Home / Arsip / Arsip 2016 / Korupsi / Nasional / Reviews

Rabu, 28 September 2016 - 13:02 WIB

Aktifis Minta Penyidik KPK Tindak Lanjuti Laporan MMAK

Viewer: 661
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 35 Detik

kompasnasioanal.com | JAKARTA

Aktifis meminta kepada para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar secepatnya memeriksa Mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Achmad, sebab laporan sudah disampaikan bahkan sudah dilengkapi sesuai permintaan pihak KPK itu sendiri.

Pernyataan ini disampaikan, Aktifis Masyarakat dan Mahasiswa Antik Korupsi (MMAK) Mira Yanti Hasibuan, Senin (19/9/2016).

Menurutnya, sejumlah kasus yang dilaporkan kepada instansi KPK yakni terkait kepemilikan Surau Suluk Syekh Ibrahim, karena menurut data dari yayasan atau akta notaris, termasuk Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusian (Kemenkumham) bahwa yayasan tersebut milik pribadi inisial, (Ac), (JE), (MM), (SS) dan lainnya.

“Sedangkan Yayasan Masjid Islamic Center Rohul, itu juga dikuasai secara pribadi yakni atas nama (AC), (NH), (BS) dan pejabat lainnya yang dianggap punya hubungan dekat dengan Mantan Bupati Rohu Achmad,” terangnya.

Baca Juga  Debat Pertama Pilgubsu 2018 dengan Tema 'Tata Kelola Pemerintah Bersih, Bebas Korupsi'

Tidak itu saja, sambung Mira Yati Hasibuan, juga dilaporkan terkait dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif Badan Kepegawaian Daerah (BKD), yang kabarnya pelakunya sudah ditetapkan empat tahun penjara.

Kemudian, dana Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2015 lalu,  sekitar 20 persen lagi belum diserahkan kepada Kepala Desa (Kades), termasuk dana ADD untuk Bimbingan Tekhnis (Bimtek) Tahun 2015 lalu.

“Jadi dalam waktu dekat ini, kami akan langsung diskusikan ini dengan Ketua KPK RI Agus Raharjo, karena kami tidak ingin uang rakyat digunakan untuk kepentingan pribadi. Sebab jika dilihat data-data yang kami sampaikan kepada KPK, jelas-jelas Mantan Bupati Rohul Achmad sudah memanfaatkan kewenangannya sebagai Bupati Rohul untuk kepentingan pribadi dan kroninya,” tutur Mira lagi.

Baca Juga  Diduga Tangkap Lepas, Puluhan Mahasiswa Desak Kapolres Asahan Dicopot

Selain itu, Mira Yanti Hasibuan mengancam, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan aksi di Istana Presiden untuk meminta kepada Presiden Jokowi agar mendesak KPK bekerja serius dalam pemberantasan korupsi di Negeri Seribu Suluk.

“Kita nanti akan unjuk rasa di sana, sebab sudah dua kali kita melakukan audience dengan pihak KPK RI, kemudian kita juga sudah dua kali melakukan aksi di KPK itu sendiri. Jadi kini aksi di Istana supaya Presiden tau apa yang terjadi di Rohul,” pungkasnya (Risto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

LG akan Merilis Wireless Charging “Jarak Jauh” untuk Smartphone -kompasnasional

Arsip

LG akan Merilis Wireless Charging “Jarak Jauh” untuk Smartphone

Nasional

DPR Minta Pemerintah Tak Anggap Remeh Deklarasi Benny Wenda

Arsip

Pemprov DKI Resmi Hentikan Izin Usaha Hotel Alexis

Berita

Dinilai Gagal Revitalisasi Pasar Timah, Fraksi PDIP DPRD Medan Siapkan 1.000 Massa
Polisi Berhasil Menangkap Kembali Sang Predator Anak di Bogor -kompasnasional

Arsip

Polisi Berhasil Menangkap Kembali Sang Predator Anak di Bogor

Berita

DPC LPP Tipikor RI Kabupaten Paluta Minta Polisi Pertegas Penangkapan Truk Bermuatan Kayu Diduga Ilegal

Berita

Pro Kontra Penenggelaman Kapal di Tataran Elite Pemerintahan

Berita

Polisi Ungkap Ratna Sarumpaet Tak Dianiaya, Tapi ke RS Bina Estetika