Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Internasional / Nasional / Reviews

Kamis, 8 September 2016 - 12:03 WIB

5 Bocah Jenius Kuliah di Kampus Dunia, Salah Satunya Dari Indonesia

Viewer: 1037
0 0
Terakhir Dibaca:4 Menit, 14 Detik

Seseorang pada umumnya masuk kuliah usai menamatkan Sekolah Dasar selama 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 tahun, dan Sekolah Mengah Atas (SMA) 3 tahun. Aturan bakunya adalah 12 tahun terhitung masuk SD di usia 6 atau 7 tahun.

Lamanya studi sampai jenjang kuliah tampak tidak berlaku bagi deretan bocah berikut. Mereka dilimpahkan anugerah kecerdasan luar biasa. Sanggup menjadi ahli fisika, matematika, dan bidang pelajaran terbilang sulit lainnya.

Diberitakan lewat pelbagai sumber, mulai dari yang usia delapan tahun di tahun, yakni Michael Kearney (1984), hingga terbaru adalah Jeremy Shuler dan Cendikiawan Suryaatmadja (Indonesia). Dua bocah berusia 12 ini mencengangkan dunia perkuliahan karena kepintarannya menembus kampus papan atas dunia.

1. Anak tukang bersih kakus di India ini kuliah S-3 di usia 15 tahun
anak-tukang-bersih-kakus-di-india-ini-kuliah-s-3-di-usia-15-tahun
 

Seseorang pada umumnya masuk kuliah usai menamatkan Sekolah Dasar selama 6 tahun, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 tahun, dan Sekolah Mengah Atas (SMA) 3 tahun. Aturan bakunya adalah 12 tahun terhitung masuk SD di usia 6 atau 7 tahun.

Lamanya studi sampai jenjang kuliah tampak tidak berlaku bagi deretan bocah berikut. Mereka dilimpahkan anugerah kecerdasan luar biasa. Sanggup menjadi ahli fisika, matematika, dan bidang pelajaran terbilang sulit lainnya.

Diberitakan lewat pelbagai sumber, mulai dari yang usia delapan tahun di tahun, yakni Michael Kearney (1984), hingga terbaru adalah Jeremy Shuler dan Cendikiawan Suryaatmadja (Indonesia). Dua bocah berusia 12 ini mencengangkan dunia perkuliahan karena kepintarannya menembus kampus papan atas dunia.

2. Bocah 12 tahun ini jadi mahasiswa termuda ngaku doyan matematika
bocah-12-tahun-ini-jadi-mahasiswa-termuda-ngaku-doyan-matematika
Jeremy Shuler mulai membaca buku berbahasa Inggris dan Korea di umur yang baru menginjak 2 tahun. Dia juga mempelajari kalkulus pada usia 6 tahun dan di usianya yang ke 10, Shuler siap untuk unjuk gigi dalam studi college.

Jeremy memang bukan anak biasa, dia terlahir dari pasangan bergelar doktor bidang ruang angkasa. Jeremy dididik secara tidak biasa. Orantuanya menyekolahkannya di rumah dan pindah ke New York guna mnunjang pendidikan lebih baik lagi.

Baca Juga  Diprotes, Bank Mandiri dan BRI Langgar Aturan

Seperti diberitakan Associated Press, novel berat seperti “The Lord of the Rings” dan buku teori Matematika dilahap pada usia 5 tahun.

Keluarganya yang juga memperhatikan lingkungan main anak seusianya terkadang cemas akan cara bersosialisasi Jeremy, namun tampaknya bocah pintar ini lebih memilih matematika menjadi ‘sahabat’. Walau demikian, dia tidak melupakan cara bergaul dengan anak sepantaran dengan juga membicarakan hobi yang sama, seperti dikutip dari laman Canada Journal, Minggu (4/9).

Saat masuk jenjang perkuliahan, hari pertamanya di Universitas Cornell diakuinya sangat gugup. Namun ke depan dia justru merasa bersemangat walau menjadi mahasiswa termuda.

 
3. Bocah ini lulus sarjana usia 10 tahun
bocah-ini-lulus-sarjana-usia-10-tahun-rev1

Memiliki disabilitas tidak membuat otak Michael Kearney ikut cacat. Justru hal itu memicunya menjadi seorang sangat jenius.

Pada usia empat tahun, entah bagaimana dia bisa mampu melahap tes diagnostik matematika John Hopkins tanpa belajar sebelumnya. Di usia enam tahun dia lulus dari SMA. Di tahun yang sama bocah ini lolos studi college Sata Rosa, menyelesaikan materi dengan mulus hingga masuk studi sarjananya pada usia 8 tahun mengambil bidang Geologi.

Tidak perlu waktu lama, cukup 2 tahun dari waktu normal 4 tahun dia berhasil lulus dan menjadikannya lulusan termuda kampus tersebut di usia 10 tahun.

4. Bocah terlanjur jenius ini akhirnya direkrut NASA
bocah-terlanjur-jenius-ini-akhirnya-direkrut-nasa-rev1
Memiliki ketertarikan di bidang astro-fisika, menekan bocah ini terus menekuni pengetahuan terkait hal tersebut. Moshe Kai Cavalin terdaftar jadi pelajar college pada usia 8 tahun dan lulus tiga tahun kemudian di tahun 2009 dengan nilai sempurna, 4.0 dan dengan beragam penghargaannya.

Tidak langsung meneruskan ke jenjang perkuliahan, sejumlah kesibukan seperti scuba diving dan menulis buku, serta mempertajam ahli ilmu martial art. Baru empat tahun kemudian, dia bergerak untuk meneruskan kuliah di bidang matematika Universitas California, Los Angeles.

Baca Juga  Bupati Kapuas Hulu Pimpin Apel Sore Perdana di Awal Tahun 2022

Anak laki-laki dari pasangan Brazil dan Taiwan ini diberitakan, pada tahun lalu, sudah berkarir di NASA dalam usia 17 tahun, seperti dikutip dari laman nextshark.com, 2 November 2015.

Awalnya dia sempat menerima penolakan karena usia yang terlalu muda, sampai akhirnya usianya dirasa cukup langsung direkrut oleh NASA.

 
5. Bocah 12 tahun asal Indonesia kuliah di kampus Kanada
bocah-12-tahun-asal-indonesia-kuliah-di-kampus-kanada-rev1
Cendikiawan (Diki) Suryaatmadja, bocah laki-laki 12 tahun asal Indonesia, besok akan mulai kuliah di Universitas Waterloo, Kanada.

Menurut pihak kampus, Diki mengambil jurusan fisika dan akan mengikuti kelas tambahan matematika, kimia, serta ekonomi di kampus bergengsi Kanada itu.

Situs Inquirer melaporkan, Rabu (7/9), karena dikenal jenius, Diki selama sekolah di Tanah Air mengikuti kelas percepatan dan dia belajar bahasa Inggris dari menonton film.

Diki tercatat menjadi mahasiswa termuda dalam sejarah yang mendaftar di Universitas Waterloo.

Pejabat kampus mengatakan kepada media Kanada, usia tidak menjadi faktor menentukan bagi kampus untuk menerima Diki. Diki dikatakan menjadi siswa dengan catatan akademis terbaik yang diterima di Waterloo tahun ini.

“Dia punya nilai yang fenomenal,” kata Andre Jardin, pejabat kampus bagian pendaftaran kepada stasiun televisi CTV. “Dia sangat siap secara akademis. Yang membuat kita kagum adalah dia bocah berusia 12 tahun.”

Diki mengatakan kepada stasiun televisi CBC, dia sangat senang akan bertemu dengan siswa baru dan berteman dengan mereka.

Dia mengaku ingin menerapkan ilmu yang dia miliki untuk pengembangan energi terbarukan.

Selama di Kanada Diki tinggal bersama ayahnya di sebuah apartemen dekat kampus dan dia mengatakan sudah tidak sabar ingin belajar main ski es (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tak Sampai Hati Lihatnya, Begini Kondisi Bus yang Dihantam Truk di Tol Pandaan

Berita

Polsek Meliau Amankan Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Berita

Puluhan Massa Ormas PW GNPK RI Sumut Demo Di Mapolres Psp Dan Kejari Psp
N.B.Foto:ket//Ketua Umum DPP SBSI 1992 Gunawan(kiri) dan Ketua Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengkajian Organisasi DPP SBSI 1992 Pusat Darmawan Yusuf, SH., SE., M.Pd⁹0, MH., CTLA., Med(kanan)

Headline News

SBSI 92 Minta Pemerintahan Jokowi Makamkan Muchtar Pakpahan di Taman Makam Pahlawan

Berita

Antisipasi Gangguan Listrik, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Bersama Warga Dan PLN Gotong Rotong Bersihkan Jalur Listrik Perbatasan.

Berita

Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty Temukan Pekerja Migran Gunakan Jalur Tikus di Sambas Kalbar

Berita

Tim Gabungan Prokes Laksanakan Operasi Yustisi Sesuai Perbup No 49 Tahun 2020

Berita

Babinsa Jelai Hulu Hadiri Acara Lomba Desa Tingkat Provinsi