dua di Belanda, dan satu di Swiss.

Rachid Nekkaz bersama wanita berniqab di Prancis (c) 2016 Merdeka.com/Alchetron

Nekkaz mengaku sudah menghabiskan 245 ribu Euro (setara Rp 3,6 miliar) untuk membayar denda-denda tersebut. “Melarang perempuan muslim memakai baju sesuai keyakinannya tidak berhubungan dengan integrasi mereka ke masyarakat Eropa. Ini sepenuhnya kebijakan Islamofobik,” kata Nekkaz.

Baca Juga  Alibaba Diinvestigasi China, Jack Ma Dilarang ke Luar Negeri

Uniknya, Nekkaz menyebut dirinya muslim liberal. Dia menolak perempuan mengenakan baju kurung seperti burqa atau niqab. Dulunya Nekkaz adalah warga negara Prancis. Namun sejak 10 tahun terakhir dia melepas kewarganegaraannya kemudian hijrah ke Aljazair.

“Yang saya bela adalah hak asasi manusia,” ujarnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Bakal Wagub Ahok Diperiksa KPK Terkait Kasus Reklamasi-KompasNasional

Arsip

Bakal Wagub Ahok Diperiksa KPK Terkait Kasus Reklamasi

Berita

Independensi DPR jadi Sorotan dalam Pemilihan Gubernur BI

Arsip

Alami Kekerasan dari Ayah Sendiri Usai Labrak Selingkuhannya, Shafa Dibela KPAI

Arsip

Terkait Visi Misi Bupati Gayo Lues Masyarakat Porang Sedah Menjalankan Pola 1821

Arsip

Putusan Dinilai Tak Adil Gawat, Surat Abal-abal Kalahkan Sertifikat Tanah

Arsip

Diduga Gelapkan Uang Nasabah Rp1,3 M Mantan Kacab Bank Diringkus Polisi

Arsip

Gurauan Jokowi Bikin Presiden Bank Dunia Tertawa

Berita

Pantai Pangandaran bebas PKL