Viewer: 779
0 0

Home / Berita

Jumat, 29 Mei 2020 - 16:18 WIB

Menko Perekonomian Sebut Penerapan New Normal Akan Bergantung Pada Masing-Masing Pemda

Viewer: 780
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompasnasional | Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berbicara mengenai skenario new normal di tengah pandemi COVID-19. Menurutnya, penerapan new normal ini akan bergantung pada masing-masing pemerintah daerah.

“Kita paparkan daerah-daerah yang siap berdasarkan data terkait epidemiologinya,” kata Airlangga di Jakarta seperti dilansir Antara, Jumat (29/5). “Kami sampaikan kepada DPR bahwa yang menentukan itu nanti adalah kepala-kepala daerah, sektor-sektor, dan Satgas COVID-19.”

Bukan hanya pemerintah daerah setempat, kesiapan masing-masing sektor serta Satgas COVID-19 juga menentukan penerapan new normal. Penerapan new normal juga harus mengacu pada data persebaran virus corona.

Data ini berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diakurasi oleh Kementerian PPN/Bappenas. “Seluruh data dari BNPB diakurasi oleh Bappenas sehingga data itu mencerminkan daerah per daerah jadi tidak one size fit for all,” ujarnya.

Baca Juga  Reaksi Anies Baswedan Dengar Curhat Bang Yos yang Kewalahan Mengatur Becak

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan maksud kedatangannya ke sejumlah kementerian. Hal tersebut untuk membahas penerapan new normal di berbagai sektor. “Hari ini kita ke Kementerian Perekonomian dan sudah dipaparkan dengan baik mengenai jangka panjang dan jangka pendek new normal di berbagai sektor,” tutur dia.

Ia menilai jika penerapan new normal bisa dilakukan dalam waktu dekat. Hal itu melihat dari data yang sudah dipaparkan secara akurat dan detil. “Itu di detil daerah per daerah namun secara umum kami menilai sudah cukup baik mendekati sempurna,” ujarnya.

Baca Juga  TRC PPA Beri Penghargaan Kepada Kapolres dan Unit PPA Polres Kampar

Meski demikian, ada satu sektor yang menurutnya harus lebih diberedel lebih rinci lagi, yakni sektor pendidikan. Sebab, sektor yang satu ini menyangkut berbagai aspek termasuk pesantren.

“Sektor pendidikan yang masih harus lebih didetilkan,” lanjut dia. “Karena menyangkut berbagai aspek terutama bagaimana pengaturan sekolah maupun pesantren.”

Pemerintah tengah berencana untuk membuka pesantren. Namun PP Muhammadiyah mengingatkan agar keputusan ini tidak dilakukan secara tergesa-gesa mengingat pandemi corona di tanah air masih belum usai. (WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Buni Yani: Ahok Sudah Terbukti Bersalah, Kenapa Saya Terus Dituntut?

Berita

Luhut Bantah Punya Kaitan dengan Toba Pulp: Informasi Keliru, Tidak Berdasar!

Arsip

Ayah Sonya Depari Meningal Dunia

Berita

Setelah Sopir Truk, Kini Jokowi Terima Perwakilan Nelayan di Istana Negara

Berita

Wali Kota Pematangsiantar Hadiri Gebyar Muharram 1443 H, Tabligh Akbar dan Santunan Anak Yatim.

Berita

Bersama komunitas WCD, Bupati “Resik-resik” Sungai Mrican

Berita

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY Kembali Terima 1 (satu) pucuk Senjata Api Rakitan jenis Bomen dari Warga Perbatasan.

Arsip

Akhirnya… Real Madrid Lepas Morata ke MU