Home / Headline News

Sabtu, 16 Januari 2021 - 20:09 WIB

Desak Nadiem Dicopot, Cak Imin: Saya Sudah Berteriak Kehancuran Pendidikan di Depan Mata!

Viewer: 416
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

Kompasnasional l Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim agar segera diganti.

Dia melihat, saat ini krisis atau darurat pendidikan yang terjadi sepanjang pandemi Covid-19 belum bisa tertangani dengan baik dan belum ada terobosan yang dilakukan Nadiem sebagai solusi dalam mengatasi darurat pendidikan nasional.

“Menteri Pendidikan yang kita harapkan dengan teknologi yang dia miliki, mengambil inisiasi untuk mengambil langkah-langkah alternatif bagi krisis darurat nasional pendidikan, tetapi sampai hari ini tidak ada tanda-tanda hal yang bisa diharapkan dari Menteri Pendidikan kita,” kata Cak Imin saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) 15 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB secara virtual, Sabtu (16/1/2021).

Baca Juga  Turnamen JP Cup I Mini Soccer 2022 Digelar, 48 Tim Umum dan 10 Tim Old Crack Akan Berlaga Menjadi Sang Pemenang

Oleh karena itu, dia sudah meminta Ketua Komisi X DPR yang juga Ketua DPW PKB Jawa Barat Syaiful Huda untuk mengambil inisiasi atas krisis stagnasi pendidikan nasional. “Saya mengusulkan Menteri Pendidikan segera diganti dengan Syaiful Huda dari Ketua Komisi X supaya ada penanganan yang cepat dari stagnasi pendidikan nasional kita,” ujarnya.

Hingga saat ini kata dia, tidak ada terobosan nyata yang bisa dirasakan Mendikbud dalam menangani darurat pendidikan nasional. “Saya pendukung utama Pak Nadiem karena saya harapkan kecanggihan Pak Nadiem dalam menangani teknologi, menangani gojek, menangani sistem perdagangan baru melalui online. luar biasa, salut,” katanya.

Dia berharap, kemampuan Nadiem Makarim tersebut dapat ditindaklanjuti dengan kemampuan menata dan mengelola pendidikan nasional.

“Tapi sudah satu tahun lebih, hampir dua tahun, belum ada tanda-tanda baru yang bisa kita rasakan. Tolong sampaikan ke Pak Nadiem bahwa Indonesia darurat pendidikan, butuh penanganan yang serius. Tidak bisa sambil lalu. Menangani soal pendidikan tidak bisa sambil guyonan, gak bisa sambil gojek. Gojek itu kalau bahasa Yogya itu bercanda. Gojekan itu namanya bercanda, gak bisa sambil bercanda dalam menangani krisis pendidikan kita,” tuturnya.

Baca Juga  Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya Kunjungi Desa Tertinggal di Papua

Dikatakan dia, akibat dari krisis pendidikan nasional, ada dua hal sekaligus yang mengalami kelumpuhan. Pertama, lumpuhnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, lumpuhnya masa depan sumber daya manusia dan masa depan nasib generasi penerus bangsa. “Banyak stagnasi terjadi. Kurikulum kita banyak yang terlambat, butuh penanganan,” katanya. (OZ/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Headline News

Sosok Moeldoko, Dulu Dikenal Dekat SBY, Kini Dituduh Hendak Ambil Alih Demokrat

Berita

Ancam Tutup Pelabuhan, Warga Priok yang Demo Kemenkumham Bubarkan Diri
Foto Bersama Ketika Menerima Bantuan Kapolda Sumut untuk diberikan kepada Buruh SBSI 92

Headline News

SBSI 92 Sumut Darmawan Yusuf Berterima kasih kepada Polda Sumut Salurkan 5.000 Paket Sembako untuk 31 Elemen Buruh

Headline News

Soal Puan Maharani dan Ganjar Pranowo, CSIS: Megawati Insting Politiknya Tajam

Headline News

Jokowi Bicara Transformasi Besar Pascapandemi dan UU Cipta Kerja di KTT G20

Headline News

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerjasama LPAI dan Polri

Headline News

Profil Muchtar Pakpahan “Sang Pahlawan Buruh” Keluar Masuk Penjara

Headline News

Presiden Sebut Vaksinasi Covid-19 Harus Dibarengi Kedisiplinan Masyarakat