Home / Berita / Daerah / Kesehatan / Nasional / Reviews

Rabu, 21 Februari 2018 - 10:46 WIB

Pengungsi Banjir di Kudus Terserang Penyakit Usai Banjir Surut

Warga periksa kesehatan di posko pengungsian.(Medcom.id)

Warga periksa kesehatan di posko pengungsian.(Medcom.id)

Viewer: 723
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 50 Detik

KompasNasional.com – Banjir yang terjadi di Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai surut. Namun, sejumlah warga saat ini masih bertahan di pengungsian karena air masih cukup tinggi.

Banjir yang melanda tiga dukuh yakni Dukuh Gendog, Jetis, dan Tanggulangin di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mulai surut, Rabu (21/2/2018). Setelah seminggu ini menggenangi kampung hingga ketinggian satu meter, permukaan air perlahan-lahan mulai berkurang.

Surutnya air karena sudah tiga hari ini hujan tak lagi turun di kawasan tersebut. Air yang terjebak di kawasan tersebut mulai bisa mengalir karena elevasi atau pemukaan air Sungai Wulan mulai turun.

Meski begitu, warga hingga saat ini masih bertahan di pengungsian. Khususnya lansia, ibu-ibu, dan anak-anak yang mengungsi di balai desa setempat.

Baca Juga  Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker

Dan memasuki hari keempat ini, warga yang berada di pengungsian mulai terserang penyakit. Selain batuk yang menyerang anak-anak, banyak pula pengungsi yang mengalami gatal-gatal karena sering beraktifitas di genangan air.

Hasanah, salah seorang warga korban banjir asal Dukuh Tanggulangin mengatakan, dirinya sudah tiga hari ini berada di pengungsian. Anak laki-lakinya pun mulai terserang penyakit. “Anak saya sakit panas. Tapi sudah dikasih obat sama dokter,” ucapnya.

Dia menuturkan, kendati banjir di rumahnya sudah mulai surut, Hasanah belum berani kembali ke rumahnya. “Sudah mulai surut Pak. Tadinya setinggi paha orang dewasa, sekarang sudah tinggal selutut. Tapi kami belum mau kembali. Kasihan anak-anak, tidak bisa bebas bermain,” ucapnya.

Menurut dokter jaga di pengungsian tersebut, secara umum pengungsi dalam kondisi baik. Namun sejumlah warga mulai terserang penyakit karena kondisi pengungsian yang serba terbatas.

Baca Juga  Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di sambut dengan penyematan baju Adat tradisional di Nias Selatan

“Alhamdulillah untuk pagi ini relatif tidak ada masalah. Ada beberapa lansia kondisinya stabil. Untuk penyakitnya ya biasa. Seperti gatal-gatal dan batuk pilek. Untuk anak balita ya karena mungkin banyak main air jadi gatal-gatal juga,” ucap Nur Hasyim, dokter jaga di pengungsian.

Mengenai ketersediaan obat, menurut Hasyim, juga tidak ada masalah. Pihaknya sudah mendapatkan stok obat yang cukup dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. “Dan tiap hari juga (stok obat) dipantau oleh Dinas Kesehatan terus,” katanya.

Warga berharap, dalam satu atau dua hari ini, banjir sudah surut total. Banyak warga yang mengaku sudah mulai bosan berada di pengungsian dan ingin segera kembali ke rumahnya.(Inews/TR)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polsek Mentebah Bagikan Paket Sembako ke Masyarakat Yang Terdampak Kenaikan BBM.

Berita

Wawako Bahasan Tinjau Persiapan Sambut Menteri Sandiaga

Berita

Danrem 121/ABW Brigjen TNI Pribadi Jatmiko Pimpin Sertijab Dandim 1206/PSB

Berita

Kunjungan Putri Wakil Presiden RI di Kalbar di Terima Oleh Gubernur Sutarmidji

Daerah

Kamaruddin Kades Ranah Singkuang Dukung Penuh Program P2WKSS

Berita

Remaja Ditemukan Tewas di Sungai Pinangsori

Berita

PDI-P Gelar Rakernas, Sosok Cawapres Ganjar Bakal Hadir?

Berita

Potensi Kalbar Menjadi Daerah Penyangga Yang Baik Bagi IKN