Viewer: 1067
0 0

Home / Ekonomi

Selasa, 7 Juli 2020 - 14:04 WIB

Seribu Rupiah Akan Diubah Jadi Rp1, RUU Redenominasi Siap Dibahas

Viewer: 1068
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 28 Detik

Kompasnasional | Rencana Pemerintah Indonesia untuk melakukan penyederhanaan rupiah semakin nyata. Hal ini ditunjukkan dengan kesiapan pemerintah dalam melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi).

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan RUU Redenominasi atau penyederhanaan rupiah dinilai memiliki sejumlah urgensi untuk dibahas karena dapat membantu efisiensi perekonomian di Tanah Air. Urgensi pertama adalah dapat mempercepat waktu transaksi hingga mengurangi risiko human error.

”RUU tentang Perubahan Harga Rupiah (RUU Redenominasi),” tulis Kemenkeu dalam PMK-nya, Senin (6/7). “Urgensi pembentukan: Menimbulkan efisiensi perekonomian berupa percepatan waktu transaksi, berkurangnya risiko human error, dan efisiensi pencantuman harga barang/jasa karena sederhananya jumlah digit rupiah.”

Baca Juga  Pemerintah bersyukur subsidi pupuk turun di 2018, ini alasannya

Selanjutnya urgensi kedua adalah penyederhanaan rupiah dapat membuat sistem transaksi keuangan APBN menjadi lebih ringkas karena tidak memiliki banyak jumlah digit. Bank Indonesia (BI) sendiri pernah menjelaskan tentang rencana perubahan harga rupiah dalam kajiannya.

BI mengatakan jika redenominasi bukanlah sanering atau pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai uang. BI menjelaskan jika redenominasi biasanya dilakukan dalam kondisi ekonomi yang stabil dan menuju kearah yang lebih sehat. Sedangkan sanering adalah pemotongan uang dalam kondisi perekonomian yang tidak sehat, dimana yang dipotong hanya nilai uangnya.

Lebih lanjut BI menjelaskan redenominasi hanyalah menghilangkan beberapa angka nolnya saja pada nilai uang maupun barang. Dengan demikian, redenominasi akan menyederhanakan penulisan nilai barang dan jasa yang diikuti pula penyederhanaan penulisan alat pembayaran (uang).

Baca Juga  Waskita Beton incar kontrak baru Rp 6,7 triliun hingga akhir tahun

Dampaknya, sistem akuntansi dalam pembayaran dapat disederhanakan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi perekonomian. BI sendiri menyatakan jika keberhasilan redenominasi sangat ditentukan oleh berbagai faktor yang saat ini tengah dikaji. Salah satunya adalah dengan berkaca pada sejumlah negara yang berhasil melakukannya.

”Pelaksanaan dari Redenominasi Rupiah, saat ini masih dalam kajian beberapa lembaga terkait,” tulis penjelasan BI seperti dilansir dari CNBCIndonesia, Senin (6/7). “Untuk proses selanjutnya menunggu arahan dan kebijakan dari pemerintah lebih lanjut.”(WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Harga Cabai di Pasar Rp 140 Ribu, Petani Jual Rp 35 Ribu

Arsip

Pelanggan Listrik Golongan 1.300-3.300 VA Mau Dihapus
Pekerja yang Baru Sebulan Kerja Berhak Mendapatkan THR-kompasnasional

Arsip

Pekerja yang Baru Sebulan Kerja Berhak Mendapatkan THR

Ekonomi

Dibanderol Rp17 Triliun, Mal Taman Anggrek Terjual Lewat Situs Properti

Berita

Nasib Teguh Syahputra Ginting Selain Tegan Kiri Diamputasi Asuransi, JKK dan Santunan Cacat Tetap Belum Dibayar PT ABPU

Berita

Harga Daging Ayam Meroket, Pedagang Ancam Mogok

Arsip

Kantong Plastik Tidak Boleh Gratis Lagi
N.B.Ket//Foto : Staf Ahli Utama Kantor Presiden Dr. Lenis Kogoya, Mhum, Staf Ahli GUbernurt Papua Paskahlis Netep SH, Manager Operasional PT Lanny Inabua Panus Wenda, Kepala BNN dalam acara ekspor perdana kayu olahan merbau di kampung harapan sentani papua.

Daerah

PT Lanny Inabua Ekspor Perdana Kayu Merbau Olahan Di Kampung Harapan Sentani Papua