Home / Opini

Jumat, 22 Januari 2021 - 13:47 WIB

MUI Tolak PAM Swakarsa, Cemas Premanisme Dijamin Aparat

Viewer: 412
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

Kompasnasional l Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menilai calon Kapolri Komisaris Jendral Listyo Sigit Prabowo tak perlu lagi menghidupkan pengamanan masyarakat atau PAM Swakarsa yang rentan memicu premanisme.
“Enggak perlu lah. Saya pikir cukup keamanan polisi. Dan masyarakat dikasih tanggung jawab untuk jaga keamanan bersama. Enggak perlu ada PAM Swakarsa menurut hemat kami,” kata Cholil kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/1).

Cholil khawatir potensi penyalahgunaan PAM Swakarsa. Contohnya, para preman yang potensial bergabung bila proses seleksi rekrutmen dilakukan asal-asalan.

Karena nanti takut jadi penyalahgunaan. Nanti kalau seleksinya enggak bagus, yang masuk preman jadi premanisme. Karena dia dijamin oleh aparat keamanan,” kata dia.

Baca Juga  Tanggapi Isu Kaitan ISIS dengan Habib Rizieq, Luqman Hakim: Bohong adalah Ibu dari Segala Dosa

Tak hanya itu, Cholil juga menyoroti PAM Swakarsa potensial bersifat kontraproduktif terhadap kondisi keamanan di Indonesia. Ia khawatir banyak masyarakat sipil yang tak terlatih justru diberikan kewenangan besar untuk mengurus keamanan.

“Enggak terlatih sebagai pengaman, tapi jadi bagian dari pengamanan, itu malah jadi kontraproduktif,” kata dia.

Program menghidupkan kembali PAM Swakarsa yang akan dilakukan Listyo ketika menjabat sebagai Kapolri menjadi sorotan publik belakangan ini.

Ia mau menghidupkan kembali PAM Swakarsa demi mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga  Manado Ingin Bangun Sirkuit Balap Ala Monaco Dan Singapura

“PAM Swakarsa harus lebih diaktifkan untuk mewujudkan pemeliharaan kamtibmas. Jadi, kita hidupkan kembali,” kata dia.

Rencana Listyo itu turut didukung oleh Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani. Jaleswari mengatakan PAM Swakarsa yang hendak dihidupkan Polri berbeda dengan PAM Swakarsa yang dibentuk era Orde Baru. Ia menyatakan PAM Swakarsa versi Polri nantinya tak berkaitan dengan masa lalu.

“PAM Swakarsa yang dimaksud Kapolri Sigit berbeda dengan Pam Swakarsa 1998,” kata Jaleswari dalam keterangan tertulis, Kamis (21/1).
(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Antasari Azhar Restui Firman Wijaya Lawan SBY

Opini

Pengamat Intelijen: Ada Tiga Kelompok Penolak Calon Kapolri Listyo Sigit, Terakhir Paling Berbahaya

Opini

Pengamat Kepolisian Sisno Adiwinoto Nilai Investigasi Komnas HAM Gagal Fokus

Opini

Kekuatan di Balik Anies Baswedan Nyapres di 2024, JK Akan Mati-matian…

Berita

Diduga adanya Kecurangan Proses rekrutmen,Peserta seleksi Satpol PP Laporkan ke Ombudsman

Opini

Capres Muda dengan Elektabilitas Tinggi Terbentur Restu Partai di 2024

Opini

Temuan KPAI di Apel Ganyang Komunis: Anak-anak Merokok dan Berbagi Hisapan

Opini

Kalau Jokowi Pinang Risma & Susi Pudjiastuti, Demi Bangsa dan Negara: Pasti Diterima!