Home / Berita / Internasional / Kriminal / Reviews

Jumat, 3 Agustus 2018 - 11:18 WIB

Kedubes AS Disusupi Intelijen Perempuan Warga Negara Rusia Selama 10 Tahun

Kedubes AS di Moscow Net.

Kedubes AS di Moscow Net.

Viewer: 628
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

KompasNasional.com,Moskow – Seorang perempuan Rusia yang bekerja di kantor kedutaan besar Amerika Serikat di Moskow diduga kuat sebagai mata-mata intelijen. Dia sudah bekerja selama 10 tahun dan diberhentikan pada tahun lalu.

Perempuan warga negara Rusia itu diketahui direkrut oleh Dinas Rahasia, unit khusus yang bertugas mengawal presiden dan wakil presiden AS. Kecurigaan ini terungkap setelah adanya pemeriksaan rutin oleh kementerian luar negeri.

Menurut sumber yang membocorkan masalah ini, perempuan yang tak disebutkan identitasnya itu melakukan pertemuan beberapa kali dengan badan intelijen Rusia, FSB.

“Kami memperkirakan bahwa mereka semua berbicara dengan FSB, tetapi dia memberi lebih banyak informasi kepada para agen daripada yang seharusnya,” kata seorang pejabat, dikutip dari CNN, Jumat (3/8/2018).

Baca Juga  SURAT DARI FRAKSI HANURA TIDAK DAPAT DIBACAKAN DALAM RAPAT PARNIPURNA DPRD HUMBAHAS.

Disebutkan pula dalam laporan itu, dia juga memiliki akses ke jaringan komunikasi internal Dinas Rahasia serta sistem surat elektronik. Hal ini memicu dugaan bahwa yang bersangkutan telah membocorkan data terkait dengan jadwal presiden dan wapres AS.

Tapi sumber itu memastikan mata-mata itu tidak memiliki akses ke informasi rahasia tingkat tinggi.

Sementara itu media Inggris, The Guardian, melaporkan, Dinas Rahasia harus menahan rasa malu dengan membiarkan perempuan itu pergi saat Rusia mengusir 750 petugas dari kedutaan AS terkait konflik diplomatik kedua negara.

Baca Juga  LINTAS SEKTORAL GELAR RAKER OPERASI KETUPAT 2022 JELANG IDUL FITRI 1443

“Dinas Rahasia berusaha menyembunyikan pelanggaran itu dengan memecatnya,” kata seorang sumber, kepada Guardian.

“Kerugian sudah terjadi, tetapi pejabat senior Dinas Rahasia tidak melakukan penyelidikan internal untuk menilai kerusakan dan untuk mengetahui apakah (dia) merekrut karyawan lain untuk memberinya lebih banyak informasi,” kata dia.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh AFP, Kemlu AS mengaku akan menyelidiki laporan tersebut. Namun kemlu tak bisa berkomentar terkait urusan intelijen.(Inews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Sekda Kabupaten Kapuas Hulu Menghadiri Rapat Forum Komunikasi Publik Rancangan Awal RKPD TA 2023 Kabupaten Kapuas Hulu.

Berita

Jelajahi Wilayah Kodim 1203/Ktp, Danrem 121/Abw Gelar Kegiatan Baksos

Berita

Penyeludupan Sabu-Sabu Berhasil Digagalkan*

Berita

Biddokkes Polda Kalbar Lakukan Vaksinasi Massal Terus, Agar Herd Immunity Segera Terwujud

Berita

Wako Edi Kamtono Lantik 68 Pejabat Eselon di Pemkot Pontianak

Berita

Pangdam Jaya Tegur Satpol PP Tak Berani Turunkan Baliho Rizieq Shihab

Arsip

Wanna Cry Ransomware Disebar Acak

Kriminal

Simpan Sabu di Ruang Penjagaan, 3 Oknum Polres Pelabuhan Belawan Disidangkan