Home / Berita

Jumat, 3 Juni 2022 - 17:02 WIB

Kepolsek Pontianak Timur Menghadiri Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2022.

Viewer: 464
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

Pontianak Timur Kalbar,KOMPAS NASIONAL.Com- Kepolsek Pontianak Timur KOMPOL ABDUL MALIK,.S,Ip,.M,Sos menghadiri Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2022, Kamis (02/06/2022).

Dihadiri oleh Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, Drg.MULTI JUTO BHATARENDRO,.MPPM, Camat Pontianak Timur ISMAIL ABDURRAHMAN,.SH,.MH, Kapolsek Pontianak Timur KOMPOL ABDUL MALIK,.S,Ip,.M,Sos dan Danramil 1207-4 Pontianak Timur MAYOR CPA DWI BAMBANG.M Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2022 di Gelar.

Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Pontianak Timur Tahun 2022 di Gelar di Hotel Gajah Mada Jl.Gajah Mada Pontianak.

Baca Juga  Bawa Senjata Tajam, Sopir Pengacara Rizieq Ditangkap

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi di seribu hari pertama kehidupan anak yang Kondisi ini berefek jangka panjang hingga anak dewasa dan lanjut usia.

Kekurangan gizi sejak dalam kandungan mengakibatkan pertumbuhan otak dan organ lain terganggu, yang mengakibatkan anak lebih berisiko terkena diabetes, hipertensi, dan gangguan jantung. Pertumbuhan otak yang tak maksimal juga menyulitkan anak bertanggung jawab atas hidupnya sendiri kelak.

Rapat tersebut sengaja diadakan merupakan upaya Pemerintah menekan angka Stunting pada anak agar Orang Tua memperhatikan gizi anak sehingga dibentuklah Tim di masing-masing tingkat kelurahan yang diharapakan dapat menekan hal tersebut sehingga anak-anak yang nantinya akan menjadi Generasi penerus Bangsa memiliki Kondisi tubuh dan kemampuan otak yang mumpuni.

Baca Juga  Arahan Kapolri ke Jajaran: Lakukan Evaluasi dan Tingkatkan Akselerasi Vaksinasi

Kapolsek Pontianak Timur sebagai Bagian dari Instansi Pemerintah terus mendukung program yang dicanangkan dan melalui personilnya khususnya Bhabinkamtibmas akan berupaya memberikan himbauan kepada orang tua terkait perhatikan makan dan minuman yang dikonsumsi oleh anak yang himbauan tersebut juga akan disampaikan kepada pasangan yang akan menikah.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bantu Sesama, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Berikan Bantuan Santunan Dan Paket Sembako Kepada Warga Disabilitas Di Perbatasan.*

Berita

Pembentukan APSAI Wujud Partisipasi Swata Penuhi Hak Anak

Berita

DPRD Dukung Pemerintahan Kabupaten Sambas Pendirian Perusahaan Umum Daerah (Perumda)

Berita

Ketua DPRD Kab Samosir Hadiri Rapat Koordinasi Rencana Pembelajaran Tatap Muka

Berita

Menko Perekonomian Sebut Penerapan New Normal Akan Bergantung Pada Masing-Masing Pemda

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Pengusaha Hasan Membantah Penggunaan Merkuri

Arsip

Polemik di balik larangan dan pembatasan impor bahan baku