Viewer: 657
0 0

Home / Opini

Rabu, 30 Desember 2020 - 22:00 WIB

FPI Dibubarkan, PKB Minta Anggota FPI Ubah Strategi Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Viewer: 658
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 26 Detik

Kompasnasional Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq angkat bicara terkait keputusan pemerintah membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Menurutnya, pembubaran FPI semata-mata untuk mengembalikan posisi Islam yang moderat, toleran, dan ramah.

Karena itu, kata dia, PKB mendukung keputusan pemerintah membubarkan dan melarang FPI.

“Tentu PKB mendukung langkah tersebut,” ujar Maman kepada wartawan, Rabu (30/12/2020).

Meski mendukung, namun Maman meminta agar pendukung FPI tetap menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.

Tetapi, dia menegaskan cara menjalankannya harus diubah. Tak seperti saat dilakukan oleh FPI.
Ia berujar cara melakukan amar ma’ruf adalah dengan cara yang baik.

Baca Juga  Peneliti UGM: Klaim Kesatuan Islam-Minang, Instrumen Politik

Sementara penegakkan nahi munkar pun harus dilakukan dengan cara yang konstruktif. Tidak kriminal, tidak anarkis serta tidak melanggar hukum.

“Tetapi juga mengingatkan agar para da’i dan juga pendukung FPI tetap bekerja menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar. Hanya saja strategi dan caranya saja yang perlu diubah,” kata Maman.

Maman mengatakan segala kebaikan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar perlu jadi perhatian.

mengatakan bahwa PKB terbuka untuk para mantan anggota maupun pendukung FPI.

Mengingat Islam merupakan agama yang mengedepankan dialog dan agama yang menginginkan terciptanya harmoni.

Maman yang duduk di Komisi VIII DPR mengatakan bahwa PKB terbuka untuk para mantan anggota maupun pendukung FPI.

Baca Juga  Bluesky Social, Medsos Baru Mantan CEO Twitter Tarik Ribuan Pendaftar

Ia berujar Dewan Syuro PKB bahkan ingin memfasilitasi para eks FPI untuk sama-sama belajar bagaimana merusmuskan kembali dakwah yang betul-betul menggugah, dakwah yang mengajak bukan mengejek, dakwah yang merangkul bukan memukul, dakwah yang memberikan argumentasi tentang kebenaran, kebaikan dan keindahan Islam.

“Ini bisa menjadi momentum umat Islam untuk kembali menguatkan komitmen keislamannya. Islam yang menjadi energi untuk perdamaian dan juga perubahan. Sekaligus juga meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Nilai kebangsaan hubul waton minal iman, mencintai Tanah Air adalah komitmen dari keimanan,” kata Maman.(SJ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Pilkada 2022 Ditunda, Jokowi Bisa Satu-satunya Kepala Daerah yang Jadi Presiden

Opini

Cabut Aturan Investasi Miras, Yusril Sarankan Jokowi Segera Terbitkan Perpres Baru

Opini

Irma Suryani Chaniago Sebut Ahok No Finishing Touch di Pertamina

Opini

Capres Muda dengan Elektabilitas Tinggi Terbentur Restu Partai di 2024

Opini

Dituding Suruh Menghapus Foto Bersama Presiden Jokowi, Pemprov DKI Somasi Artis Ike Muti

Opini

Pimpinan DPR: Tidak Ada Manfaat Perdebatkan ‘Anjay’

Opini

Soroti Permintaan Gema-Jak agar Polisi Tangkap Anies Baswedan, Refly Harun: Memang Harusnya Diproses

Arsip

Menteri Jonan: Target Negosiasi Kontrak Freeport Selesai Akhir Juli