Home / Headline News

Sabtu, 29 Mei 2021 - 07:40 WIB

Soal Puan Maharani dan Ganjar Pranowo, CSIS: Megawati Insting Politiknya Tajam

Viewer: 379
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 48 Detik

Kompasnasional l Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani sedang hangat jadi pergunjingan di media sosial.

Kedua kader PDI Perjuangan itu hangat dibicarakan dan dikaitkan dengan pencalonan presiden pada Pemilu 2024.

Peneliti Senior CSIS J Kristiadi melihat pada akhirnya keputusan siapa yang akan berkontestasi dalam Pilpres 2024 akan ditentukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurut saya kalau kasus Ganjar dan Puan itu, Mbak Mega sudah banyak pengalamannya. Bu Mega sudah puluhan tahun di dunia politik, saya kira insting politiknya sangat tajam sekali,” ujar Kristiadi.

Disampaikan Kristiadi dalam diskusi daring bertajuk ‘Membaca Dinamika Partai dan Soliditas Koalisi Menuju 2024’, yang digelar Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Menurut Kristiadi, Megawati sudah kenyang asam garam.
Terutama di dunia perpolitikan tanah air.

Baca Juga  Tindak Lanjuti Informasi Perjudian, Polsek Tapung Hilir Datangi Lokasi dan Amankan Mesin Judi Gelper

Sehingga, diyakininya persoalan internal partai akan selesai di tangan Megawati.

“PDIP bisa jadi begini karena perjuangan, tetesan air mata, dan cucuran darah. Bagaimana Orde Baru menggilas PDIP dengan mesin negara, tidak bisa, sampai ada namanya 27 Juli. Itu pun tetap enggak bisa lagi,” kata Kristiadi.

Sebelumnya, Puan sempat menyindir ‘pemimpin medsos’ dalam pidato pengarahan kepada kader PDIP Jateng jelang Pemilu 2024 di Semarang, Sabtu (22/5).

Dalam acara pengarahan Puan itu, Ganjar tak diundang. Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto beralasan tak simpatik dengan Ganjar yang tampak ambisius ingin maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
Perseteruan itu pun mencuat ke publik.

Namun, Ganjar Pranowo membantah berkonflik dengan Puan Maharani.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut kisruh yang terjadi antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani adalah dinamika politik biasa.

Baca Juga  Kawanan Gajah Liar Kembali Meresahkan Warga Koto Garo, Warga Minta BKSDA Riau Segera Turunkan Tim Sebelum Ada Korban Kembali

Apa yang menjadi sorotan media akhir-akhir ini misalnya terjadi di Jawa Tengah, bagi PDIP itu dinamika politik biasa,” kata Hasto dalam acara yang sama.

Lantas, Hasto mengulas pencalonan beberapa tokoh yang diusung PDIP.

Mulai dari pencapresan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014 hingga kekinian soal diusungnya Eri Cahyadi di Pilwalkot Surabaya.

“Semua menunjukkan adanya dialektika di internal PDIP, tetapi kami punya kultur, kami punya mekanisme kepemimpinan mengarahkan dialektika tersebut bagi kesiapsiagaan partai menyongsong pemilu,” ujar Hasto.

“Konsolidasi kepartaian wajib dilakukan saat bersamaan kami punya tugas dan tanggung jawab dalam menjaga kohesivitas pemerintahan Presiden Jokowi-Maruf agar secepatnya menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Headline News

43 Jemaah Haji Asal Pematangsiantar Dijadwalkan Pulang ke Tanah Air 29 Juli 2022

Headline News

Istana Tak Akan Jawab Surat AHY ke Jokowi

Daerah

Tuntut Hak Tanah Ulayat di kembalikan, Masyarakat Adat Gunung Sahilan Blokade Kenderaan Perusahaan PT. RAPP dan Grupnya

Berita

BMS Halsel Bentuk Pengurus Tingkat Kecamatan, Sarwin: Untuk Menghimpun Seluruh Suku Etnis

Berita

KPK Usut Indikasi Suap Revisi Perda Tata Ruang Terkait Meikarta

Headline News

Profil Muchtar Pakpahan “Sang Pahlawan Buruh” Keluar Masuk Penjara

Berita

Ratusan Massa SBSI 92 Demo PT CITRA KENCANA INDUSTRI

Headline News

Tindak Lanjuti Informasi Perjudian, Polsek Tapung Hilir Datangi Lokasi dan Amankan Mesin Judi Gelper