Viewer: 746
0 0

Home / Berita

Jumat, 18 Desember 2020 - 10:21 WIB

Gubernur Kalbar : Harga Sawit Jangan Sampai Anjlok Baru Mau Melakukan Peremajaan

Viewer: 747
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompas Nasional | Pontianak Kalbar – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji, Skoon .H., M.Hum., menghadiri Pengukuhan Pengurus APKASINDO Dewan Pimpinan Wilayah Kalbar Periode 2020-2025 dan Forum Petani Kelapa Sawit dengan tema “Penguatan Kemitraan Pelaku Usaha Perkebunan Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit” di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (17/12/2020).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar mengatakan upaya peremajaan sawit sangat didukung oleh Pemprov. Kalbar, sawit juga merupakan sektor paling tinggi nilainya ditingkat diperolehan petani.

“Kalau kita lihat daftar statistik nilai perolehan petani disektor padi hanya maksimal 96%, di sektor palawija bisa 97%, sektor paling tinggi tingkat perolehan petaninya yaitu di perkebunan atau sawit 124%,” ungkap H. Sutarmidji.

Baca Juga  HAK JAWAB PT. FEDERAL INTERNASIONAL FINANCE (FIF) TERKAIT CABANG FIFGROUP Pemanukan Tidak Pernah Memberikan Penugasan Penarikan Unit Terkait.

Ia juga menyampaikan nilai karet mencapai 101% dan juga ada peningkatan harga pada karet dikarenakan pohon-pohon karet banyak ditebang.

“Karet mencapai 101%, ada peningkatan harga dikarenakan karet ketika malaysia, thailand, vietnam, kamboja, laos dan sebagainya menanam karet unggul, kita kebanyakan tebang karet, yang membuat harga anjlok sampai hari ini,” tuturnya.

Gubernur Kalbar juga menegaskan Peremajaan sawit dianggap sangat penting dan jangan membiarkan lahan perkebunan sawit diisi dengan pohon-pohon yang sudah lagi tidak menghasilkan.

“Sehingga peremajaan sawit ini penting, artinya jangan sampai ketika harga anjlok kita tidak mau melakukan peremajaan, tunggu harga naik baru mau melakukan peremajaan kapan mau dapatkan hasilnya, harusnya sudah terjadwal.

Baca Juga  Kunker ke Samosir, Walikota Yogyakarta Nyatakan akan Membangun Kampung Tapanuli di Yogya Sebagai Wadah Promosi dan Pameran UMKM Tapanuli

Jangan biarkan lahan perkebunan sawit itu diisi dengan pohon-pohon sawit yang sudah lagi tidak menghasilkan karena peremajaannya yang lambat,” tegas Gubernur Kalbar.

Keputusan pemerintah untuk moratarium sangat bagus, dalam artian untuk menjaga tingkat kestabilan harga jangan sampai over produksi.

“Kalau over produksi, akhirnya konsumen pasti suka karena hukum yang berlaku jika pengiriman melebihi pasti harga anjlok,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Prov. Kalbar, Kepala Dinas Perkebunan Kalbar beserta Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

RAPAT KORDINASI KESIAPSIAGAAN MENGHADAPI BENCANA ALAM DI KABUPATEN PEKALONGAN

Berita

Wali Kota Besama Forkopimda Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD Kabupaten/Kota di Medan

Berita

Rasa Empati dan Wujud Peduli, Satgas Pamtas Rl-Malaysia Yonif 645/Gty Bantu Proses Pemakaman Warga

Berita

HASIL EVALUASI PAD SINTANG ADA HAMBATAN

Berita

Satgas Penanganan Covid-19 Samosir Imbau Disiplin Protokol Kesehatan Ditingkatkan

Berita

Kapolres Nias Selatan berikan Tali Asih Kepada warga desa Somambawa

Berita

Antipasi Kondisi Darurat, PT PLN Persero UP3 Pematangsiantar Gelar Simulasi Tanggap Darurat Kebakaran

Berita

Mantan Kepala BPN Denpasar Tembakan Diri di Toilet Saat Akan Ditahan di Lapas Kerobokan