Home / Opini

Jumat, 5 Maret 2021 - 22:38 WIB

KLB Partai Demokrat Pengamat: Sebaiknya Moeldoko Mundur dari KSP

Viewer: 404
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 44 Detik

Kompasnasional l Guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran, Muradi mengimbau agar Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko mengundurkan diri dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) setelah terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara. Menurut Muradi, pengunduran diri supaya menghilangkan kesan Presiden Joko Widodo terlibat.

“KSP kan berarti orang yang paling dekat dengan Presiden Jokowi. Karena itu, untuk menghilangkan kesan Presiden Jokowi terlibat atau menjadi beban bagi Presiden Jokowi, maka sebaiknya Pak Moeldoko mengundurkan diri,” ujar Muradi.

Pengunduran diri ini, kata Muradi, bisa atas inisiatif dari Moeldoko sendiri atau Jokowi yang meminta Moeldoko mengundurkan diri. Moeldoko, kata dia, bisa menjadi salah satu menteri kabinet saja, tetapi bukan lagi menjadi KSP.

Baca Juga  FPI Dibubarkan, PKB Minta Anggota FPI Ubah Strategi Amar Ma'ruf Nahi Munkar

“Dengan pengunduran diri ini juga maka Moeldoko bisa lebih fokus mengurus Partai Demokrat termasuk mungkin upaya di pengadilan atau rekonsiliasi dengan kubu AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) serta menyiapkan langkah-langkah serius menghadapi Pemilu Serentak 2024,” jelas dia.

Moeldoko, kata dia, bisa segera mengundurukan diri dari KSP. Paling lambat, menurut Muradi, setelah urusan legalitas kepengurusan Partai Demokrat disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM. “Paling lambat dua atau tiga bulan ke depan mengundurkan diri dari KSP,” pungkas Muradi.

Diketahui, Moeldoko terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat (PD) yang baru dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (5/3/2021). Moeldoko dipilih oleh para peserta walaupun tidak hadir di dalam acara itu.

Baca Juga  Irma Suryani Chaniago Sebut Ahok No Finishing Touch di Pertamina

Keputusan kader dan pengurus PD yang memilih Moeldoko itu disahkan lewat pengetukan palu sidang oleh pimpinan rapat, Johnny Allen Marbun. Moeldoko mengalahkan Marzuki Alie, yang kalah suara ketika voting dilaksanakan.

“Memutuskan menetapkan, pertama calon ketua tersebut atas voting berdiri maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi ketua umum Partai Demokrat 2021-2025,” ujar Marbun.

Keputusan lainnya adalah bahwa kepengurusan PD dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner.

Merespon hal tersebut, Ketua Umum versi Kongres V Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menyebutkan KLB tersebut illegal karena dihadir oleh peserta yang bukan pemilih suara sah Partai Demokrat. AHY minta Pemerintahan Jokowi tidak mengesahkan kepengurusan hasil KLB Deli Serdang. (BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Bingung dengan Fadli Zon yang Getol Bela HRS, Teddy Gusnaidi: Bisa Jadi Untuk Jatuhkan Prabowo

Opini

Ustaz Abdul Somad: Kredit Mobil dan Motor Enggak Haram

Berita

Syaren Situmorang Mendapat Restu dan Dukungan Pimpin ITJI Sibolga Tapteng

Opini

Pemprov DKI Keluarkan Rp 1 T untuk Formula E, PDIP: Lebih Baik Buat Vaksin
Papan Reklame Liar Bakal Ditumbangkan-KompasNasional

Arsip

Papan Reklame Liar Bakal Ditumbangkan

Opini

Meski Didukung PDIP, Prabowo Bakal Tumbang Jika Maju di Pilpres 2024, Rakyat Sudah Kecewa

Opini

Sebut Fadli Zon Sudah Off Side dalam Mengkritik , Peter Gontha: Percuma IQ 130

Opini

Ajak Boikot Indomaret, Neno Warisman ‘Diserang’ Inul Daratista, Krisna Mukti: Otaknya Kejedot Kampret