Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi

Kamis, 7 April 2016 - 09:30 WIB

China Tutup Akses Informasi soal ‘Panama Papers’

Viewer: 521
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 8 Detik

KOMPASNASIONAL.COM

JAKARTA – China melakukan sensor terhadap informasi terkait “Panama Papers”.

Pemerintah China menutup akses online terhadap banyak pencarian dan diskusi di media sosial dengan kata kunci “Panama Papers” dan “Panama”.

Selain itu, Pemerintah China juga menyensor nama-nama atau kerabat pemimpin dan mantan pemimpin China yang masuk dalam daftar “Panama Papers”.

Presiden China Xi Jinping masuk dalam daftar kontroversial itu.

Dalam sebuah kesempatan pada Selasa (5/4/2016), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei menolak berkomentar atas berondongan pertanyaan terkait “Panama Papers”.

Baca Juga  Ini Identitas Pengunjung yang Tewas di Centre Point

Menurut Lei, kabar ini muncul entah dari mana asalnya.

Sebelumnya, otoritas China pernah memblokir situs The New York Times dan Bloomberg pada tahun 2012 setelah muncul berita terkait kekayaan kerabat pejabat tinggi negara itu.

China juga menunda visa bagi jurnalis kedua media tersebut.

“Panama Papers” kembali muncul dengan isu soal kekayaan.

China pun tampaknya langsung menggunakan alat sensor yang dikenal dengan nama The Great Firewall untuk memblokir informasi yang sensitif.

Baca Juga  DPRD Halsel Minta Bawaslu Awasi Kuker Bupati Halsel

Media China juga mempertanyakan kredibilitas laporan tersebut dan motivasi pembocoran data itu.

The Global Times, media yang berafiliasi dengan Partai Komunis China, memublikasikan artikel opini dalam bahasa Inggris dan Mandarin yang mengklaim adanya kekuatan besar di balik “Panama Papers”.

“Informasi yang negatif bagi AS dapat selalu diminimalkan, sementara ekspos terhadap pemimpin non-Barat, seperti Putin, dapat memperoleh sorotan besar,” demikian penggalan isi artikel versi bahasa Inggris The Global Times.(kn/tbnb)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Pemprov DKI Kemungkinan Tarik Rem Darurat Lagi, Pengusaha: Sudah 10 Bulan Kami Terpuruk

Arsip

Bos First Travel Minta Waktu 6 Bulan Usai Musim Haji untuk Berangkatkan Jemaah

Arsip

Pemkab Asahan Gelar Lomba Cipta Menu, Sosialisasikan Program B2SA
Proyek Anak JK “Rampok” Pertamina? Hidup, Abu Nawas! -Detikasia

Arsip

Proyek Anak JK “Rampok” Pertamina? Hidup, Abu Nawas!

Arsip

Ahok: Jangan Paksa Siswi Pakai Jilbab, Sebaiknya Dibeginikan …
Sadis, Pelaku Karungi Tasir Sekeluarga Lalu Diceburkan ke Sungai-KompasNasional

Arsip

Sadis, Pelaku Karungi Tasir Sekeluarga Lalu Diceburkan ke Sungai

Arsip

Kontrakan Mewah Pribadi Pasha Ungu Rp 1 M Dibebankan ke APBD Palu
KPK Telusuri Keterlibatan Sekretaris MA dalam Kasus Suap Panitera PN Jakpus-KompasNasional

Arsip

KPK Telusuri Keterlibatan Sekretaris MA dalam Kasus Suap Panitera PN Jakpus