Home / Ekonomi

Jumat, 26 Februari 2021 - 12:11 WIB

Konglomerat TP Rachmat: Krisis karena COVID-19 Tidak Seburuk Krisis Ekonomi 1998

Viewer: 508
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 16 Detik

Kompasnasional l Pengusaha legendaris yang juga pendiri Grup Triputra TP Rachmat berbagi pengalaman bagaimana seorang pemimpin perusahaan atau CEO bisa membawa organisasi keluar dari krisis baik pada krisis ekonomi 1998 maupun ketika menghadapi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

“Hope yaitu harapan dan conviction yaitu keyakinan bahwa krisis akan berakhir menjadi kata kunci yang membedakan kualitas pemimpin,” kata mantan CEO Grup Astra TP Rachmat pada webinar dengan topik “Leadership Challenges in the Double-Disruption Era: Wisdom from the Senior”, dikutip dari Antara, Jumat 26 Februari.

TP Rachmat yang biasa disapa Teddy Rachmat mengatakan harapan dan keyakinan pemimpin tersebut akan membawa perusahaan keluar dari krisis akibat pandemi COVID-19, karena dengan dua hal tersebut seorang pemimpin akan mampu mengendalikan apa yang disebutnya “gas dan rem” dalam perusahaan, kapan harus menginjak gas dan rem agar perusahaan tetap kompeten, kontekstual, dan relevan dengan situasi kini dan pasca-pandemi.

Salah satu pemegang saham terbesar PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) ini menilai, krisis akibat pandemi saat ini masih jauh lebih baik dibanding krisis ekonomi 1998.

Baca Juga  Tembakau Sumatera Masih Jadi Primadona Penggemar Cerutu di Eropa

“Saat ini tidak tidak terjadi negative spread, NPL 2020 hanya 3-5 persen, inflasi hanya 1,68 persen, tidak ada lembaga perbankan yang harus tutup, dan investment grade 2020 berada di triple B, yang jauh lebih tinggi dari dari level selective default pada 1998,” kata TP Rachmat.

Ia juga berbagi nilai penting yang harus dimiliki seorang CEO dalam situasi krisis yaitu core values, business model, core competence, dan cash flow.

“Krisis untuk menguji seberapa kuat dan dalam keyakinan kita pada core values yang kita yakini,” katanya.

Namun, kata dia, disrupsi akibat pandemi juga harus terus dicermati karena akan menguji business model, core competence, serta cash flow perusahaan, sehingga terhindar dari optimistis yang tidak realistis yang menyebabkan perusahaan tidak dapat bertahan sampai krisis berakhir.

“Krisis dapat menjadi sarana menempa kualitas anda sebagai pribadi maupun sebagai pemimpin,” ujar TP Rachmat.
“Kita semua paham bahwa pandemi telah menimbulkan krisis multidimensi yang membawa perubahan sangat cepat di berbagai tatacara kehidupan dan bisnis. Siapapun yang menjadi CEO pada era ini tak bisa mengelak dari ancaman hidup dan matinya perusahaan,” katanya.

Baca Juga  Marak Kecelakaan Proyek Infrastruktur, DPR Kaji Pembentukan Panja

Oleh karena itu dalam memilih CEO terbaik 2020 dilakukan survei terhadap para karyawan perusahaan atas 4 peran penting CEO yang terdiri dari inspire trust, create vision, execute strategy, dan coach potential.

“Persyaratannya, perusahaan yang dipimpinnya harus memiliki kinerja bagus di era kepemimpinannya. Selain itu juga punya komitmen kuat untuk menjalankan Good Corporate Governance,” tambah Pemimpin Redaksi SWA Sujatmaka.

Dari hasil survei ada 13 nama yang masuk dalam daftar Best CEO 2020 versi Majalah SWA dan Dunamis antara lain Kuswiyoto (Direktur Utama PT Pegadaian Persero), Didik Purwanto (CEO PT Elnusa Trans Samudera), serta Rudolf Tjandra (CEO & Presiden Direktur PT Sasa Inti). (VOIid/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Senin Pagi, Presiden Lakukan Kunjungan Kerja ke Jawa Tengah

Arsip

Harga Minyak Dunia Terus Bergerak Naik

Arsip

Menhub Budi janji beri payung hukum untuk ojek online

Berita

Tengku Erry Sampaikan Kondisi Sumut saat Wapres JK Transit di Bandara Kualanamu

Berita

Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Sumut Naik 8,10 Persen

Arsip

Menteri Jonan: Program BBM Satu Harga Tidak Boleh Gagal

Ekonomi

Grab Didenda Rp30 Miliar, Hotman Paris Angkat Suara

Ekonomi

Kisah ‘Suku Tikus’, Pekerja Pencari Karier Hidup di Tanah Ilegal China yang Dihuni 1 Juta Orang