Home / Asahan / Berita / Daerah / Kesehatan / Opini

Rabu, 23 November 2022 - 10:20 WIB

Puluhan Nakes Asahan Gelar Aksi Menginap di Teras Kantor DPRD

Viewer: 4308
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 33 Detik

Asahan, Jejaknasional.com – Puluhan tenaga kesehatan (nakes) di Asahan, Sumatera Utara (Sumut) yang berstatus tenaga kontrak sukarela (TKS) bekerja di sejumlah Puskesmas melakukan aksi menginap di teras kantor gedung DPRD Asahan. Hujan yang mengguyur Asahan di malam hari tak menyurutkan niat nakes tersebut.
Pantauan detikSumut Selasa (22/11/2022) hingga pukul 22.00 WIB para nakes masih berada di teras kantor gedung wakil rakyat tersebut. Ada sekitar 30 orang perawat terdiri dari pria dan wanita yang melakukan aksi menginap. Mereka datang lengkap dengan pakaian putih-putih ala tenaga kesehatan.

“Aksi ini sebagai simbol protes dan kekecewaan kita sekaligus mengawal keputusan dalam rapat paripurna di DPRD Asahan ini yang salah satu agendanya itu mengesahkan tambahan anggaran untuk teman-teman ini yang kita ajukan hanya Rp 300 ribu per bulan,” kata Andre Ansulin koordinasi nakes saat diwawancarai wartawan di halaman kantor DPRD Asahan.

Baca Juga  Satgas Yonif 407/PK Sigap Bantu Persalinan Darurat, Bayi Warga Perbatasan Lahir Selamat*

Ia menambahkan sebelumnya mereka sudah menggelar beberapa kali aksi unjuk rasa menuntut kesejahteraan nakes yang berstatus TKS di Asahan hingga melakukan aksi jahit mulut beberapa waktu lalu namun hingga saat ini belum ada kepastian hasil dari perjuangan mereka.

“Beberapa waktu lalu Kadis Kesehatan sudah menerbitkan nota dinas terkait penyusunan anggaran intensif tenaga kesehatan ditampung dalam APBD 2023. Ini kesepakatan diambil dalam paripurna besok makanya kita kawal dengan aksi menginap di sini,” ujarnya.

Baca Juga  Dinas Perhubungan Pemkab Samosir Distribusikan 619 Life Jacket Kepada 120 Pemilik Kapal di Kabupaten Samosir

Sebelumnya, lima nakes di Asahan menggelar aksi jahit mulut sebagai bentuk protes tak ada kejelasan status profesi mereka. Aksi itu digelar pada Selasa 27 September 2022 lalu.

Syahrizal salah seorang tenaga kesehatan TKS di Asahan menyebutkan rata-rata rekannya ini telah mengabdi antara 5 tahun hingga 16 tahun tanpa diupah dengan layak.

“Belasan tahun rekan kami bekerja di Pustu (Puskesmas Pembantu), tidak digaji dengan yang layak. Ada yang menerima Rp 100 sampai Rp 300 per bulan gajinya disisihkan dari PNS-PNS di Puskesmas tempat kami bekerja, ada yang bidan perawat dan tenaga farmasi,” (Hen/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Selamat! 37 Siswa SMA Negeri 6 Pematangsiantar Lulus Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Berita

Pangdam XII/Tpr dan Kapolda Tinjau Langsung Upaya Penanganan Karhutla di Kubu Raya*

Berita

Pemkab Samosir Dapat Bantuan Bibit Tanaman untuk Penanganan Longsor dari Prov Sumut

Berita

RPH Butuh Perhatian Serius dari Walikota Pematangsiantar

Berita

Wagub Kalbar : Jangan Merasa Puas Kalau Sudah Juara

Berita

Lebaran 2022, BI Pematangsiantar Sediakan Rp. 3,1 Triliun Uang Pecahan Baru

Berita

Bupati Sambas Sambut Tim Gabsis Telah Juarai Kompentisi Liga 3 Zona Kalbar Di Istana Alwazikhabillah

Berita

Kapolda Kalbar Hadiri Launching Aplikasi Asap Digital Nasional Secara Virtual