Viewer: 649
0 0

Home / Internasional

Sabtu, 12 September 2020 - 20:10 WIB

Negosiasi Damai, Afghanistan Dialog dengan Taliban

Viewer: 650
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Kompasnasional | Pemerintah Afghanistan bertemu dengan perwakilan Taliban di Doha, Qatar pada Sabtu (12/9) ini untuk membahas negosiasi perdamaian. Pemimpin proses perdamaian, Abdullah Abdullah, menyerukan gencatan senjata.
Abdullah juga menyoroti jumlah korban jiwa akibat perang yang sedang berlangsung. Setidaknya sebanyak 12 ribu warga sipil tewas dan 15 ribu lainnya terluka sejak Amerika Serikat dan Taliban meneken kesepakatan pada Februari lalu.

“Kita harus menggunakan kesempatan yang luar biasa ini untuk berdamai. Kita harus menghentikan kekerasan dan menyetujui gencatan senjata secepat mungkin. Kita ingin gencatan senjata kemanusiaan,” kata Abdullah saat pembukaan.

Menurut Pompeo, kedua pihak harus menyempurnakan sikap bagaimana memajukan negara dengan tujuan mengurangi kekerasan. Juga memberikan apa yang dituntut oleh rakyat Afganistan.

Baca Juga  Arab Saudi Eksekusi Mati TKI Tuti Tursilawati

“Afganistan yang berdamai dengan pemerintah adalah cerminan negara yang tidak berperang,” kata Pompeo

Sebagaimana dilansir AFP, dialog berlangsung dalam ruang konferensi hotel yang sangat besar. Kursi yang ditempati delegasi diletakkan berjauhan untuk menerapkan social distancing.

Namun, kesepakatan perdamaian yang komprehensif memakan waktu bertahun-tahun. Terlebih akan bergantung pada kesediaan dua belah pihak untuk menyamakan visi mereka yang selama ini berbeda.

Taliban sendiri menolak untuk mengakui pemerintahan Presiden Ashraf Ghani. Mereka akan mendesak pemerintahan untuk kembali menjadikan Afganistan sebagai kesatuan negara Islam.

Sementara, pemerintahan yang dipimpin Ghani akan mempertahankan kedudukan mereka yang didukung negara Barat. Terlebih negara Barat telah mendukung banyak hak, salah satunya hak kebebasan bagi perempuan.

Baca Juga  Bila program vaksinasi berhasil, Inggris akan cabut lockdown di pertengahan Februari

Warga Ibu Kota Kabul, Obaidullah, ragu dengan perdamaian yang sedang dibicarakan berlangsung dengan cepat. Terlebih perang berlangsung sangat lama, dari janggutnya hitam hingga beruban.

“Saya skeptis dengan pembicaraan ini karena kedua pihak sama-sama ingin menerapkan sistem dan semua kegiatan mereka,” kata Obaidullah.

Secara diam-diam, Qatar telan menjadi pemandu proses perdamaian yang sulit. Pada 2013 mereka mengundang Taliban untuk membuka kantor politik dan membantu menengahi kesepakatan penarikan pasukan antara Washington dan Taliban pada Februari lalu.(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Houthi Pamer Tumpukan Uang di Peringatan 2.000 Hari Lawan Koalisi Arab

Arsip

5 Bocah Jenius Kuliah di Kampus Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia

Internasional

Azerbaijan Beri Tenggat Waktu Warga Armenia untuk Pergi

Arsip

Dokter Cabut 16 Giginya, Wanita Ini Tewas

Berita

China Klaim Puncak Wabah Virus Korona di Negaranya Telah Berakhir

Internasional

China memperingatkan kemerdekaan Taiwan ‘berarti perang’ usai gelar latihan tempur

Berita

Indeks FTSE-100 bursa London hanya naik 29 poin

Arsip

iPhone Anda bisa diretas?