Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Reviews

Jumat, 19 Agustus 2016 - 11:08 WIB

Indonesia Jangan Diam PRT Asal Indonesia Sampai Dipajang di Saudi

Viewer: 597
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Sepekan lalu, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Arab Saudi memajang tiga Pekerja Rumah Tangga (PRT) di sebuah pusat perbelanjaan kawasan Provinsi Timur yakni di Kota Dhahran, Arab Saudi. Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menyerahkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang isinya menyatakan keprihatinan dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut.

Analisis Kebijakan Migrant Care, Wahyu Susilo meminta agar pemerintah Indonesia, yakni KBRI untuk melakukan investigasi yang lebih mendalam pada peristiwa tersebut dan memastikan dengan benar bahwa ketiga pekerja tersebut merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) atau bukan WNI.

“Kalau memang ketiga pekerja wanita tersebut warga kita, harus protes. Karena itu merupakan suatu tindakan yang tidak baik. Pemerintah Indonesia harus melakukan investigasi dan pastikan kebenarannya,” tutur Wahyu kepada merdeka.com saat di konfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (18/8).

Baca Juga  Terkait Penggerebekan ‘Golden Game’ Polisi Dihadang Massa Bayaran

Dilanjutkannya, jika peristiwa tersebut merupakan daerah Otoritas Arab Saudi. Apabila para pembantu tersebut merupakan warga Indonesia, dia berharap agar KBRI segera melakukan proses diplomatik.

“Ya setidaknya menuntut praktik itu harus dihentikan, dan segera lakukan protes secara diplomatik. Peristiwa tersebut merupakan bentuk keremehan dan pelecehan, tahapan kita meminta pemerintah Indonesia melakukan investigasi pada peristiwa itu,” tandasnya.

Sebelumnya, sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Arab Saudi memajang Pekerja Rumah Tangga (PRT) di sebuah pameran di mal di KOta Dhahran, Sabtu (13/8). Mereka mengiklankan jasa para PRT bagi siapa pun yang berminat.

Baca Juga  Ini Identitas Pengunjung yang Tewas di Centre Point

Juru bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Khalid Abalkhalil mengatakan bahwa pemerintah telah mengecam tindakan perusahaan tersebut dan akan segera menggelar penyelidikan.

“Perusahaan itu memajang beberapa PRT di pusat perbelanjaan di Provinsi Timur. Mereka memamerkan PRT sebagai bagian dari pemasaran untuk menarik konsumen. Tapi pengunjung menilai perbuatan itu sangat merendahkan PRT karena mereka seperti barang dagangan,” tutur Abalkhalil, seperti dilansir Saudi Gazette.com, Selasa (16/8) (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Setelah Digeledah Gakkumdu, Kini KPU Sumut Didatangi KPK

Arsip

Sertijab Kapolres Rohul Terkesan Mewah

Berita

Gunung Merapi Meletus Luncurkan Abu hingga 5,5 Km

Arsip

Menunggu Kopassus Menyusup ke Markas Abu Sayyaf

Berita

Hasil Pengundian Nomor Urut Cagub dan Cawagub Sumut 2018-2023

Arsip

Diprotes, Bank Mandiri dan BRI Langgar Aturan

Reviews

DPR Sebut Sekolah Tak Bisa Paksa Murid Pakai Atribut Agama
Kuliahnya Mahal Tapi Gaji Perawat di Bawah UMR-KompasNasional

Arsip

Kuliahnya Mahal Tapi Gaji Perawat di Bawah UMR