Home / Berita

Kamis, 4 Juli 2024 - 10:38 WIB

Panas! LBH Padang ‘Sudutkan’ Kapolda Sumbar soal Tutupi Kasus Kematian Afif Maulana: Saya Harus Bilang ke Bapak, Polisi yang Nyiksa Itu..

Viewer: 247
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 57 Detik

Jakarta, jejaknasional.com – Kasus kematian Afif Maulana (13) siswa SMP di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) terus menuai sorotan soal dugaan penyiksaan dari oknum polisi Polda Sumbar. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang mengungkap sejumlah kejanggalan dalam proses penyelidikan kematian Afif Maulana yang diduga disiksa sebelum tewas.

Direktur LBH Padang, Indira Suryani meminta Kapolda Sumbar Irjen Suharyono terus terang soal kejanggalan kematian Afif Maulana.

“Bapak (Suharyono) harus memperhatikan sekali statement bapak yang berubah-ubah tentang kasus ini. Bapak bilang melompat, lalu lebamnya, itu lebam mayat, lalu kemudian forensik bapak bilang terpeleset, lalu drama apalagi yang akan diberikan kepada publik,” ujar Indira dalam tayangan khusus salah satu TV Swasta, dilansir Rabu (3/7/2024). Indira meyakini Afif Maulana itu tewas karena menjadi korban penyiksaan, bukan terjatuh ke sungai.

Dia mengingatkan Kapolda Sumbar Irjen Suharyono agar kembali memeriksa anggotanya.

“Nah Pak Kapolda Sumbar, saya harus bilang ke bapak ‘Pak tidak ada pak polisi yang nyiksa itu ngaku’. Ini pengalaman saya menangani kasus penyiksaan, ya, pak tidak ada polisi yang nyiksa itu mengaku,” tegasnya.

Selain itu, Indira menyinggung soal Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Polresta Padang terkait anggota polisi yang diperiksa. Lalu, dia mengatakan pihak kepolisian hanya memeriksa ayah Afif Maulana hanya satu kali dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Baca Juga  Kapan THR Lebaran 2025 Cair? Ini Jadwal untuk PNS dan Karyawan Swasta

Selanjutnya, LBH Padang mencatat bahwa polisi hanya memeriksa dua saksi dari 18 orang yang diamankan terkait tawuran. “16 lagi itu belum Bapak periksa .Lalu, bagaimana mungkin Bapak langsung segera mengambil kesimpulan dalam kasus ini kasusnya melompat dan tutup,” jelasnya.

Sementara itu, Indira menyatakan Kapolda Sumbar berhak menambah ahli forensik untuk meyakinkan penyebab kematian Afif Maulana.

Dia menegaskan kasus tersebut bukan soal pertaruhan jabatan, melainkan keadilan dalam suatu perkara. “Segera pak kalau memang kepolisian ragu tentang soal lompatan itu tentu bapak bisa menambah ahli forensik lainnya untuk kemudian meyakinkan kepolisian sebenarnya apa yang terjadi. Kita bukan dalam pertarungan Polda yang menang atau keluarga yang menang, bukan pertarungan itu. Pak, Anda itu penegak keadilan, Anda tuh penegak hukum, Anda jangan melindungi anggota,” tegasnya.

Sebelumnya, kasus ini terkait penemuan mayat di permukaan sungai yang berada di bawah Jembatan Kuranji sekitar pukul 11.55 WIB pada Minggu (9/6/2024). Jasad korban yang ditemukan oleh warga sebagai saksi mata tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kuranji.

Berdasarkan informasi tersebut, pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pada saat kejadian sebelum jasad korban ditemukan, awalnya terjadi gesekan antara gerombolan sepeda motor dengan polisi yang sedang melaksanakan tugas.

Baca Juga  Prabowo Hapus Utang Petani-Nelayan, Rp 500 Juta untuk Badan, Rp 300 Juta untuk Perseorangan

Waktu itu segerombolan anak muda tengah konvoi di jalan menggunakan sepeda motor sambil membawa senjata tajam. Personel Polda Sumbar yang melihat kejadian tersebut langsung mendekat untuk membubarkan, sekaligus mengamankan para pelaku karena diturunkan untuk mengantisipasi aksi tawuran yang marak terjadi di Padang.

Petugas kepolisian mengamankan belasan pelaku, puluhan senjata tajam yang berserakan di lokasi, termasuk motor milik korban Afif Maulana yang dikendarai oleh temannya.

Kompolnas turun tangan

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyatakan perlu fakta-fakta untuk mengungkap kasus tewasnya siswa SMP Afif Maulana (13) di Kuranji, Padang, Sumatra Barat (Sumbar).

Hal tersebut dikatakan Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto usai memeriksa lokasi kejadian di jembatan Kuranji bersama Kapolda Sumbar Irjen Suharyono di Padang, Kamis (27/6/2024). “Ketika isu yang beredar tidak berangkat dari fakta yang bisa dibuktikan maka ini akan membuat bingung publik,” kata Benny.

Dia mengatakan untuk itulah Kompolnas selaku pengawas internal Polri turun langsung untuk menemukan fakta-fakta yang diperlukan.

Hal itu dilakukan untuk menjawab kesimpang-siuran isu yang beredar terkait penyebab kematian remaja laki-laki tersebut. “Kami ingin berangkat dari fakta, barulah nanti dipilah mana-mana yang ada kesesuaian dan mana yang tidak,” jelasnya.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Musnahkan 1.752 Layangan dan Perlengkapannya Karena sering Merenggut nyawa

Berita

Hari Ini, Kasus Baru Positif Covid-19 Capai 1.043, di Jakarta Paling Banyak

Berita

PAD Prov Kalbar Tahun 2021 Meningkat 16,40%

Berita

Kajati Kalbar DR.Masyhudi Menerima Apresiasi dan Penghargaan atas Penyelamatan Keuangan Negara

Berita

Pegawai Kementerian Agama Tapanuli Utara, Sumut, Terjun Bebas ke Jurang Hingga Tewas

Berita

BPOM Minta Masyarakat Tidak Mengkonsumsi Albothyl Dulu

Berita

Progres Waterfront Kapuas Indah-Senghie Kota Pontianak Capai 35 persen

Berita

Pelajar SMAK Swakarsa Ruteng Ditemukan Gantung Diri Di Pohon Nangka