Home / Internasional

Senin, 1 Maret 2021 - 10:45 WIB

Terkuak, 3 Alasan China Ingin Kuasai Laut Natuna Utara, Salah Satunya Bidik Kapal Selam Nuklir

Viewer: 557
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

Kompasnasional l Sengketa Laut Natuna Utara membuat suasana Asia Tenggara semakin tegang. Ambisi China menguasai semua wilayah nine dash line tampaknya takkan pernah padam hingga benar-benar terwujud.

Negara-negara Asia Tenggara ketar-ketir menghadapi China yang sangat agresif di Laut Natuna Utara. Kekuatan negara ASEAN tak sepadan dengan kekuatan militer China.

Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat ikut turun tangan. Namun, tampaknya sangat sulit menjatuhkan China yang sudah menjadi adidaya di Laut Natuna Utara.

China tak ujug-ujug berambisi menguasai Laut Natuna Utara. Tekadnya mencaplok Asia Tenggara ternyata berawal dari tiga alasan penting terkait hegemoni Asia-Pasifik.
Bonji Ohara, pakar politik asal Jepang mencoba membongkar kedok China yang ingin menguasai seluruh perairan di Laut Natuna Utara.

Baca Juga  Stok CPO Menipis, GAPKI Salahkan El Nino

Alasan pertama ialah karena Laut Natuna Utara merupakan kawasan yang sangat strategis dan menjadi kunci keamanan China.

Laut Natuna Utara merupakan pintu masuk ke Samudra Pasifik bagian barat yang penting bagi AS.
“Pertama, Laut Natuna Utara sangat penting bagi patroli strategis kapal selam bersenjata nuklir balistik milik China,” ujar Bonji kepada Wartawan.

China harus segera menguasai Samudra Pasifik bagian barat agar AS tak mampu menjegal kapal selam nuklir mereka.

Selain itu, Laut Natuna Utara juga bisa menjadi wilayah penyangga bagi sistem keamanan global China.

Hal ini dapat mencegah AS mengalahkan China dengan mudah. AS harus bertarung dengan kekuatan China di Laut Natuna Utara dulu sebelum menyerang wilayah daratannya.

Baca Juga  Hebat, Balita Ini Menguasai Tujuh Bahasa

Tentu, langkah tersebut akan memperlambat AS yang suatu saat melancarkan serangan militer ke China daratan.

Bukan tidak mungkin keduanya terlibat peperangan di masa depan. Pasalnya, China dan AS sama-sama sering melakukan aksi provokasi di Laut Natuna Utara dan Selat Taiwan.
Terakhir, China juga membutuhkan jalur laut untuk keperluan transportasi maritimnya.

Laut Natuna Utara merupakan jalur pelayaran terpenting ketiga di dunia, akses bagi Asia Timur dan Tenggara menuju Timur Tengah dan Afrika.

Di sisi lain, ada cadangan minyak dan gas alam yang begitu besar di bawah Laut Natuna Utara. (PRC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Erdogan Tegaskan Turki Butuh Israel

Berita

Kesederhanaan Ibu Negara Dapat Dijadikan Teladan

Internasional

Tolak Penumpang Buta, Uber Dituntut Bayar Rp 15,95 Miliar

Berita

Indonesia memastikan gelar juara Badminton Asia Team Championships 2018

Arsip

Rakyat China Makin Sebal Pada AS, Giliran KFC Diboikot

Internasional

Junta Militer Myanmar Bakar Desa, Pemimpin ASEAN Harus Lebih Tegas

Berita

Foto: Rekor Cuaca Buruk di AS Akibat Pusaran Kutub

Berita

Kedubes AS Disusupi Intelijen Perempuan Warga Negara Rusia Selama 10 Tahun