Viewer: 721
0 0

Home / Berita / Nasional

Sabtu, 6 Juni 2020 - 20:55 WIB

Begini Kondisi Bayi yang Dilahirkan Pasien Positif Corona di Yogyakarta

Viewer: 722
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

Kompasnasional | Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat tambahan satu kasus COVID-19 pada Jumat (5/6) kemarin. Pasien positif corona tersebut adalah seorang wanita berusia 29 tahun yang beralamat di Kota Yogyakarta.

“Hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada hari ini tanggal 5 Juni 2020 terdapat tambahan 1 kasus positif,” ujar Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY Untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih, kemarin. “Sehingga total kasus positif COVID-19 di DIY menjadi sebanyak 238 kasus.”

Adapun pasien tersebut baru kembali dari Jakarta ke Yogyakarta pada 1 Juni 2020 lalu untuk keperluan melahirkan. Wanita tersebut lantas menjalani tes swab PCR karena memiliki riwayat dari luar kota.

Pasien tersebut lantas melahirkan seorang bayi perempuan setelah menjalani tes swab. Kondisi bayi pasien tersebut dilaporkan sehat, meskipun masih belum dilakukan tes corona terhadapnya.

Baca Juga  Polemik di balik larangan dan pembatasan impor bahan baku

“Sudah melahirkan, bayi berjenis kelamin perempuan. Kondisi bayi sehat, lahir spontan, belum diuji lab (bayinya). Yang bersangkutan masuk RS dari laporan RS tanggal 2 Juni,” jelas Berty. “Datang (memang) akan melahirkan, karena riwayat dari Jakarta maka di-PCR.”

Lebih lanjut, Berty mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit telah menerapkan SOP COVID-19 selama proses persalinan. Kini, bayi tersebut telah dibawa pulang dari rumah sakit oleh pihak keluarga.

“Info baru kami dapatkan dari RS bahwa ibu bayi masih di RS,” tutur Berty. “Sedangkan bayi sudah dibawa pulang keluarganya.”

Terkait penularan COVID-19 dari ibu kepada bayi, Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, Irene, memberikan penjelasan. Menurut Irine, masih belum ada penelitian yang menjelaskan tentang penularan virus corona dari ibu kepada bayi melalui ASI.

Baca Juga  Peduli Kesehatan Balita, Babinsa Tanjung Keracut Dampingi Pelayanan Posyandu*

Meski demikian, penularan tersebut tetap dapat terjadi jika sang ibu menyentuh bayinya dengan tangan yang belum dicuci. Potensi penularan juga dapat terjadi jika ibu menyusui batuk atau bersin di dekat sang bayi.

“Sampai saat ini belum ada penelitian atau laporan bahwa ASI bisa menularkan SARS CoV2. Meski demikian, risiko bayi tertular infeksi virus corona dari ibunya tetap ada,” ungkap Irine. “Penularan mungkin terjadi ketika ibu menyusui yang terjangkit virus corona menyentuh bayinya dengan tangan yang belum dicuci, juga ketika ibu menyusui batuk atau bersin di dekat bayinya.” (WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Gerai Vaksin Presisi Polsek Nanga Pinoh Ramai Dikunjungi Warga*

Berita

Bahlil Tegaskan Harga Gas di Pengecer Tak Boleh Lebih dari Rp 19.000 Per Tabung

Berita

Perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Selesaikan Secara Restorative Justice

Berita

Hipmabol Menolak Masuknya Vaksin Sinovac di Halsel & Botang Lomang

Berita

Polisi Olah TKP di Kosan Tempat Taufik Hidayat Sekap Wanita Selama 3 Tahun

Arsip

Rizki, Bocah Obesitas Sadar Setelah 11 Jam Koma

Berita

Polres Melawi Amankan Satu Unit Truck Angkutan Kayu Ilegal. Kapolres : Kami Tidak Akan Mentolerir Bagi Pelanggar Hukum

Berita

TEROBOSAN BARU UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG DALAM MENJALIN KERJASAMA DENGAN UNIVERSITAS LUAR NEGERI.