Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Reviews

Sabtu, 23 Juli 2016 - 14:31 WIB

Pakai BBG, Pengemudi Bajaj Gas Bawa Pulang Rp 300.000 Per Hari

Viewer: 748
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 15 Detik

Pemerintah mulai melupakan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG). Padahal, BBG memberikan nilai tambah yang lebih untuk para penggunanya.

Salah satunya, Dodi (46). Pengemudi bajaj gas ini mengaku pendapatannya meningkat sejak menggunakan BBG ketimbang menggunakan BBM untuk bajajnya yang lama.

Menurutnya, sejak menggunakan BBG, biaya operasional untuk mengangkut penumpang berkurang. Bahkan, Dodi menegaskan dalam satu hari, keuntungan yang didapat bisa mencapai Rp 200.000 hingga Rp 300.000 per hari.

“Kalau lagi ramai-ramainya mah bisa dapat sampai Rp 300.000 bersih dan dibawa pulang ke rumah,” ujar Dodi kepada merdeka.com di Jakarta, Sabtu (23/7).

Baca Juga  Rupiah Melemah ke Rp 13.214 per USD

Hasil keuntungan bersih tersebut dihitung setelah biaya operasional seperti setoran ke pemilik bajaj sebesar Rp 130.000 per hari dan membeli BBG sebesar Rp 20.000 per hari.

Setiap harinya, dia beroperasi dari jam 6 pagi hingga jam 9 malam di kawasan Jakarta Pusat. Bahan bakarnya pun, kata dia, hanya diisi satu kali dalam sehari. Padahal, sebelumnya kalau pakai BBM itu bisa dua sampai tiga kali sehari.

Baca Juga  Kapolri dan Kapoldasu Bekerja Harus Lebih Berhati-hati , Abednego SH:Penerapan Pasal Pencemaran Nama Baik Resahkan Wartawan

“Saya cuma isi 6 lsp (liter setara premium) ya cuma Rp 20.000. Dulu minimal Rp 70.000 sampai Rp 90.000 per hari buat bensin saja,” tegasnya.

Selain itu, biaya perawatan bajaj gas pun lebih irit tidak sampai Rp 100.000. Hal ini karena pengemudi tidak perlu melakukan pergantian oli secara rutin dan tidak mengeluarkan polusi dari pembuangan mesin.

“Buat saya untungnya lebih banyak, yang naik lebih nyaman, yang nggak naik juga kan enggak keganggu karena enggak berisik,” pungkasnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Printerous Moments App, Aplikasi Photo Printing Pertama di Indonesia

Arsip

Kemunculan SBY dan Seabrek Kritik Untuk Rezim Jokowi-JK

Berita

guide alias pemandu tamu, ditemukan tewas di Kualanamu

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)
Edit Foto di Prisma Versi iOS Tak Butuh Internet-kompasnasional

Arsip

Edit Foto di Prisma Versi iOS Tak Butuh Internet
Foto ilustrasi Gedung Setneg Jakarta

Ekonomi

Waduh, Pejabat Setneg Ini Dinonaktifkan gegara Istri Pamer Harta

Arsip

Menhub Budi janji beri payung hukum untuk ojek online
Melahirkan di Luar Nikah, Siswi SMA Ini Adukan Ayah Bayinya-KompasNasional

Arsip

Melahirkan di Luar Nikah, Siswi SMA Ini Adukan Ayah Bayinya