Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi

Senin, 22 Agustus 2016 - 11:38 WIB

KSPI: Harga Rokok Rp 50.000 Per Bungkus Memicu PHK Besar-besaran

Viewer: 586
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

JAKARTA – Kompasnasional.com

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak wacana menaikan harga rokok yang mencapai kisaran Rp 50.000 per bungkus.

Presiden KSPI Said Iqbal menjelaskan, mahalnya harga rokok akan menurunkan daya beli masyarakat. Akibatnya, industri rokok akan menurunkan jumlah produksinya kemudian berujung pada ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran.

“Buruh menolak keras wacana pemerintah menaikan harga rokok, diwacanakan naik hingga Rp 50.000, dengan cara menaikan harga cukai rokok,” kata Said melalui keterangan tertulis, Senin (22/8/2016).

Ia mengatakan, situasi saat ini, 80 persen pekerja industri rokok berasal dari alih daya dan sudah bekerja selama puluhan tahun. Jika harga rokok dinaikkan, menurut Said, membuat mereka rentan terkena PHK.

Baca Juga  Sebanyak Rp2,14 T Uang Pecahan,Disediakan Jelang Lebaran

Said menambahkan, buruh setuju jika pertimbangan kesehatan menjadi prioritas. Namun, lanjut dia, setiap kebijakan pemerintah seharusnya dipertimbangkan secara komperhensip.

“Juga mempertimbangkan soal ketenagakerjaan,” kata dia.

Said menambahkan, di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi yang saat ini terjadi, menaikan harga cukai rokok akan menambah angka pengangguran baru bagi 4,7 juta buruh industri rokok dan 1,2 juta petani tembakau.

“Apakah pemerintah sudah menyiapkan lapangan kerja yang baru dan kebijakan diversifikasi baru buat petani tembakau?” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah mengaku mendengarkan usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50.000 per bungkus.

Oleh karena itu, penyesuaian tarif cukai rokok sebagai salah satu instrumen harga rokok akan dikaji.

Baca Juga  Ekspor Karet di Sumut Turun Lima Persen

Selama ini, harga rokok di bawah Rp 20.000 dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia. Hal tersebut membuat orang yang kurang mampu hingga anak-anak sekolah mudah membeli rokok.

Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan setuju dengan wacana kenaikan harga rokok hingga Rp 50.000 per bungkus.

(baca: Wacana Harga Rokok Naik hingga Rp 50.000, Ini Tanggapan Sampoerna)

Ia yakin apabila harga rokok naik akan dapat mengurangi kebiasaan masyarakat agar tidak lagi merokok.Menurut Ade, rokok merupakan musuh bangsa yang sudah disadari semua orang.(kn-tbn)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Dituduh Mata-mata oleh Korut, Warga AS Dihukum 10 Tahun Kerja Paksa-KompasNasional

Arsip

Dituduh Mata-mata oleh Korut, Warga AS Dihukum 10 Tahun Kerja Paksa
Foto Gladis Disebar, Napi yang Kabur dari Lapas Sukamiskin itu Berkacamata, Tembem dan Latah-KompasNasional

Arsip

Foto Gladis Disebar, Napi yang Kabur dari Lapas Sukamiskin itu Berkacamata, Tembem dan Latah

Arsip

Pemuda Pancasila Tersinggung, Kalender Logo Palu Arit Beredar

Ekonomi

Masyarakat NTT Sudah Berani Bermain Saham, Transaksi Saham Tembus Rp 195 Miliar, Wow!

Arsip

Setelah Tewas, Muncul Karikatur Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Surga

Arsip

Bola panas polemik gedung baru DPR dilempar ke pemerintah

Arsip

Kecamatan Tanjungbalai Selatan Nominasi Peraih Kecamatan Terbaik Tingkat Propinsi Sumatera Utara Tahun 2016

Arsip

Uang Rp 700 Juta Panitera PN Jakut Bikin KPK Penasaran