Viewer: 790
0 0

Home / Berita

Jumat, 18 Desember 2020 - 10:21 WIB

Gubernur Kalbar : Harga Sawit Jangan Sampai Anjlok Baru Mau Melakukan Peremajaan

Viewer: 791
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompas Nasional | Pontianak Kalbar – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) H. Sutarmidji, Skoon .H., M.Hum., menghadiri Pengukuhan Pengurus APKASINDO Dewan Pimpinan Wilayah Kalbar Periode 2020-2025 dan Forum Petani Kelapa Sawit dengan tema “Penguatan Kemitraan Pelaku Usaha Perkebunan Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit” di Hotel Mercure Pontianak, Kamis (17/12/2020).

Dalam sambutannya, Gubernur Kalbar mengatakan upaya peremajaan sawit sangat didukung oleh Pemprov. Kalbar, sawit juga merupakan sektor paling tinggi nilainya ditingkat diperolehan petani.

“Kalau kita lihat daftar statistik nilai perolehan petani disektor padi hanya maksimal 96%, di sektor palawija bisa 97%, sektor paling tinggi tingkat perolehan petaninya yaitu di perkebunan atau sawit 124%,” ungkap H. Sutarmidji.

Baca Juga  Jual Burung Masuk Penjara

Ia juga menyampaikan nilai karet mencapai 101% dan juga ada peningkatan harga pada karet dikarenakan pohon-pohon karet banyak ditebang.

“Karet mencapai 101%, ada peningkatan harga dikarenakan karet ketika malaysia, thailand, vietnam, kamboja, laos dan sebagainya menanam karet unggul, kita kebanyakan tebang karet, yang membuat harga anjlok sampai hari ini,” tuturnya.

Gubernur Kalbar juga menegaskan Peremajaan sawit dianggap sangat penting dan jangan membiarkan lahan perkebunan sawit diisi dengan pohon-pohon yang sudah lagi tidak menghasilkan.

“Sehingga peremajaan sawit ini penting, artinya jangan sampai ketika harga anjlok kita tidak mau melakukan peremajaan, tunggu harga naik baru mau melakukan peremajaan kapan mau dapatkan hasilnya, harusnya sudah terjadwal.

Baca Juga  Dugaan Galian C Ilegal Kian Menjamur di Kabupaten Samosir

Jangan biarkan lahan perkebunan sawit itu diisi dengan pohon-pohon sawit yang sudah lagi tidak menghasilkan karena peremajaannya yang lambat,” tegas Gubernur Kalbar.

Keputusan pemerintah untuk moratarium sangat bagus, dalam artian untuk menjaga tingkat kestabilan harga jangan sampai over produksi.

“Kalau over produksi, akhirnya konsumen pasti suka karena hukum yang berlaku jika pengiriman melebihi pasti harga anjlok,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Prov. Kalbar, Kepala Dinas Perkebunan Kalbar beserta Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wako Pontianak : Cuti Lebaran Usai, ASN Mangkir Kerja Bakal Disanksi, 9 Mei 2022 Mulai Masuk Kerja

Berita

Bupati Kapuas Hulu Sis Menghadiri Musdat Dayak Kantuk

Berita

Luar Biasa Ampas Kopi di Manfaatkan bisa Jadi Lukisan

Arsip

Dapat Pujian dari Eko Patrio, Vega Darwanti Dibandingkan dengan Ayu Ting Ting

Berita

Bupati Kapuas Hulu Lantik 66 Pejabat Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu 

Berita

KEMENKOP UKM SEBUT PENGERAJIN DESA MEAT PERLU DESAIN PRODUK

Berita

Disebut Polisi Paling Jujur Oleh Gus Dur, Jenderal Hoegeng Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Berita

GUBERNUR SUMUT HADIRI ACARA NATAL DAN SYUKURAN AWAL TAHUN