Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Sabtu, 27 Agustus 2016 - 14:08 WIB

Pengusaha Aljazair Rela Bayari Denda Wanita Berhijab di Eropa

Viewer: 591
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Rachid Nekkaz menggelar kampanye unik memprotes kebijakan pelarangan hijab terhadap perempuan muslim. Pengusaha asal Aljazair itu sengaja membayari denda yang diterima para wanita di Eropa hanya karena menjalankan perintah agama.

Huffington Post melaporkan, Sabtu (27/8), Nekkaz mengaku bersedia membayar denda untuk setiap perempuan dilarang mengenakan burkini. “Prancis telah menjadi negara diktator bagi perempuan muslim,” ujarnya.

Saat merespon larangan memakai burkini, Nekkaz langsung mengirim surat kepada 26 wali kota di seantero Prancis yang menerapkan kebijakan diskriminatif itu. Dia minta tagihan denda langsung dikirim padanya untuk langsung dibayar. Tawaran Nekkaz belum direspon sampai sekarang.

Baca Juga  Para petinggi Partai Gerindra, PKS dan PAN bertemu di kediaman Prabowo

Kendati begitu, pengusaha 44 tahun ini mengaku sudah ada lima kasus larangan burkini yang dia bayari dendanya secara swadaya.

Perjuangan Nekkaz mendukung hak muslimah mengenakan hijab sudah dimulai sejak 2011. Pada tahun itu, Pengadilan Tinggi Prancis mulai melarang perempuan muslim memakai niqab di ruang publik. Dia kemudian menggelar kampanye penggalangan dana senilai 1 juta Euro.

Berbekal dana itu, Nekkaz membayar 1.165 denda perempuan berhijab di Prancis saja. Sisa uangnya masih cukup membayar denda untuk 268 perempuan muslim di Belgia, dua di Belanda, dan satu di Swiss.

Rachid Nekkaz bersama wanita berniqab di Prancis (c) 2016 Merdeka.com/Alchetron

Nekkaz mengaku sudah menghabiskan 245 ribu Euro (setara Rp 3,6 miliar) untuk membayar denda-denda tersebut. “Melarang perempuan muslim memakai baju sesuai keyakinannya tidak berhubungan dengan integrasi mereka ke masyarakat Eropa. Ini sepenuhnya kebijakan Islamofobik,” kata Nekkaz.

Baca Juga  Bursa Transfer: Arsenal Lepas Francis Coquelin ke Valencia

Uniknya, Nekkaz menyebut dirinya muslim liberal. Dia menolak perempuan mengenakan baju kurung seperti burqa atau niqab. Dulunya Nekkaz adalah warga negara Prancis. Namun sejak 10 tahun terakhir dia melepas kewarganegaraannya kemudian hijrah ke Aljazair.

“Yang saya bela adalah hak asasi manusia,” ujarnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Ditetapkan Jadi Tersangka, Hary Tanoe Dicegah Bepergian ke Luar Negeri

Berita

Keluarga Korban Meninggal KM Lestari Maju Diberi Santunan Rp 50 Juta

Arsip

Berkelakuan Baik, Saipul Jamiell Divonis 3 Tahun Penjara

Internasional

Resmikan Kedubes Israel di Abu Dhabi, Yair Lapid: Timur Tengah Rumah Kami

Berita

Ratusan Guru Honorer Blitar Unjuk Rasa Protes Syarat Pendaftaran CPNS

Arsip

Sebar Kartun Hina Islam, Penulis Ini Ditembak Mati di Pengadilan

Internasional

Eks Kepala Intelijen Arab Saudi Diburu, Bakal Berakhir Seperti Jamal Khashoggi?

Arsip

Rupiah Masih Diposisi Rp 13.000-an per USD