Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Internasional / Reviews

Rabu, 20 Juli 2016 - 09:50 WIB

Rakyat China Makin Sebal Pada AS, Giliran KFC Diboikot

Viewer: 671
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Kekesalan rakyat Tiongkok atas hasil keputusan Arbitrase Internasional terkait Laut China Selatan yang berpihak pada gugatan Filipina masih belum mereda. Ratusan orang menggelar unjuk rasa besar-besaran, termasuk menyasar simbol-simbol Amerika Serikat.

Restoran cepat saji populer akhirnya jadi korban: Kentucky Fried Chicken. Gerai KFC di Hangzhou, Zhejiang, Changsa, Yangzhou, hingga Hunan mengalami boikot. Tak sekadar boikot, warga berunjuk rasa di halaman restoran memprotes keputusan arbitrase yang diduga hasil intervensi Negeri Paman Sam.

BBC melaporkan, Rabu (20/7), unjuk rasa menyasar KFC pertama kali digelar akhir pekan lalu di Provinsi Hebei. Warga, tidak jelas siapa penggeraknya, memasang banyak spanduk di halaman parkir KFC. “Ketika kau makan KFC, engkau kehilangan kehormatan nenek moyangmu,” tulis spanduk itu.

Baca Juga  Lahirkan Kesan Tersendiri Kepada Warga, Koramil Tayap, Jajaran Kodim 1203/Ktp Perindah Kantornya.

KFC merupakan salah satu gerai cepat saji Amerika Serikat paling sukses di Tiongkok, dibuka di ratusan lokasi hanya dalam waktu satu dekade terakhir.

Boikot patriotik seperti yang menimpa KFC rupanya bukan barang baru. Pada 1919, banyak mahasiswa China mengajak warga memboikot barang-barang Jepang. Saat itu Perjanjian Versailles selepas Perang Dunia ke-1, memberikan sebagian wilayah Tiongkok, terutama di Manchuria, ke Kaisar Tokyo.

Demikian pula pada 2008, ratusan warga memboikot berbelanja di toko grosir Carrefour. Alasannya, pada upacara pembawaan obor di Paris, otoritas keamanan setempat dituding memberi kesempatan aktivis Tibet melakukan kampanye kemerdekaan dari China.

Keputusan Badan Arbitrase di Den Haag, Belanda, pada 12 Juli lalu menyatakan pemerintah Tiongkok tidak memiliki dasar hukum menetapkan sembilan garis putus-putus yang mengesankan 80 persen perairan Laut China Selatan sebagai wilayah mereka. Dengan demikian, Pemerintah Filipina yang mengajukan gugatan berhak melaut di sekitar Kepualuan Spratly yang direklamasi oleh tentara China.

Baca Juga  Polres Ketapang Gencarkan Percepatan Vaksinasi dan Sediakan Paket Minyak Goreng dan Susu Gratis Untuk Masyarakat

Sejak munculnya putusan itu, sentimen anti-Barat di Negeri Tirai Bambu meningkat drastis. seorang pria di Kota Dalian menyerang penumpang di kereta bawah tanah karena menggunakan sepatu merek Nike. Si pelaku pemukulan menuding korban simpatisan Amerika Serikat. Nike adalah sepatu olah raga buatan AS. Dilaporkan pula ratusan warga China sengaja merusak ponsel besutan AS, iPhone 6 di beberapa kota (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Pramono Lantik 7 Anggota KPID DKI, Ingatkan Integritas Siaran di Era Digital

Berita

Raih Special Reward Festival di Turki, Sanggar Seni SIHODA Kembali Harumkan Nama Indonesia 

Berita

Bupati Samosir Monitoring Ujian Akhir ditingkat Satuan Pendidikan SD dan SMP

Berita

Polres Tapsel Ringkus Pengedar Narkoba Di Desa Janji Manaon Batang Angkola

Berita

Polres Samosir Amankan 9 Tersangka dalam Operasi Antik Toba 2024

Berita

Pemerintah RI Akan Bangun 11 Pos Lintas Batas Baru di Perbatasan

Berita

Puluhan Ribu Data Pengguna VR Porno Dibajak

Berita

Siapkan Rusunawa Jadi RS Lapangan Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19