Home / Kriminal

Sabtu, 9 Januari 2021 - 13:01 WIB

Keluarga Pemalsu Surat PCR Covid-19 Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Viewer: 412
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 10 Detik

Kompasnasional l Keluarga dari pelaku pemalsuan hasil tes usap “PCR” (polymerase chain reaction), menyerahkan sepenuhnya perkembangan dan proses hukum kepada penyidik Polda Metro Jaya.

Juru bicara pihak keluarga David Tjahjadi menegaskan, tidak mengintervensi hukum terhadap pelaku berinisial MFA, EAD, dan MAIS.

“Tidak ada, kita menyerahkan, karena kami pun bisa memposisikan diri kami jika kami menjadi Bumame Farmasi, yang kita sedang usaha baik-baik mengabdikan diri kepada masyarakat, tiba-tiba diperlakukan seperti itu, dicatut namanya untuk diambil keuntungan. Kami bisa memposisikan diri seperti itu,” ujar David di Jakarta.

Pihak keluarga pun mengapresiasi kinerja penyidik Unit 4 Siber Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya yang memperlakukan tiga tersangka itu dengan baik.

“Kami tahu dari awal penangkapan hingga akhirnya dibawa anak-anak kami ke Polda Metro Jaya diperlakukan sangat baik dan humanis, sangat objektif, dan normatif,” ujar dia melanjutkan.

Selain itu, David menjelaskan ketiga tersangka telah menyatakan permohonan maaf melalui media sosial ataupun surat tertulis bermaterai.

Baca Juga  Bukan Menghalangi Maling, Pagar Rumah di Siantar Malah Hilang Dicuri

Dia menjamin ketiga tersangka tersebut bersikap kooperatif selama pemeriksaan berlangsung di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Penyidik Polda Metro Jaya meringkus tiga orang diduga pelaku pemalsuan surat tes usap PCR yang dipasarkan secara daring melalui media sosial.

“Modusnya membuat memalsukan data atas nama PT. BF, untuk kemudian bisa lolos berangkat ke Bali dengan memalsukan bukti tes usap (swab),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus.

Ketiga pelaku pemalsuan tersebut yakni MFA yang ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Selanjutnya, EAD yang ditangkap di Bekasi dan MAIS yang diamankan petugas di Bali.

Yusri menjelaskan pengungkapan kasus pemalsuan surat tes usap tersebut berawal dari unggahan media sosial milik tersangka MFA.

Adapun isi unggah akun Instagram @hanzdays tersebut yakni “Yang mau PCR cuma butuh KTP ga usah swab beneran. 1 jam jadi, bisa dipake diseluruh Indonesia, gak cuma Bali dan tanggalnya bisa pilih H-1/H-2 100% lolos testimoni 30+”.

Baca Juga  Dua Pemuda Pakai Seragam Polri, Video Call dengan Wanita Tanpa Busana, Oh Ternyata

Unggahan soal surat tes usap palsu kemudian menjadi ramai bahan pembicaraan warganet, yang salah satunya adalah dr. Tirta Mandira Hudhi.

Pembicaraan warganet soal surat tes usap PCR palsu tersebut kemudian sampai ke PT. Bumame Farmasi (BF) selaku penyelenggara tes usap PCR resmi yang namanya dicatut dalam surat tersebut. Pihak kuasa hukum PT. Bumame Farma pun melaporkan perkara pemalsuan tersebut ke Polda Metro Jaya.

“Ini di akun Instagram inisial MFA yang kemudian diketahui dr Tirta, yang kemudian sampai ke PT. BF yang melapor ke Polda Metro Jaya,” ujar Yusri.

Akibat perbuatannya ketiganya kini dijerat dengan Pasal 32 jo Pasal 48 UU No.19/2016 dan atau Pasal 35 jo Pasal 51 ayat (1) UU No.19/2016 tentang ITE, dan atau Pasal 263 KUHP, dengan pidana penjara paling lama 12 tahun penjara. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Usai digeruduk warga, Konsulat Malaysia minta maaf soal bendera terbalik
Foto Ilustrasi

Berita

Nasib Tragis Bayi Pasangan Pelajar di Lampung, Dilahirkan Lalu Dibunuh

Arsip

Beberapa Terpidana Mati Kasus Narkoba Akan Berakhir Hidupnya Pekan Ini

Arsip

Lebih Dari 2 Dekade Dieksekusi, Pria China Dinyatakan Tidak Bersalah

Kriminal

INILAH Tampang Pasutri Pembunuh Ibu Kos, Kuras ATM Rp 60 Juta, Uangnya Untuk Jalan-jalan ke Bali

Kriminal

Pembunuhan Pemred Media di Siantar Libatkan Prajurit TNI

Kriminal

Warganet Ungkap Modus Baru Curanmor, Modalnya Cuma Kardus dan Motor Butut

Berita

Ahmat Pembeli dan Ali Penjual Sabu Dicidug Sat Narkoba Polres Siantar