Home / Arsip / Arsip 2016 / Internasional / Nasional / Reviews

Selasa, 9 Agustus 2016 - 11:05 WIB

Stok CPO Menipis, GAPKI Salahkan El Nino

Viewer: 572
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 20 Detik

Persediaan minyak sawit Indonesia semakin menipis pada paruh pertama tahun ini menyusul stagnasi produksi pada 2015. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menuding bencana kekeringan yang meluas (El Nino) sebagai biang keladinya.

Berdasarkan catatan GAPKI, stok minyak sawit (CPO) Indonesia termasuk biodiesel dan oleochemical per Juni 2016 sebanyak 1,8 juta ton. Setiap bulan rata-rata berkurang 16 persen dari posisi Januari yang sebanyak 4,36 juta ton.

Dari sisi produksi, terjadi penurunan pada kuartal I 2016. Namun trennya berbalik naik pada tiga bulan berikutnya. Secara kumulatif, produksi CPO Indonesia pada paruh pertama turun rata-rata 1,7 persen.

Baca Juga  KSPI: Harga Rokok Rp 50.000 Per Bungkus Memicu PHK Besar-besaran

“Stagnasi produksi disebabkan oleh dampak dari El Nino tahun lalu. Produksi tahun 2016 masih belum sesuai dengan harapan. Kondisi ini secara otomatis mengikis stok,” ujar Fadhil Hasan, Direktur Eksekutif GAPKI melalui keterangan tertulis, Selasa (9/8).

Fadhil memperkirakan stok CPO masih akan ketat untuk beberapa bulan ke depan karena permintaan pasar global masih berpotensi meningkat sama halnya dengan kebutuhan di dalam negeri.

“Penyerapan biodiesel dalam negeri terus meningkat. Konsistensi implementasi biodiesel akan mendongkrak permintaan minyak sawit di dalam negeri. Hai ini akan membuat pengusaha menahan stok untuk memenuhi pasokan dalam negeri ketimbang ekspor,” jelasnya.  

Baca Juga  Ini Sejumlah Tempat yang Akan Didatangi Anies Baswedan saat di Medan

Namun, statistik GAPKI justru menunjukkan bahwa penurunan produksi CPO selaras dengan permintaan ekspor yang juga turun rata-rata 1,79 persen. Penurunan ekspor CPO tertinggi terjadi pada Maret dan April, yakni masing-masing minus 22,2 persen dan 18,8 persen.

Sementara dari pasar domestik, tingkat konsumsi CPO relatif stagnan, yakni rata-rata hanya meningkat 0,69 persen. Bahkan pada Maret lalu, terjadi penurunan permintaan CPO hampir 13 persen di dalam negeri (cnn|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Uber Ungkap Cara Hindari Argo Rp18 Ribu Jadi Rp595 Ribu

Nasional

BPOM Terbitkan PPUK Ivermectin Sebagai Obat COVID-19

Arsip

Meramu Senandung Bagi Para Bocah

Berita

Menang Versi Quick Count, Ini Janji Edy Rahmayadi Jika Tak Amanah

Berita

BNN Sebut Banyak Bandar Narkoba Lakukan TPPU di Batam

Arsip

Bandar, Pemakai dan Oknum Polisi Dibekuk

Arsip

433 Warga Garut Mengungsi Akibat Banjir Bandang

Berita

Astra Agro Catatkan Produksi CPO 1,6 Juta Ton