Kompasnasional | Kepala PT PLN Persero UP3 Nias, Darwin Simajuntak menyatakan bahwa padamnya listrik di Kepulauan Nias bukan karena kekurangan daya.
Daya pembangkit listrik PLN yang telah tersedia di Kepulauan Nias sekitar 74 megawatt, sementara yang terpakai sekitar 34 megawatt, sehingga masih tersisa 40 megawatt yang hingga kini belum terpakai.
“Sisa daya listrik tersebut, tidak habis terpakai walaupun seluruh desa di kepulauan Nias teraliri listrik. Bahkan cukup untuk pihak investor yang akan mengembangkan usahanya di Kepulauan Nias,” terang Darwin, Selasa (4/8/2020).
Terkait padamnya listrik di Kepulauan Nias, kata dia, disebabkan gangguan pohon, cuaca, tanah longsor, dan akibat layang-layang. Kondisi ini menurutnya telah disampaikan kepada Pemerintah daerah di Kepulauan Nias.
Solusi yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Nias dan Pemerintah Kota Gunungsitoli yakni menyurati seluruh masyarakatnya melalui Pemerintah Desa agar membebaskan pohonnya untuk dipangkas atau ditebang oleh pihak PLN.
Sehingga ke depan nantinya tidak mengganggu jaringan listrik. Kemudian masyarakat juga diimbau tidak menanam pohon di dekat jaringan listrik.
Darwin optimis bila masyarakat mengindahkan imbauan Pemda tersebut, aliran listrik PLN di kepulauan Nias tidak mudah padam.(RRI/Red)








