Viewer: 691
0 0

Home / Opini

Rabu, 8 Juli 2020 - 07:11 WIB

Tjahjo Ingin RI Contoh Singapura soal Birokrasi: ASN Mereka Hanya 300 Orang

Viewer: 692
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional | Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo terus mengupayakan untuk melakukan pemangkasan birokrasi. Dia menjelaskan reformasi birokrasi yang tengah dilakukan Indonesia mencontoh sejumlah negara tetangga seperti Singapura yang hanya memiliki 300 aparatur sipil negara (ASN).

Tjahjo mengungkapkan, pemangkasan birokrasi sebenarnya sudah direncanakan sejak tahun 2000, namun belum pernah terealisasi. Ia pun ingin pemangkasan birokrasi dapat berjalan untuk meningkatkan kualitas SDM.

“Pola-pola Singapura negara kecil, negara kecamatan, cukup di manage 300 orang saja bisa, Korsel juga bisa. Kalau lihat Korsel jatuhnya reformasi birokrasi juga menyangkut perubahan kabinet,” kata Tjahjo dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR, Senin (6/7).

Baca Juga  Pakar Hukum: Tak Lazim, Permintaan Novel Baswedan kepada Jokowi Bentuk Intervensi Kasus Hukum

“Mulai zaman 2000 itu, itu yang Kemenpan RB persiapkan. Sekarang ditambah Kemenristek, kita siapkan juga Perpresnya bagaimana lembaga riset yang ada LIPI dan sebagainya, bagaimana caranya harusnya secara menyeluruh. Tapi problemnya kita enggak bisa tadi karena menyangkut guru penting karena visi Pak Jokowi meningkatkan kualitas SDM,” ucap dia.

Saat ini, kata Tjahjo, pihaknya tengah mencari solusi untuk mengatasi 1,6 juta dari 4,3 juta ASN yang ada dan bertugas sebagai tenaga administrasi agar proses pemangkasan birokrasi dapat dilakukan dengan baik. Dia mengatakan pihaknya juga tak dapat melakukan pemecatan langsung.

Baca Juga  MUI Tolak PAM Swakarsa, Cemas Premanisme Dijamin Aparat

“Tapi ini tidak bisa langsung pecat yang 20 persen di antara 4 juta sekian juta ditambah 1,6 juta kan enggak bisa. Ini menjadi problem kita sekarang ini,” tuturnya.

Tjahjo berharap ke depan ASN eselon 3 sampai 5 dapat mengubah pola pikir dan meningkatkan kulitas menjadi fungsional.

“Tapi Desember tadi kita berharap yang eselon 3, 4, 5 sudah clear selesai ubah pola pikir dari struktural ke fungsional. Itu secara prinsip bisa termasuk yang departemen agama yang satker puluhan ribu misalnya. KUA juga mungkin camat, lurah gimana,” tutup Tjahjo.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Opini

TNI Menurunkan Baliho Rizieq Intervensi atau Stimulasi?

Opini

Kata MUI Soal Hukum Menikah saat Perempuan Hamil Lebih Dahulu

Opini

Komjen Listyo Sigit Prabowo Calon Kapolri Pilihan Jokowi, Begini Reaksi PB PMII

Opini

Tokoh NU Ingatkan Tak Usah Fanatik Dukung Jokowi

Asahan

Pengabdian Lions Club Golden Estate diserbu warga

Opini

Novel Sarankan Listyo Sigit ‘Bebaskan HRS agar Dicintai Islam, Ferdinand: Semua Agama Cinta Hukum

Opini

MUI Minta Menag Yaqut Hati-hati soal Afirmasi Hak Beragama Syiah-Ahmadiyah

Opini

Tunjangan Guru Dihapus, Mendikbud Dinilai Tak Berperikemanusiaan