Home / Asahan / Berita / Daerah / Kesehatan / Opini

Rabu, 23 November 2022 - 10:20 WIB

Puluhan Nakes Asahan Gelar Aksi Menginap di Teras Kantor DPRD

Viewer: 4289
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Asahan, Jejaknasional.com – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Asahan, Sumatera Utara (Sumut) yang berstatus tenaga kontrak sukarela (TKS) bekerja di sejumlah Puskesmas melakukan aksi menginap di teras kantor gedung DPRD Asahan. Hujan yang mengguyur Asahan di malam hari tak menyurutkan niat nakes tersebut.
Pantauan detikSumut Selasa (22/11/2022) hingga pukul 22.00 WIB para nakes masih berada di teras kantor gedung wakil rakyat tersebut. Ada sekitar 30 orang perawat terdiri dari pria dan wanita yang melakukan aksi menginap. Mereka datang lengkap dengan pakaian putih-putih ala tenaga kesehatan.

“Aksi ini sebagai simbol protes dan kekecewaan kita sekaligus mengawal keputusan dalam rapat paripurna di DPRD Asahan ini yang salah satu agendanya itu mengesahkan tambahan anggaran untuk teman-teman ini yang kita ajukan hanya Rp 300 ribu per bulan,” kata Andre Ansulin koordinasi nakes saat diwawancarai wartawan di halaman kantor DPRD Asahan.

Baca Juga  MENGUAK TABIR BANSOS SAMOSIR: DARI PERESMIAN BUMDESMA HINGGA DUGAAN PENYELEWENGAN RATUSAN JUTA RUPIAH

Ia menambahkan sebelumnya mereka sudah menggelar beberapa kali aksi unjuk rasa menuntut kesejahteraan nakes yang berstatus TKS di Asahan hingga melakukan aksi jahit mulut beberapa waktu lalu namun hingga saat ini belum ada kepastian hasil dari perjuangan mereka.

“Beberapa waktu lalu Kadis Kesehatan sudah menerbitkan nota dinas terkait penyusunan anggaran intensif tenaga kesehatan ditampung dalam APBD 2023. Ini kesepakatan diambil dalam paripurna besok makanya kita kawal dengan aksi menginap di sini,” ujarnya.

Baca Juga  Jadwal Lengkap Pilkada 2024, Mulai Coblos Akhir November

Sebelumnya, lima nakes di Asahan menggelar aksi jahit mulut sebagai bentuk protes tak ada kejelasan status profesi mereka. Aksi itu digelar pada Selasa 27 September 2022 lalu.

Syahrizal salah seorang tenaga kesehatan TKS di Asahan menyebutkan rata-rata rekannya ini telah mengabdi antara 5 tahun hingga 16 tahun tanpa diupah dengan layak.

“Belasan tahun rekan kami bekerja di Pustu (Puskesmas Pembantu), tidak digaji dengan yang layak. Ada yang menerima Rp 100 sampai Rp 300 per bulan gajinya disisihkan dari PNS-PNS di Puskesmas tempat kami bekerja, ada yang bidan perawat dan tenaga farmasi,” (Hen/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pemko P.Sidempuan Kembali Laksanakan Safari Isra’ Mi’raj Sambut Ramadhan 1443 H

Kesehatan

Wapres Ma’ruf Amin Mengingatkan Pentingnya Pesantren Menerapkan Protokol Kesehatan

Berita

Motivasi Semangat Belajar, Satgas Yonif Mekanis 643 Beri Bantuan PAUD Wanara Sakti

Berita

Insentif Kades Rt Rw Damang Dan Mantir Adat. Di Kotim Akan Naik Tahun 2021

Berita

Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar Serahkan Qurban Sapi Bantuan Presiden RI

Berita

Bupati Taput Lepas 5 Atlet Menuju PON XX Papua.

Berita

Danyonif 123 /RW Terima Audensi Pengurus Askot PSSI Kota Psp

Berita

Wagub Ria Norsan Serahkan Bantuan Korban Bencana Banjir di Sintang