Viewer: 644
0 0

Home / Kriminal

Selasa, 6 Oktober 2020 - 12:45 WIB

Cerita Perajin Jamu Diduga Jadi Mesin Uang Oknum Perwira Polisi, Total Serahkan Rp 7 Miliar

Viewer: 645
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional | Berawal dari sebuah kasus, para perajin jamu tradisional di Cilacap justru menjadi korban pemerasan.

Bertahun-tahun para perajin jamu mengaku dimintai uang oleh oknum perwira polisi berpangkat AKBP dengan ancaman supaya persoalan mereka tidak diusut.

Merasa sudah kesal, para perajin jamu tersebut menggelar demonstrasi menuntut agar oknum polisi itu diadili dan dipecat.

Salah seorang pelaku usaha jamu tradisional Mulyono mengaku dirinya dan teman-temannya menjadi korban dugaan pemerasan oknum polisi.
Bertahun-tahun mereka menyerahkan uang bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah per orang.

“Korbannya banyak sekali, tidak terhitung. Per orang relatif, ada yang Rp 300 juta, Rp 500 juta, Rp 1,7 miliar, ada juga yang Rp 2,5 miliar,” kata Mulyono kepada wartawan seusai aksi di desa setempat, Senin.

Baca Juga  Sat Narkoba Polres Siantar, Amankan David Saragih Bersama 1,5 Kilo Ganja

“Saya sebagai korban juga. Saya baru setor Rp 100 juta, saya dimintai Rp 1,2 miliar. Dimintai Juni,” kata Mulyono.

Menurutnya, jika diakumulasikan, kerugian mereka mencapai Rp 7 miliar.

“Kami tiba-tiba didatangi oknum dari Mabes Polri, kemudian kita dibawa ke sana. Setelah di sana ditahan satu, dua atau enam hari kemudian dilepas dan dimintai uang,” jelas Mulyono.

Permintaan uang itu dilakukan agar kasus mereka tidak diproses.

“Permintaannya karena (produksi jamu) ini melanggar, mungkin denda. ‘Dari pada mengikuti proses begini-begini, lebih baik kamu saya tolong’, tapi konsekuensinya memberikan sejumlah uang,” ujar Mulyono.Mulyono mengatakan kasus memang tidak pernah diproses sampai pengadilan.
Mereka hanya ditahan lalu dibebaskan untuk menjadi korban pemerasan.

Baca Juga  JR Saragih Akhirnya Penuhi Panggilan Gakkumdu

“Ditahan di Bareskrim, belum ada (yang diproses di pengadilan). Kita dilepas, disuruh cari uang,” ungkap Mulyono yang memiliki usaha jasa pembungkusan jamu ini.

Dalam proses penagihannya, ada orang khusus yang menghubungi para perajin jamu.

“Ada juru tagihnya, lewat telepon, (penyerahan uangnya) lewat transfer. Dikasih waktu sekian hari, nominalnya (yang menentukan) dari sana,” ujar Mulyono. (K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

BNN Tes Urine Wali Kota Medan dan Wakilnya, Apa Hasilnya-KompasNasional

Arsip

BNN Tes Urine Wali Kota Medan dan Wakilnya, Apa Hasilnya?
Mucikari Dua SPG ini Merengek,Saat Dituntut 6 Tahun Penjara-kompasnasional

Arsip

Mucikari Dua SPG ini Merengek,Saat Dituntut 6 Tahun Penjara

Berita

Khashoggi Terkonfirmasi Tewas, Pejabat Saudi Terancam Sanksi AS

Kriminal

Dilaporkan Istri karena Lakukan Kekerasan, Kombes RD Balik Laporkan Istri ke Polisi Masalah KDRT

Kriminal

Benarkah Habib Rizieq dalam Kondisi Kritis? Aziz Yanuar Langsung Merespons Begini, Tegas!

Berita

Bamsoet Pantau Langsung Rekonstruksi Kasus Peluru Nyasar ke Gedung DPR

Berita

Hanya Mendapat Upah 400 Ribu, Muklis Dituntut 12 Tahun Penjara

Kriminal

Perampok yang Menewaskan Anggi Prayitno Ditangkap, Terungkap Saat Ibu Tersangka Menjual Perhiasan