Viewer: 886
0 0

Home / Kesehatan

Jumat, 9 Oktober 2020 - 13:54 WIB

Korban Keracunan Nasi Kuning di Tasikmalaya Bisa Tembus 500 Orang, Bakteri Diduga dari Santan

Viewer: 887
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Kompasnasional | Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, telah memeriksa sampel sisa makanan nasi kuning yang menyebabkan sebanyak 171 korban keracunan massal dan menjalani perawatan medis.

Kuat dugaan keracunan berasal dari bakteri santan yang basi saat dijadikan bumbu masakan nasi kuning dan disajikan ke para undangan acara ulang tahun.

“Sampel masih diperiksa dan menunggu hasilnya. Tapi, biasanya keracunan massal akibat nasi kuning berasal dari bumbu santan yang kedaluarsa atau basi. Tapi, pastinya kita masih menunggu hasil lab sisa makanannya,” jelas Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Titie Purwaningsari, kepada wartawan di lokasi kejadian, Jumat (9/10/2020).

Baca Juga  Wanita di Sumut Terlalu Sibuk Kerja Bikin Angka Kelahiran Turun

Menurut Titie, biasanya bakteri dari santan yang dikonsumsi tubuh manusia akan langsung menurunkan imunitas tubuh, gangguan pencernaan dan dehidrasi tubuh.

Gejala yang dirasakan oleh para korban biasanya sesuai dengan kondisi ketahanan tubuhnya masing-masing.

“Jika kondisi tubuh lemah tentunya efek bakteri akan bergejala berat, seperti pusing, muntah-muntah sampai kejang-kejang. Jika kondisinya kuat, bakterinya akan menyebabkan gejala ringan seperti buang air kecil. Makanya tetap kepada semua pasien penanganannya harus cepat karena semuanya berisiko tinggi,” tambah Titie.

Bakteri bisa kembali menyerang

Meski demikian, lanjut Titie, bagi para pasien yang sebelumnya telah merasakan pulih, bisa saja terjadi lagi bakteri aktif pada tubuhnya kembali menyerang.

Baca Juga  16 Anggota Keluarga Pasien Positif Virus B117 Diawasi Dinkes Kota Bogor16

Sehingga, para korban sejak malam tadi ada yang balik lagi dirawat karena gejalanya kambuh seusai merasa sembuh dan diizinkan pulang sebelumnya.

“Biasanya sembuhnya tidak bisa hanya dirawat satu hari. Para korban biasanya akan pulih kalau sudah dirawat 3 sampai 4 hari oleh tenaga medis,” ungkap Titie.

Titie meyakini penyakit akibat keracunan makanan seperti ini bisa diobati dan bisa sembuh.

Namun, jika dibiarkan tanpa perawatan intensif akan membahayakan karena korban biasanya kekurangan cairan tubuh.

“Tapi kalau kondisi sekarang, para korban sudah tergangani perawatan medis dan optimistis akan sembuh semuanya,” tandasnya.(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

PBNU: Kehalalan Vaksin AstraZeneca tak Perlu Diperdebatkan

Berita

Pengungsi Banjir di Kudus Terserang Penyakit Usai Banjir Surut

Kesehatan

Dekan FEM IPB: Daun kelor khasiatnya lebih baik dari jeruk dan wortel

Kesehatan

Akademisi Oxford Sebut Virus Corona Tak Mulai di Tiongkok, tapi Tertidur di Seluruh Penjuru Dunia

Berita

Racun Kalajengking yang Disebut Bernilai Miliaran oleh Jokowi

Internasional

Sekolah Kembali Dibuka, Ratusan Murid Positif Terinfeksi Corona
Stres Enggak Bisa Hamil Malah Ganggu Kesuburan-KompasNasional

Arsip

Stres Enggak Bisa Hamil Malah Ganggu Kesuburan

Kesehatan

Pakar Hukum: Obat Covid-19 Temuan Unair, BIN dan TNI AD adalah Sebuah Kebanggaan