Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Nasional / Reviews

Selasa, 19 April 2016 - 12:28 WIB

Menunggu Kopassus Menyusup ke Markas Abu Sayyaf

Viewer: 698
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan Kopassus memiliki kemampuan yang tak dimiliki prajurit lain. Bahkan Gatot menyebut Kopassus itu ibarat angin.

Tidak ada tempat musuh sembunyi dari Kopassus selama masih ada angin. Prajurit Kopassus bisa masuk dan keluar tanpa terlihat. Angin bisa dirasakan sejuknya, bisa dirasakan panasnya tetapi tidak tahu bentuknya seperti apa.

“Kopassus tidak perlu dipuji, mati tanpa Pusara dan prestasi tanpa pujian, karena mereka memang dibentuk prajurit-prajurit yang siap melaksanakan tugas,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di depan para prajurit Kopassus beberapa waktu lalu.

Gatot menambahkan tugas utama prajurit Kopassus adalah berlatih dan berlatih agar selalu siap dikirim ke medan tugas.

Baca Juga  Tokoh Adat Apresiasi Program Ketahanan Pangan PJ Bupati Kampar

Sedangkan mengenai penyanderaan WNI oleh Abu Sayyaf, Gatot sudah menegaskan TNI siap dikirim kapan saja. Bahkan Panglima mengaku sudah berdoa agar Filipina minta bantuan TNI supaya bisa dapat izin dan segera bergerak.

Soal operasi pembebasan sandera di luar negeri, Kopassus sudah pernah melakukannya saat Operasi Woyla tahun 1981. Beberapa misi penyusupan tak resmi jiga menunjukkan mereka mampu menyusup jauh ke daerah negara tetangga.

Untuk bertempur gerilya dan antigerilya, Kopassus juga punya kemampuan yang diakui dunia. Sejak awal berdiri, mereka kenyang bertempur di hutan.

Peneliti LIPI, Hermawan Sulistyo menyarankan TNI untuk melakukan sebuah operasi militer segera.

Baca Juga  Penumpang Citilink Tujuan Jakarta-Ternate Diduga Palsukan Dokumen PCR

“Kelamaan, ini sudah dua minggu lebih. Sudah melewati deadlinenya Abu Sayyaf. Kita kan punya pasukan yang hebat-hebat, masuk saja,” kata Hermawan Sulistyo di sela diskusi publik Quo Vadis RUU Keamanan Nasional di Universitas Brawijaya Malang, Senin (18/4) kemarin.

Alasan diplomasi yang digunakan pemerintah tidak sepenuhnya bisa diterima. Karena dalam beberapa kasus serupa pernah dialami oleh pemerintahan sebelumnya.

“Kita pernah ada pembajakan di Thailand, Woyla, bisa diserbu ke sana kok, kita pernah punya kasus di tempat-tempat lain. Ada pembajakan kapal di Somalia, bisa kita kirim pembebasan di sana. Hasilnya juga bagus,” katanya (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Dua ABG Cabuli Bocah SD, Karena Sering Nonton Film Porno-kompasnasional

Arsip

Dua ABG Cabuli Bocah SD, Karena Sering Nonton Film Porno

Berita

DANREM 121/ABW RESMIKAN PROGRAM PETASAN.

Berita

Hari Pertama Simulasi PTM Terbatas SMAN 2 Pematangsiantar Terlaksana Dengan Nyaman dan Kondusif

Berita

Bupati Samosir Sambut Baik Audiensi BP-JHC Sumatera Utara

Arsip

Ahok Usul Sylvi Praperadilan Jika Curiga Kasus Dana Hibah Politis

Berita

Langkah Ikhtiar, Armed 16 Bantu Dinkes Landak Lakukan Serbuan Vaksinasi

Berita

Polresta Pontianak Kota Giat Latkatpuan Menembak

Berita

Sambut Pembelajaran Tatap Muka, SMAN 1 Bandar Gelar Simulasi