Home / Arsip / Arsip 2016 / Daerah / Kriminal / Medan / Reviews

Kamis, 4 Agustus 2016 - 16:16 WIB

Beredar Video Polisi Pukul dan Tendang Operator Warnet

Viewer: 533
0 0
Terakhir Dibaca:50 Detik

Entah apa sebabnya, seorang polisi terekam kamera pengintai melakukan penganiayaan terhadap operator warung internet (warnet). Tak hanya memukul, petugas tersebut juga menendang. Sedangkan rekannya hanya melihat dan sesekali mencoba melerai.

Kejadian itu terekam dalam video berdurasi 2 menit 22 detik, yang diunggah oleh Muhammad Prasetyo Wibowo sekaligus pemilik warnet Bloody di Jl Menteng Raya, Medan, tersebut ke media sosial, Kamis (4/8). Dia menyesalkan tindakan aparat yang main hakim sendiri terhadap anak buahnya.

Baca Juga  Setelah Digeledah Gakkumdu, Kini KPU Sumut Didatangi KPK

“Mau sama siapa lagi awak berlindung,” tulis Prasetyo dalam akun Facebooknya.

Menurutnya, operator warnet sudah memberikan peringatan kepada pelajar tersebut untuk tidak bermain di warnet miliknya dengan menggunakan seragam sekolah. Namun siswa berseragam putih abu-abu itu tetap mengakses internet padahal masih pukul 07.25 WIB.

Baca Juga  7 Siswa SD Yang Ditusuk di NTT Alami Trauma Berat

“Udah dilarang mas, tapi ngeyel, yah terima akibatnya lah, memang saya akui anggota saya salah membiarkan mereka tetap bermain, tapi apa harus dengan kekerasan?” tulisnya lagi.

Prasetyo mengaku sudah melaporkan tindak kekerasan yang dilakukan polisi terhadap anak buahnya ke kantor kepolisian. Berikut videonya:

(mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

BMKG Hibahkan 9 Unit Sirene Tsunami pada Pemprov Bali

Arsip

Miris! Serial India Uttaran Jadi Penyebab Banyak Pasangan Cerai

Kriminal

Dahsyat, Polisi Sita 7 Ton Sabu-sabu

Berita

Bawaslu Riau Temukan DPT Ganda Pada Pilgub 2018

Arsip

Kasus suap BPK, KPK perpanjang penahanan dua pejabat BPK

Arsip

Saat Setir Mobil, Wajah Mahasiswi Bandung Ini Disiram Air Keras

Berita

Setya Novanto Sebut Ganjar Pranowo Terima Duit E-KTP US$ 500 Ribu

Berita

Stafsus Jokowi: Biarkan Pilpres Berjalan Tertib, Jangan Buat Gerakan untuk Ganti Presiden