Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Kamis, 24 Agustus 2017 - 16:19 WIB

Polemik di balik larangan dan pembatasan impor bahan baku

Viewer: 644
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 17 Detik

kompasnasional.com Munculnya peraturan larangan dan pembatasan (lartas) impor bahan baku industri seperti garam, jagung, tembakau dan beberapa bahan baku lainnya membuat khawatir para pelaku industri. Sebab, komoditas-komoditas tersebut merupakan bahan baku utama bagi industri.

Benny Wahyudi dari Asosasi Gula Rafinasi mengatakan, ketersediaan bahan baku sangat penting bagi keberlanjutan dan pertumbuhan industri. Senada dengan Benny Wahyudi, Ketua GAPRI (Gabungan Asosiasi Pengusaha Rokok Indonesia), Hasan Aoni Aziz mengingatkan agar pemerintah memperhatikan regulasi soal impor.

“Seluruh regulasi yang mengatur soal industri harus mengedepankan soal reward bukan punish, regulasi harus menyesuaikan tingkah laku konsumen,” ujar Hasan Aoni di Jakarta, Kamis (24/8).

Baca Juga  Penutupan Turnamen Sepakbola Pengkadan Cup Tahun 2022 Di Lapangan Sepakbola SS SEMADAX Dusun Tintin Kemantan

Pengamat ekonomi dari CSIS, Yose Rizal Damuri mengatakan, ada kesalahan paradigma yang cukup luas di Indonesia mengenai impor bahan baku selama ini. “Ini perlu ada perubahan paradigma bahwa impor itu jelek. Impor itu adalah bagian dari produksi, saat ini kita tidak bisa menempatkan impor itu jelek,” ungkapnya.

Dalam pandangan Yose, semakin tinggi impor konten atau bahan baku, maka semakin tinggi pula ekspornya. Sebaliknya-pun demikian.

Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Bambang mengatakan, petani dan industri harus sinergis demi menekan angka impor. Kebijakan lartas importasi ini bertujuan untuk melindungi Indonesia yang merupakan negara agraris. Lartas bertujuan untuk mencari titik temu keseimbangan. “Apabila ada jenis yang belum mampu diproduksi, monggo di impor,” ujarnya.

Baca Juga  SE PPKM Darurat Terbit, Masyarakat Diminta Patuhi Aturan

Menanggapi isu dalam kebijakan Lartas ini, Asisten Deputi Pengembangan Industri Kemenko Perekonomian, Atong Soekirman menyampaikan bahwa pihaknya akan mengeluarkan regulasi, penting sekali untuk mengajak bicara industri. Apalagi terkait bahan baku industri. Tanpa dukungan bahan baku yang memadai, hal ini akan berdampak pada penurunan daya saing industri (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Uskup Agung: Asner, Jadilah Pemimpin Kota Siantar yang Baik

Berita

Anggota Polsek Pontianak Timur Berikan Himbauan di Lokasi Vaksin Massal

Berita

Polres Pematangsiantar Gelar Giat Diskusi Sosialisasi Kegiatan P4GN di Kota Pematangsiantar

Berita

Walikota Psp Irup Peringati Hari Pahlawan Nasional 2020

Berita

Korut Tembak Rudal Balistik, Korsel Panik Minta Warga Evakuasi

Berita

RAPAT KOORDINASI PERCEPATAN PENYELESAIAN ISU STRATEGIS DPSP DANAU TOBA

Berita

Usman Sidik Minta Rumah Dinas Bupati dan Wakil Bupati Segera di Perbaiki

Berita

Polsek Putussibau Selatan Bersama Tim Gabungan Berikan Pengamanan Dan Himbauan Di Pasar Juadah