Home / Berita / Daerah / Medan / Reviews / Travel

Jumat, 29 Juni 2018 - 14:23 WIB

Ada Jurang di Danau Toba, Petugas Sulit Evakuasi Korban KM Sinar Bangun

Proses Evakuasi Korban Kapal Sinar Bangun Foto: ANTARA FOTO

Proses Evakuasi Korban Kapal Sinar Bangun Foto: ANTARA FOTO

Viewer: 672
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 23 Detik

KompasNasional.com,Jakarta – Hingga saat ini petugas masih kesulitan mengevakuasi korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Danau Toba.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjo menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab sulitnya mengevakuasi para korban KM Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara. Salah satunya adalah, keberadaan jurang dengan kedalaman 600 meter yang perlu kewaspadaan ekstra.

“Jadi ada jurang seperti kedalamannya lebih dari 600 meter, kalau sampai masuk ke sana semakin sulit lagi (evakuasinya), jadi kita memang harus dipikirkan planning bagaimana mengangkatnya,” kata Soerjanto saat jumpa pers di Kantor Basarnas, Jakarta Pusat, Kamis 28 Juni 2018.

Baca Juga  Dinas Lingkungan Hidup Raker di Komisi III DPRD Samosir

Selain itu, Soerjanto juga menjelaskan mengapa korban yang sudah meninggal dunia tak terapung.

Menurut penuturannya, usai berkonsultasi dengan dokter forensik Universitas Indonesia, sulitnya jasad terapung disebabkan faktor dinginnya suhu di lokasi, sehingga tubuh tak bernyawa yang seharusnya mudah terapung di perairan malah semakin tenggelam.

“Jadi kenapa jasad ini tidak muncul ke atas. Saya tanya ‘dok ini kenapa kok para jasad ini nggak naik ke atas?’ (dijawab) kalau temperaturnya dingin di dasar danau, itu seperti kita menaruh makan di kulkas jadi reaksi pembusukannya itu lambat, jadi kenapa jasad itu bisa naik karena kita harus lebih ringan dari air,” tutur dia.

Baca Juga  Peduli Lingkungan, Bupati Tapsel Kembali Tinjau Penimbangan Sampah di Huta Ginjang

Hingga saat ini, 24 korban KM Sinar Bangun telah berhasil ditemukan tim gabungan. Total korban jiwa tercatat sebanyak tiga orang, dengan sisa di antaranya ditemukan selamat dan tengah menjalani masa pemulihan.

Satu korban jiwa diketahui sudah dievakuasi dan dipulangkan kepada pihak keluarga. Sedangkan dua lainnya, Basarnas dan Tim Gabungan, menjelaskan masih dalam level proses evakuasi. Keduanya ditemukan lewat tangkapan gambar deteksi teknologi Robot ROV dan Mulit-Beam Sonar yang memetakan kordinat di titik 450 m di kedalaman air.(Liputan6/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kunjungan Kerja Spesifik Komisi III DPR RI di Provinsi Kalbar

Berita

Pemkab Simalungun Kembali Aktifkan Beasiswa Arnita di IPB

Berita

Dandim 1206/Putussibau Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat

Berita

Wakil Bupati Kapuas Hulu Gelar Ramah Tamah Bersama Wakil Gubernur Dan Ormas Islam Kabupaten Kapuas Hulu 

Daerah

Panit Reskrim Bimbing Siswa Latja belajar Fungsi Ilmu Kepolisian Terntang Fungsi Reskrim.
Ket:Foto//Kabid Paud Diknas Siantar

Berita

Ditengah Covid-19Kabid Paud Dikdas Siantar: US Secara Online Tetap Dilaksanakan

Berita

Bupati Tapanuli Utara Resmikan Therapeutik Feeding Centre (TFC) / Pusat Pemulihan Gizi Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2022

Berita

TIDAK MEMILIKI TPA SAMPAH, MASYARAKAT TERPAKSA MEMBUANG SAMPAH KE BANTARAN SUNGAI MELAWI.