Home / Opini

Jumat, 22 Januari 2021 - 13:47 WIB

MUI Tolak PAM Swakarsa, Cemas Premanisme Dijamin Aparat

Viewer: 388
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

Kompasnasional l Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menilai calon Kapolri Komisaris Jendral Listyo Sigit Prabowo tak perlu lagi menghidupkan pengamanan masyarakat atau PAM Swakarsa yang rentan memicu premanisme.
“Enggak perlu lah. Saya pikir cukup keamanan polisi. Dan masyarakat dikasih tanggung jawab untuk jaga keamanan bersama. Enggak perlu ada PAM Swakarsa menurut hemat kami,” kata Cholil kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/1).

Cholil khawatir potensi penyalahgunaan PAM Swakarsa. Contohnya, para preman yang potensial bergabung bila proses seleksi rekrutmen dilakukan asal-asalan.

Karena nanti takut jadi penyalahgunaan. Nanti kalau seleksinya enggak bagus, yang masuk preman jadi premanisme. Karena dia dijamin oleh aparat keamanan,” kata dia.

Baca Juga  Hadiri Deklarasi KAMI, Hikmahanto: Dubes Palestina Bisa Dipanggil Pulang

Tak hanya itu, Cholil juga menyoroti PAM Swakarsa potensial bersifat kontraproduktif terhadap kondisi keamanan di Indonesia. Ia khawatir banyak masyarakat sipil yang tak terlatih justru diberikan kewenangan besar untuk mengurus keamanan.

“Enggak terlatih sebagai pengaman, tapi jadi bagian dari pengamanan, itu malah jadi kontraproduktif,” kata dia.

Program menghidupkan kembali PAM Swakarsa yang akan dilakukan Listyo ketika menjabat sebagai Kapolri menjadi sorotan publik belakangan ini.

Ia mau menghidupkan kembali PAM Swakarsa demi mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga  Peran Oposisi PKS, Demokrat dan PAN bak Pepatah Arab 'Wujuduhu Kaadamihi'

“PAM Swakarsa harus lebih diaktifkan untuk mewujudkan pemeliharaan kamtibmas. Jadi, kita hidupkan kembali,” kata dia.

Rencana Listyo itu turut didukung oleh Deputi V Kantor Staf Presiden, Jaleswari Pramodhawardani. Jaleswari mengatakan PAM Swakarsa yang hendak dihidupkan Polri berbeda dengan PAM Swakarsa yang dibentuk era Orde Baru. Ia menyatakan PAM Swakarsa versi Polri nantinya tak berkaitan dengan masa lalu.

“PAM Swakarsa yang dimaksud Kapolri Sigit berbeda dengan Pam Swakarsa 1998,” kata Jaleswari dalam keterangan tertulis, Kamis (21/1).
(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

KLB Partai Demokrat Pengamat: Sebaiknya Moeldoko Mundur dari KSP

Opini

VIRAL Video Dugaan Pelecehan Bendera Merah Putih, Ahli: Nggak Main-main Hukumannya, Serius Sekali!
Sore Ini Sibolangit Hujan Lebat Disertai Petir-KompasNasional

Arsip

Sore Ini Sibolangit Hujan Lebat Disertai Petir

Opini

Peryerang kantor PWI Riau dapat diancam penjara lima tahun

Opini

Novel Sarankan Listyo Sigit ‘Bebaskan HRS agar Dicintai Islam, Ferdinand: Semua Agama Cinta Hukum

Opini

Bukan Lulusan Akpol, Kapolda Jateng Ahmad Luthfi Calon Kuat Kapolri?

Opini

IPW Sebut Calon Kapolri Harus Pernah Menjadi Kapolda di Jawa atau Daerah Rawan
Orang Yang Menyumbang Emas Tugu Monas Adalah Teuku Markam Asal Aceh -Detikasia

Arsip

Orang Yang Menyumbang Emas Tugu Monas Adalah Teuku Markam Asal Aceh