Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Internasional / Kriminal / Nasional / Reviews

Selasa, 22 Agustus 2017 - 17:23 WIB

Usai digeruduk warga, Konsulat Malaysia minta maaf soal bendera terbalik

Viewer: 669
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 49 Detik

kompasnasional.com – Banyaknya aksi unjuk rasa di segala penjuru negeri soal bendera merah putih yang terbalik pada SEA Games ke 29 di Malaysia membuat warga lainnya di Pekanbaru ikut melakukan demo. Mereka masuk ke kantor konsulat Malaysia untuk bertemu perwakilan negeri jiran tersebut.

Usai bertemu massa, Kepala Konsulat Malaysia di Pekanbaru Hardi Hamdi, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka untuk masyarakat Indonesia menyusul tragedi bendera Indonesia yang dicetak terbalik dalam buku Panduan dalam gelaran SEA Games ke-29.

Permintaan maaf tersebut disampaikan usai pihaknya menggelar pertemuan tertutup mewakili ormas Pemuda Pancasila (PP) dan mahasiswa yang ada di Provinsi Riau, saat berunjuk rasa di depan gedung Konsulat Malaysia di Pekanbaru, Selasa (22/8) siang.

“Saya selaku pemerintah Malaysia di Riau dan Kepulauan Riau, ingin memohon maaf kepada masyarakat Indonesia walaupun saya berada di wilayah Riau dan kepulauan Riau untuk mewakili dari keadaan yang ada saat ini,” kata Hardi.

Baca Juga  Wakapolres Sekadau Pimpin Sidang BP4R, Ini Yang Disampaikan

Menurut Hardi, pertemuan perwakilan Ormas PP dan mahasiswa di Riau yang dilakukan pihaknya, sudah mencapai kata sepakat sebagaimana aspirasi yang disampaikan.

“Kami juga kesal sebenarnya atas kesiapan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara Sea Games, dan kami berharap hubungan silaturahmi antar 2 negara saat ini lebih erat ke depan,” kilah Hardi.

Sementara itu, Ketua LPPH Pemuda Pancasila Provinsi Riau, Patar Sitanggang, usai menggelar dialog di gedung Konsulat Malaysia mengatakan, selain permintaan maaf, ada beberapa item yang dituntut oleh pihaknya terkait unjuk rasa yang dilakukan. Salah satunya jaminan bahwa tidak ada lagi atlet Indonesia yang dicederai dalam pertandingan olahraga SEA Games.

“Permintaan maaf secara terbuka, tidak cukup disampaikan setingkat Menteri. Kita meminta permintaann maaf harus ditujukan dari Perdana Menteri (PM) Malaysia melalui Presiden RI,” kata Patar.

Baca Juga  RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PENYELESAIAN ISU STRATEGIS DPSP DANAU TOBA

Selain itu, untuk memberi efek jera agar hal pelecehan terhadap negara Indonesia, Patar mendesak melalui perwakilan konsulat Malaysia di Pekanbaru segera memberikan hukuman kepada penyelenggara SEA Games.

“Penyelenggara SEA Games jelas telah menciderai kejahatan diplomatik dan harus dituntut sesuai hukum yang berlaku di negara Malaysia,” tukasnya.

Selanjutnya, Pemerintah Malaysia didesak untuk berkontribusi dalam pembangunan yang ada di Provinsi Riau. Sebab, masyarakat Riau selama ini belum merasakan dampak yang positif terhadap perusahaan Malaysia yang ada di Provinsi Riau.

“Kita minta partisipasi pemerintah Malaysia terhadap Pembangunan Riau khususnya kepada pemuda dan mahasiswa,” pungkasnya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Visi dan Misi Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kab.Bengkayang
Sanksi Tegas! Berani Jual Gula di Atas Rp 12.500/Kg Siap-siap Disambangi Polisi

Berita

Sanksi Tegas! Berani Jual Gula di Atas Rp 12.500/Kg Siap-siap Disambangi Polisi

Berita

Ratusan Massa SBSI 92 Demo PT CITRA KENCANA INDUSTRI

Berita

Independensi DPR jadi Sorotan dalam Pemilihan Gubernur BI

Berita

Babinsa Manggala Permai Bersama Masyarakat Kerja Bhakti Perbaiki Jalan

Berita

Ramadhan Berkah, Yonif Mekanis 643/Wns Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan Secara Serentak.

Berita

Bupati Tapsel sidak, Tingkat Kehadiran ASN Tapsel Capai 94 Persen

Berita

Edi Lantik Dewan Pengawas Harus Fokus Benahi Persoalan di PDAM