Home / Arsip / Arsip 2016 / Kriminal

Jumat, 24 Juni 2016 - 15:12 WIB

Mahasiswi USI Tewas Terseret Arus di Air Terjun Parsambilan

Viewer: 739
0 0
Terakhir Dibaca:3 Menit, 2 Detik

Kompasnasional.com

Simalungun – Diduga mengalami kram kaki, Febriana Susanti Sinaga (19) terseret arus saat berenang di Air Terjun Parsambilan, Aek Bolok, Hatonduhan. Sementara adiknya Kesi (4) yang juga ikut berenang dan berada di punggung korban, berhasil diselamatkan.

Peristiwa naas yang dialami mahasiswi semester II Fakultas Hukum Universitas Simalungun (USI) ini terjadi pada Kamis (23/6) sekira pukul 11.00 WIB.

Saat itu warga Huta Pardamean Nauli, Nagori Jawa Tongah, Kecamatan Hatonduhan, ini sedang bersama keluarganya, memang berniat mandi-mandi di lokasi.

Menurut Parulian Sinaga, orangtua korban yang juga anggota Koramil 10 Balimbingan, Tanah Jawa, siang itu korban memang pamit kepadanya untuk berangkat mandi-mandi ke lokasi Air Terjun Parsambilan Aek Bolok tersebut. Jarak air terjun dengan kediaman mereka sekitar 5 Km.

Kata Parulian, saat berangkat dari rumah, korban berboncengan dengan sepupunya Ester Sinaga (20) yang merupakan mahasiswi Universitas Methodist Indonesia Medan dan adik bungsunya Kesi.

Sementara sepupunya yang lain, Eka Sinaga yang baru saja tamat dari SMP Methodist Medan berboncengan dengan adik korban Lina. Diketahui, Ester Sinaga dan Eka Sinaga, keduanya warga Medan, memang sudah berada di rumah mereka selama 3 hari. Maksudnya adalah hendak ziarah ke makam ayahnya yang meninggal setahun lalu.

Sesampainya di lokasi pemandian, lanjut Parulian menerangkan, korban langsung turun ke bawah sendirian. Sementara teman korban lainnya asyik menikmati indah dan hijaunya pemandangan di lokasi. Bahkan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Ester dan Eka untuk mengabadikan panoroma alam sambil foto bersama.

Baca Juga  Malaysia Bebaskan 19 Nelayan Yang Tak Sengaja Langgar Wilayah

Sementara Ester dan Eka yang sempat diwawancarai menerangkan, setelah sempat terjun ke air, korban seolah-olah berubah sikap. Tiba-tiba ia naik ke bebatuan sungai dan duduk termenung di sana.

“Sepertinya saat itu ada yang dipikirkan korban,” sebut Ester dan Eka saling membenarkan.

Usai foto bersama, Eka dan temannya yang lain turun ke bawah mendekati korban. Namun saat itu korban terlihat bersiap -siap untuk mandi kembali.

“Kami diajaknya berenang, tapi kami tolak. Sebab kami tak pandai berenang. Apalagi di Medan, memang jarang main ke sungai,” tambah keduanya.

Tak lama kemudian, korban mengajak adiknya Kesi untuk ikut mandi. Kesi yang masih kecil kemudian diletakkan di punggung korban dan diikutkan berenang di pemandian. Namun tiba-tiba Ester melihat sepertinya terjadi sesuatu pada korban.

“Tiba-tiba dia kepayahan berenang. Mungkin kakinya mengalami kram,” tambah Ester.

Setelah itu, Ester melihat korban tak mampu mengendalikan tubuhnya di air. Menyadari bahaya yang bakal terjadi, Ester turun ke sungai dan menjulurkan kakinya agar dapat diraih Kesi. Beruntung balita itu langsung memegangi kaki Ester dengan erat dan selanjutnya dievakuasi ke bebatuan di pinggir sungai.

Naas bagi korban, saat itu keseimbangan badannya mulai hilang. Saat itu adik korban, Lina serta Eka juga ikut turun ke sungai. Namun belum sempat memberi pertolongan, tubuh Febriana hanyut terbawa arus.

Baca Juga  DPRD Keluarkan Rekomendasi Usut Pelanggaran PMKS PT GSL

Di saat yang bersamaan, Josua Sinaga (18) adik korban yang lain, tiba di lokasi pemandian. Mengetahui kakaknya hanyut dan tenggelam, Josua langsung melompat ke aliran sungai Boluk itu. Di sana, Josua menyelam sambil menyisir kiri kanan pinggiran sungai. Namun korban tak ditemukan. Warga lain yang mengetahui tentang tenggelamnya korban pun langsung memberi bantuan dengan mencari korban.

Setelah sekian lama mencari, tubuh Febriana akhirnya ditemukan. Ia tersangkut bebatuan sungai sekitar 100 meter dari lokasi.

Josua dan warga lain yang sebelumnya melakukan pencarian, mengevakuasi tubuh korban yang sudah tak berdaya ke atas sungai. Selanjutnya korban dilarikan ke Puskesmas Hatonduhan. Namun nyawa korban tak terselamatkan. Siang itu juga jenazah dibawa ke rumah duka di Dusun Pardamean Nauli, Nagori Jawa Tongah, Hatonduhan.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Johannes Sembiring didampingi Kanit Reskrim AKP Swandi Sinaga SH serta Kapospol Hatonduhan Aiptu Girsang Sinaga yang dikonfirmasi di lokasi kejadian, membenarkan adanya korban tewas akibat hanyut terbawa arus sungai Boluk itu.

“Penyebab kematian korban murni akibat hanyut dan terbawa arus sungai,” ujarnya.(kn/ms)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Ini Bukti Video Cristiano Ronaldo Pemain Culas

Berita

Braakkkk… Sopir Angkot Tewas Diseruduk Avanza Saat Nyeberang Jalan

Arsip

PDIP Sebut Ahok Lebih Parah dari Sopir Bajaj, Kok Bisa?

Arsip

Begini Kata Ruhut Kepada Kontras, Soal Pengakuan Freddy Budiman
Ini Alasan Elma Theana Pilih Kabur dari Gatot Brajamusti-kompasnasional

Arsip

Ini Alasan Elma Theana Pilih Kabur dari Gatot Brajamusti

Arsip

Pesan Ahok di Hari Kartini: “Jangan Tinggalkan ASI”

Berita

Gadis 13 Tahun di Madina Hamil 3 Bulan Setelah di Cabuli Ayah Tiri Berulang-ulang

Kriminal

Polri: Terduga Teroris di Cirebon Perekrit Kader JI