Viewer: 587
0 0

Home / Opini

Rabu, 30 Desember 2020 - 22:00 WIB

FPI Dibubarkan, PKB Minta Anggota FPI Ubah Strategi Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Viewer: 588
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 26 Detik

Kompasnasional Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Maman Imanulhaq angkat bicara terkait keputusan pemerintah membubarkan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Menurutnya, pembubaran FPI semata-mata untuk mengembalikan posisi Islam yang moderat, toleran, dan ramah.

Karena itu, kata dia, PKB mendukung keputusan pemerintah membubarkan dan melarang FPI.

“Tentu PKB mendukung langkah tersebut,” ujar Maman kepada wartawan, Rabu (30/12/2020).

Meski mendukung, namun Maman meminta agar pendukung FPI tetap menjalankan amar ma’ruf nahi munkar.

Tetapi, dia menegaskan cara menjalankannya harus diubah. Tak seperti saat dilakukan oleh FPI.
Ia berujar cara melakukan amar ma’ruf adalah dengan cara yang baik.

Baca Juga  Kejagung ke Otto Hasibuan: Kami Eksekusi Vonis PK Djoko Tjandra, Bukan Penahanan

Sementara penegakkan nahi munkar pun harus dilakukan dengan cara yang konstruktif. Tidak kriminal, tidak anarkis serta tidak melanggar hukum.

“Tetapi juga mengingatkan agar para da’i dan juga pendukung FPI tetap bekerja menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar. Hanya saja strategi dan caranya saja yang perlu diubah,” kata Maman.

Maman mengatakan segala kebaikan dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar perlu jadi perhatian.

mengatakan bahwa PKB terbuka untuk para mantan anggota maupun pendukung FPI.

Mengingat Islam merupakan agama yang mengedepankan dialog dan agama yang menginginkan terciptanya harmoni.

Maman yang duduk di Komisi VIII DPR mengatakan bahwa PKB terbuka untuk para mantan anggota maupun pendukung FPI.

Baca Juga  Pilkada 2022 Ditunda, Jokowi Bisa Satu-satunya Kepala Daerah yang Jadi Presiden

Ia berujar Dewan Syuro PKB bahkan ingin memfasilitasi para eks FPI untuk sama-sama belajar bagaimana merusmuskan kembali dakwah yang betul-betul menggugah, dakwah yang mengajak bukan mengejek, dakwah yang merangkul bukan memukul, dakwah yang memberikan argumentasi tentang kebenaran, kebaikan dan keindahan Islam.

“Ini bisa menjadi momentum umat Islam untuk kembali menguatkan komitmen keislamannya. Islam yang menjadi energi untuk perdamaian dan juga perubahan. Sekaligus juga meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Nilai kebangsaan hubul waton minal iman, mencintai Tanah Air adalah komitmen dari keimanan,” kata Maman.(SJ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

Novel Baswedan Ditantang Ungkap Identitas ‘Orang Kuat’

Opini

Pengamat Ini Sebut Pendidikan Jarak Jauh Amburadul Gegara Gaya Komunikasi Nadiem Makarim

Opini

Gejolak di Partai Demokrat Jimly Asshiddiqie Sebut Gejolak di Demokrat Bukan Agenda Jokowi: Sebentar Lagi Jadi Mantan Presiden

Opini

Megawati Minta Mendikbud Luruskan Sejarah 1965

Opini

Ketua Komisi X Minta Kemendikbud Tambah Kuota PIP dan KIP Kuliah

Opini

Yangsi, Desa Penuh Misteri di China yang Dihuni Manusia Kerdil

Arsip

Jakarta Tenggelam 2030, Ini yang Dilakukan Jokowi

Berita

Dilema Dibalik Eksistensi Lulusan SMKN/S Sebagai Penyumbang TPT