Viewer: 704
0 0

Home / Medan

Selasa, 30 Juni 2020 - 16:20 WIB

IPW Minta Rencana Penggusuran di Helvetia, Sumut Dihentikan

Viewer: 705
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 5 Detik

Kompasnasional | Upaya gusur paksa terhadap ribuan warga di Desa Helvetia, Deli Serdang, Sumatera Utara harus segera dihentikan, mengingat situasi saat ini kehidupan masyarakat tengah dilanda berbagai krisis di tengah pandemi Covid-19. Selain itu, aparat kepolisian dan TNI jangan mau diperalat oknum tertentu untuk melakukan gusur paksa terhadap ribuan penduduk di sana.

Indonesia Police Watch (IPW) berharap aparat kepolisian justru bisa menjadi penengah yang Promoter, sehingga bisa mencegah terjadinya konflik dan situasi di Deli Serdang, Sumut tetap kondusif.

“Tapi sayangnya upaya itu belum terlihat dilakukan dengan nyata dan maksimal oleh aparatur kepolisian. Sehingga sengketa lahan di Desa Helvetia, perlu dicermati semua pihak agar tidak berubah menjadi kerusuhan atau terjadi bentrokan antara masyarakat tani.

Menurut Neta, melihat situasi di Desa Helvetia yang kian panas, IPW mengimbau semua pihak agar bisa menahan diri, sehingga situasi di pinggir kota Medan itu tetap kondusif.

Baca Juga  Terkuak Pemerkosa ABG 12 Tahun di Binjai hingga Hamil 8 Bulan

Untuk itu IPW mendesak Propam Polri segera turun ke Desa Helvetia agar aparat Polres Belawan dan Polda Sumut yang selalu datang ke kawasan itu bisa bekerja profesional dan tidak memihak dalam menyelesaikan masalah ini.

Dijelaskan situasi di lokasi areal sengketa Tanah di Pasar IV hingga Pasar XI, Desa Helvetia itu dari hari ke hari terlihat semakin panas. Masyarakat Tani yang menguasai lahan tersebut selalu menolak kedatangan pihak PTPN II dan BPN yang didampingi jajaran kepolsian dan TNI. Setiap mereka datang, suasana di kawasan Desa Helvetia itu menjadi tegang.

Pada Selasa, 9 Juni 2020, sekitar jam 10.00 WIB misalnya, pihak PTPN II dan BPN didampingi oleh jajaran Polres Pelabuhan Belawan dan TNI hendak melakukan pengukuran, tapi ditolak oleh ribuan masyarakat tani.

Mereka berbondong bondong datang ke lokasi pengukuran, tidak peduli dengan wabah Covid 19, untuk mencegah kedatangan pihak PTPN II tersebut.

Baca Juga  Alasan Buni Yani Belum Dieksekusi: MA Belum Kirim Salinan Putusan

Dijelaskan masyarakat sudah menempati lahan seluas 1.128 ha itu sejak 1998. Dengan tidak diperpanjangnya HGU PTPN II itu oleh Pemda Sumut di tahun 2000. Di kawasan itu kini sudah berdiri 26 masjid, 28 gereja, 4 vihara, sekolah swasta dan negeri, puskesmas, kantor kecamatan, kantor desa dan lainnya.

Selama puluhan tahun 4.367 KK yang mendiami kawasan itu hidup damai. Tapi, begitu ada pengembang besar dari Jakarta yang mengincar kawasan itu, mendadak muncul oknum PTPN II yang membawa sejumlah polisi hendak menggusur masyarakat yang mendiami kawasan tersebut.

Untuk itu IPW mendesak Propam Polri perlu turun ke kawasan ini agar jajaran Polres Belawan dan Polda Sumut tidak diperalat oknum tertentu untuk menggusur warga, tapi justru bisa menciptakan situasi kondusif di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini, sehingga situasi di pinggiran kota Medan tetap kondusif.(BS/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto gunung kerinci saat kembali terjadi erupsi

Berita

Gunung Kerinci Lontarkan Abu Setinggi 750 Meter ke Arah Sumbar

Berita

Empat Tersangka dan Senpi Diamankan dalam Penggerebekan Judi Kim dan Togel

Berita

Poldasu Layangkan Panggilan Pertama Kepada Ketua KNPI Sumut

Berita

Rumah Buruh TKBM Bakal Dilelang BTN

Berita

Pembukaan Sibolga Expo 2018 resmi dibuka

Arsip

Terduga Pelaku Serangan di Gereja Medan Terinspirasi Teror Prancis

Berita

Polres Binjai Amankan 11 Orang dalam Penggerebekan Penampungan TKI Ilegal

Berita

Bawa 5 Penumpang, 1 Lagi Kapal Tenggelam di Danau Toba