Home / Arsip / Arsip 2016 / Nasional / Reviews

Sabtu, 23 Juli 2016 - 15:07 WIB

Jokowi: Jangan Mengeluh Kalau Ada Tenaga Kerja Asing Ke Indonesia

Viewer: 502
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia tidak bisa menghindari persaingan ekonomi global seiring berlakunya perdagangan bebas di negara Asia Tenggara dan dunia.

“Karena itu saya ingin mengingatkan kita semuanya, bahwa perusahaan luar negeri yang masuk ke Indonesia tidak lagi bisa kita halangi. Jangan lagi kita mengeluh nanti kalau ada berbondong-bondong tenaga kerja asing masuk ke Indonesia, ada perusahaan-perusahaan skala ekonomi kecil (toko kelontong) membuka usaha di Indonesia,” ujar kata Jokowi pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-69 di lapangan kantor Gubernur Jambi, Kota Jambi, Kamis (21/7).

Turut hadir pada puncak Harkopnas ke-69 tersebut, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) (Menkop), Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

Baca Juga  Janggalnya Kasus Pencabulan Siswi Magang di Pemkot Jakpus

Dikatakan Presiden, kehadiran perusahaan dan tenaga kerja asing tidak bisa dihalangi karena kesepakatan perdagangan bebas sudah ditandatangani sejak 11 tahun lalu. Indonesia kata dia, sudah masuk pada persaingan ekonomi global, dan antar negara, bukan lagi antara provinsi dan antar kabupaten. Kendati persaingan ekonomi global tersebut belum kelihatan, namun semua negara sudah saling intip. Masing-masing negara berusaha mencari peluang usaha di negara lain.

Presiden mengatakan, kunci memenangkan persaingan global yaitu kecepatan dan fokus pada pembangunan ekonomi. Hal ini akan menciptakan efisiensi.

“Kita juga akan mampu memenangkan persaingan ekonomi global dengan cara mengadaptasi perubahan-perubahan dunia sekarang ini. Kalau kita cepat mengadaptasi perubahan ekonomi dunia, kita akan unggul. Sebaliknya jika kita terlambat mengadaptasi perubahan ekonomi dunia tersebut, kita akan tertinggal. Salah satu yang perlu kita adaptasi di bidang perekonomian dunia, yaitu perkembangan teknologi informasi,” katanya.

Baca Juga  Harta Kekayaan Gubernur Aceh yang Terkena OTT KPK Mencapai Rp 14,8 M

Teknologi informasi, lanjut Presiden berkembang begitu cepat. Orang jualan tidak lagi di pusat perbelanjaan, sehingga nanti mall tidak lagi berkembang. “Kemudian orang jualan tidak lagi di toko-toko, sehingga toko juga nanti bisa tutup,” kata dia.

Dia mengatakan, tidak ada yang bisa memperkirakan perkembangan perdagangan dunia seiring pesatnya teknologi informasi. “Semuanya sudah berubah menjadi online store (perdagangan online). Di negara lain juga usaha ini sudah bergerak begitu cepat. Jadi kita harus siap menghadapinya,” katanya (bsc|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Beredar Video Polisi Pukul dan Tendang Operator Warnet

Arsip

Akhir Pekan, Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 Jadi Rp 601.000 Per Gram

Arsip

Samsung Tuntut Balik Huawei Rp351 Miliar

Arsip

KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda Jadi Tersangka

Berita

Hasil Pengundian Nomor Urut Cagub dan Cawagub Sumut 2018-2023

Arsip

Pelanggan Listrik Golongan 1.300-3.300 VA Mau Dihapus

Berita

Fahri Hamzah desak pengesahan Provinsi Pulau Sumbawa

Berita

Hampir Setahun Buron, Terpidana Proyek Alat Tangkap Ikan Diringkus Kejati Sumut