Viewer: 745
0 0

Home / Kesehatan

Rabu, 23 Desember 2020 - 13:23 WIB

Vaksin Covid 19 Mulai diedarkan, Kenali Efek Sampingnya

Viewer: 746
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 9 Detik

Kompasnasional l Vaksin Covid-19 sudah ditemukan dan mulai diedarkan ke seluruh dunia.

Tentunya, hal ini menjadi harapan baru untuk mengakhiri pandemi ini. Di sisi lain, temuan vaksin Covid-19 ini membawa keprihatinan tersendiri.

Pasalnya, pengembangan vaksin ini tergolong cepat sehingga banyak orang yang khawatir akan efek sampingnya.

Efek samping vaksin Covid-19
Melansir data Celveland Clinic, sudah ada dua jenis vaksin yang telah mendapat lampu hijau untuk didistribusikan, yakni vaksin Pfizer dan Moderna mRNA.

Vaksin Pfizer dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer Inc, sedangkan vaksin Moderna mRNA dikembangkan oleh moderna.

Kedua jenis vaksin tersebut diklaim memiliki efektivitas sebesar 95 persen selama uji coba.

Sebenarnya, belum ada vaksin yang sepenuhnya disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk dijual ke rumah sakit dan penyedia layanan kesehatan.

Akan tetapi, dua jenis vaksin tersebut disetujui untuk izin penggunaan darurat.

Dengan demikian, vaksin yang telah diedarkan itu masih akan ters diuji coba untuk membuktikan kemanan dan efektivitasnya.

Baca Juga  43 Jenis Kosmetik Mengandung Bahan Berbahaya

Efek samping umum dari vaksin Pfizer dan Moderna mRNA, antara lain:

nyeri, kemerahan, dan bengkak di lokasi suntikan
kelelahan
sakit kepala
nyeri otot dan persendian
demam ringan dan menggigil.
Sebenarnya, setiap vaksin pasti memiliki efek samping. Namun, manfaat vaksin lebih besar daripada efek sampingnya.

Efek samping yang terjadi juga menunjukan indikasi bahwa vaksin sedang melakukan tugasnya untuk membantu tubuh mengembangkan kekebalan terhadap virus. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir akan hal itu.

“Banyak orang menghindari vaksin karena takut efek sampingnya. Padahal, manfaat vaksin lebih besar daripada efek sampingnya,” kata Dr. H. Dirk Sostman, presiden Academic Institute di Houston Methodist.

Semua vaksin Covid-19 juga telah diuji ketat secara klinis, dan ditinjau secara menyeluruh oleh FDA, CDC, serta lembaga kesehatan terpercaya dan independen.

“Setiap kemungkinan adanya efek samping akan dinformasikan denganjelas ke publik,” tambah Sostman.

Spesialis perawatan klinis dari Cleveland Clinic, Rachel Scheraga, mengatakan, hingga saat ini belum ada efek samping lain yang ditemukan mengenai vaksin Covid-19 yang beredar.

Baca Juga  Apakah Makanan Organik Lebih Sehat?

Efek samping yang terjadi masih sama seperti vaksin-vaksin pada umumnya.

“Namun, ini masih proses awal dan masih akan trus dilakukan pengujian,” ucap Scheraga.

Bisakah vaksin tersebut memicu infeksi Covid-19?
Selain itu, banyak orang yang juga menkhawatirkan vaksin Covid-19 ini bisa memicu reaksi infeksi.

Menuru Scheraga, vaksin yang sudah disetujui peredarannya itu tidak akan memicu penularan Covid-19.

“Setelah vaksinasi, sistem kekebalan tubuh bisa melawannya dengan cepat. Jadi, tidak akan memicu infeksi,” ucap dia.

Jadi, kekhawatiran akan efek samping tersebut tak perlu dirisaukan oleh masarakat.

Vaksin Covid-19 yang sidah diedarkan itu telah melalui banyak eksperimen.

” Vaksin yang sudah ada itu telah teruji keamanan dan efektivitasnya. Jadi, tak perlu kahwatir lagi,” tambah Scheraga.
(K/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto ilustrasi penggunaan obat sirup

Berita

Daftar 3 Merek Obat Sirop Afi Farma Mengandung EG dan DEG Berlebihan
Foto Eva, bidan dugaan korban malpraktek

Berita

Cerita Korban Dugaan Malpraktik RS Murni Teguh: Saya Takut Mati!

Kesehatan

Guru Besar FKUI: Kalau Mekanisme Riset Dilalui Sesuai Prosedur, Tak Perlu Ribut – Ribut

Kesehatan

Ivermectin Akan Dibanderol Rp5.000, Kini Marak Dijual Harganya Selangit, Lebih Dari Rp500 Ribu

Kesehatan

Bubarkan Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD, Kapolres: Saya Sudah Katakan Resepsi Tidak Boleh

Kesehatan

Pesta Raffi Ahmad dkk tak Langgar Prokes, Ini Alasan Polda

Berita

3 Pasien Positif Covid-19 Kampar Sudah Dipulangkan

Kesehatan

Perlu Diwaspadai, DBD Juga Memiliki Jumlah Kasus yang Tinggi Seperti COVID-19