Viewer: 756
0 0

Home / Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2020 - 09:25 WIB

Pemulihan Ekonomi RI Diklaim Pakar Sebagai Yang Tercepat Setelah Tiongkok, Kapan?

Viewer: 757
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 36 Detik

Kompasnasional | Pandemi Corona diketahui begitu berdampak, tak hanya dari segi kesehatan tetapi juga perekonomian. Bahkan banyak pakar ekonomi yang menyebut dunia tengah di ambang jurang resesi.

Kendati demikian, rupanya masih ada secercah harapan Indonesia bakal bisa melalui krisis tersebut. Bahkan belum lama ini pakar ekonomi Amerika Serikat, Morgan Stanley, menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara Asia di luar Jepang dengan pemulihan ekonomi tercepat kedua di dunia.

Menurut Morgan Stanley, Tiongkok masih berada di peringkat pertama negara dengan kemampuan pemulihan ekonomi tercepat di dunia. Sedangkan di kategori yang sama dengan Indonesia ada pula negara Filipina, Korea Selatan, Taiwan, dan India.

Namun yang menjadi pertanyaan, kira-kira kapankah perekonomian Indonesia akan kembali pulih berdasarkan analisis Morgan Stanley? Rupanya negara dalam kategori seperti Indonesia diprediksi bisa pulih ekonominya pada Kuartal IV-2020 atau paling lambat awal tahun 2021.

Baca Juga  Lebih Hemat Dari Elpiji, ESDM Bangun 200 Ribu Jaringan Gas 2017

“Negara-negara tersebut bisa kembali berdaya perekonomiannya,” ujar Morgan Stanley dalam riset bertajuk “Asia Economic Mid-Year Outlook”, Senin (22/6). “Seperti sebelum COVID-19 pada Kuartal IV-2020 dan pada Kuartal I-2021.”

Sementara untuk Tiongkok, sebagai peringkat 1, diprediksi bisa kembali seperti sediakala pada Kuartal III-2020 yang sudah di depan mata. Sedangkan untuk negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Hong Kong diprediksi baru bisa kembali perekonomiannya pada Kuartal II-2021.

Menurut Morgan Stanley, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan pemulihan perekonomian setiap negara. Seperti terkait seberapa besar dampak dinamika pertumbuhan ekonomi global terhadap struktur pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Baca Juga  Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 Jadi Rp 601.000 Per Gram

Kedua, efektivitas respons yang dikeluarkan oleh lembaga untuk menahan efek negatif COVID-19 yang lebih dalam. “Termasuk di dalamnya, bagaimana efektivitas respons negara dalam menjaga permintaan domestik,” tutur Morgan Stanley, seperti dikutip dari Kontan, Selasa (23/6).

Sebelumnya, pendiri Lippo Group, Mochtar Riady juga sempat menyampaikan analisisnya terkait negara-negara yang bakal selamat dari krisis finansial dan ekonomi yang mengiringi pandemi Corona ini. Menurut Mochtar, Indonesia bisa masuk dalam daftar tersebut dengan persyaratan harus mampu merangkul negara-negara ASEAN. (WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jokowi Sebar Dana Kelurahan Rp 3 Triliun Tahun Depan

Arsip

Ikan Arwana Senilai Rp 1,9 Miliar Gagal Diselundupkan

Arsip

Menkeu Sri Mulyani janjikan jaga APBN 2018 dari pemborosan dan korupsi

Berita

Pemkot Bogor Evaluasi Tempat Hiburan Malam

Ekonomi

Giant Tumbang, Asosiasi UMKM Minta Indomaret Cs Dibatasi
Buruan Daftar! Kartu Pra Kerja Resmi Dibuka

Berita

Buruan Daftar! Kartu Pra Kerja Resmi Dibuka

Ekonomi

KPK Panggil Presdir Lippo Karawaci Terkait Kasus Suap Meikarta

Ekonomi

Singapura Kini Resesi karena Corona, Terburuk Sejak 1965