Home / Headline News

Sabtu, 29 Mei 2021 - 07:40 WIB

Soal Puan Maharani dan Ganjar Pranowo, CSIS: Megawati Insting Politiknya Tajam

Viewer: 363
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 48 Detik

Kompasnasional l Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani sedang hangat jadi pergunjingan di media sosial.

Kedua kader PDI Perjuangan itu hangat dibicarakan dan dikaitkan dengan pencalonan presiden pada Pemilu 2024.

Peneliti Senior CSIS J Kristiadi melihat pada akhirnya keputusan siapa yang akan berkontestasi dalam Pilpres 2024 akan ditentukan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Menurut saya kalau kasus Ganjar dan Puan itu, Mbak Mega sudah banyak pengalamannya. Bu Mega sudah puluhan tahun di dunia politik, saya kira insting politiknya sangat tajam sekali,” ujar Kristiadi.

Disampaikan Kristiadi dalam diskusi daring bertajuk ‘Membaca Dinamika Partai dan Soliditas Koalisi Menuju 2024’, yang digelar Para Syndicate, Jumat (28/5/2021).

Menurut Kristiadi, Megawati sudah kenyang asam garam.
Terutama di dunia perpolitikan tanah air.

Baca Juga  Hadiri Pengobatan Gratis di Puskesmas Siborong-borong, Ketua TP PKK Taput Harapkan Masyarakat Makin Sehat dan Religius.

Sehingga, diyakininya persoalan internal partai akan selesai di tangan Megawati.

“PDIP bisa jadi begini karena perjuangan, tetesan air mata, dan cucuran darah. Bagaimana Orde Baru menggilas PDIP dengan mesin negara, tidak bisa, sampai ada namanya 27 Juli. Itu pun tetap enggak bisa lagi,” kata Kristiadi.

Sebelumnya, Puan sempat menyindir ‘pemimpin medsos’ dalam pidato pengarahan kepada kader PDIP Jateng jelang Pemilu 2024 di Semarang, Sabtu (22/5).

Dalam acara pengarahan Puan itu, Ganjar tak diundang. Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto beralasan tak simpatik dengan Ganjar yang tampak ambisius ingin maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024.
Perseteruan itu pun mencuat ke publik.

Namun, Ganjar Pranowo membantah berkonflik dengan Puan Maharani.

Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut kisruh yang terjadi antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani adalah dinamika politik biasa.

Baca Juga  Beredar Kabar Kabid Bina Marga Membeli Sebuah Pulau. Kades Pulau Gadang Bantah Tidak Ada Jual-Beli Pulau

Apa yang menjadi sorotan media akhir-akhir ini misalnya terjadi di Jawa Tengah, bagi PDIP itu dinamika politik biasa,” kata Hasto dalam acara yang sama.

Lantas, Hasto mengulas pencalonan beberapa tokoh yang diusung PDIP.

Mulai dari pencapresan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014 hingga kekinian soal diusungnya Eri Cahyadi di Pilwalkot Surabaya.

“Semua menunjukkan adanya dialektika di internal PDIP, tetapi kami punya kultur, kami punya mekanisme kepemimpinan mengarahkan dialektika tersebut bagi kesiapsiagaan partai menyongsong pemilu,” ujar Hasto.

“Konsolidasi kepartaian wajib dilakukan saat bersamaan kami punya tugas dan tanggung jawab dalam menjaga kohesivitas pemerintahan Presiden Jokowi-Maruf agar secepatnya menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (TN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Kampar Dampingi Menteri PUPR Tinjau Tol Pekanbaru-Bangkinang

Berita

Potongan Tubuh dan Darah: Kesaksian Horor Serangan Teror di Nairobi

Headline News

KPK Panggil Pejabat PLN Terkait Kasus Suap PLTU Riau
N.B.Foto:ket//Ketua Umum DPP SBSI 1992 Gunawan(kiri) dan Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengkajian Organisasi DPP SBSI 1992 Pusat Darmawan Yusuf, SH., SE., M.Pd⁹0, MH., CTLA., Med(kanan)

Headline News

SBSI 92 Minta Pemerintahan Jokowi Makamkan Muchtar Pakpahan di Taman Makam Pahlawan

Berita

Geledah Rumah Pejabat PU Yogyakarta, KPK Sita Uang Rp 130 Juta

Headline News

Plt Wali Kota Pematangsiantar Berangkatkan 15 Atlet INKANAS ke Kejuaraan Kapolda Sumut

Headline News

Danrem 031/WB dan Bupati Kampar Hadiri Pelantikan DDII dan PDD Kampar

Berita

Pemdes Sipungguk Terus Lakukan Sosialisasi Perbub Kampar No 44 Tahun 2020